Selasa, 16 Juli 2013

Kasus DBD Meningkat, Sudin Kesehatan Panggil 120 Perusahaan

Jakarta-Untuk menekan kasus demam berdarah dangue ( DBD ) di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara yang akhir- akhir ini mengalami peningkatan dibanding dengan bulan yang sama pada tahun lalu. Sudin Kesehatan Jakarta Utara memanggil 120 perusahaan yang memiliki potensi kasus DBD. Menurut Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, kasus yang berkembang saat ini sejalan dengan kondisi cuaca yang tak menentu, kadang hujan juga kadang tidak hujan, sehingga banyak nyamuk yang bertelur, apalagi kalau kegiatan pemberantsan sarang nayamuk (PSN) menurun, dikhawatir kasus akan meningkat lagi. Oleh sebab itu dari 7 tatanan yang ada, tatanan Industri kita kumpulkan untuk melakukan refresing, menggalakkan kembali kegiatan PSN dan sekaligus memberikan pemahaman tentang kasus DBD yang selalu mengancam kita dan tidak memandang bulu, si kaya atau orang lain bahkan orang yang tak mampupun terkadang juga kena DBD. Yang paling ampuh, masih kata Tri adalah kegiatan PSN dengan mengubur barang – barang bekas, menguras bak mandi dan sejenisnya dan menutup, bak / tempat – tempat air yang kemungkinan untuk bertelurnya nyamuk. Tentunya diharapkan agar setiap perusahaan agar mampu menciptakan pertugas Jumantik Mandiri, dimana setiap orang harus peduli terhadap lingkungannya, kalau semua sudah peduli, yakni kasus DBD akan terus menurun, terang Tri Kurniadi,di Hotel Kawanua Aerotel , Selasa (16/7). Sejak Pola Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) di intensifkan tahun 2007, Kasus DBD di jakarta Utara tercatat 5545 kasus tahun 2009, dengan digiatkannya PSN tahun 2010 terjadi penurunan menjadi 4783 kasus, th 2011 tercatat 1850 kasus, tahun 2012 (1215 kasus) dan tahun 2013 hingga sekarang tercatat 934 kasus. Artinya lebih jauh kata Tri, telah terjadi penurunan kasus hingga 5 kali lipat, hal ini tak terlepas daroi peran serta para stake holder dan seluruh lapisan masyarakat Jakarta Utara dalam melakukan kegiatan PSN. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri menerangkan melihat meningkatknya kasus DBD awal Juli 2013 tercatat 934 kasus sedangkan pada bulan yang sama tahun lalu tercatat 734 kasus, terjadi selisih 200 kasus lebih besar kasusnya tahun ini, ujar Bambang. Ini salah satu langkah – langkah untuk menekan kasus DBD ke depan , Sudin kesehatan memanggil 120 perusahaan di Jakarta Utara, untuk memberikan pemahaman terhadap perwakilan yang datang , nara sumber dari nara sumber Fakultas kedokteran UI maupun dari Dinas kesehatan DKI Jakarta dan Sudin kesehatan. Tak hanya perusahaan, lanjut Bambang, kami juga turut mengundang pengurus RW yang endemis / rawan DBD untuk ikut serta dalam acara peningkatan teknis petugas pengendalian vektor/ kordinator petugas jumantik. Di Jakarta Utara terdapat 10 Kelurahan endemis, diantaranya, RW 012 Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading, RW 08 Sunter Jaya serta RW 016 Sunter Agung dan RW 04 Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjung Priok. Dalam paparannya, Dr.Leonard nainggolan Sp.Pd, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( UI ) mengatakan, yang harus dilakukan adalah kita semua harus peduli lingkungan, memahami gejala DBD dan kalau sudah terkena harus banyak munum air putih, dan yang paling penting kalau sudah mengetahui gejalanya harus secepatnya dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan dengan segera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar