![]() |
| Heru Bambang Ernanto |
Jakarta-Suku Dinas ( Sudin ) Pertamanan Jakarta Utara ( Jakut ) mulai melaksanakan perbaikan taman dan jalur hijau yang rusak pasca banjir mengingat musim hujan sudah berakhir, dan ancaman banjir tidak ada lagi.
Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Bambang Heru Ernanto, menuturkan taman dan jalur hijau yang rusak pasca bajir tersebut telah kami laksanakan perbaikan.
Adapun lokasi yang telah diperbaiki, untuk jalur hijau berada di Mall Of Indonesia ( MoI ), Boulevard Barat, Graha Kirana, Sunter Kirana, dan Sunter Indah. Sedangkan taman yang rusak pasca banjir yang rusak pasca banjir yang telah diperbaiki berada di Harmoni Mas, Sena, serta Pejagalan. Perbaikan baik jalur hijau maupun taman kami lakukan secara bertahap.
"Perbaikan jalan hijau dan taman yang rusak pasca banjir, kami menargetkan dapat rampung pada Mei 2014 ini," kata Heru Bambang Ernanto, saat ditemui seusai rapat pimpinan di kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (24/03/2014).
Akibat banjir pada Januari lalu, dia kembali menjelaskan,rumput dan tanaman hias di beberapa lokasi strategis rusak parah. Sebagian mati lantaran tidak mampu menahan sapuan banjir. Akibatnya, Sudin Pertamanan Jakarta Utara harus menanggung kerugian hingga Rp 500 juta.
Kerugian tersebut disebabkan, rusaknya 30 persen taman dan jalur hijau. Petugas Sudin Pertamanan setempat mencatat, dari 155 taman, 21 diantaranya rusak parah. Begitupun dengan jalur hijau, dari 112 jalur hijau, 15 jalur hijau berantakan disapu luapan kali dan waduk. Kondisi membuat petugas khawatir. Sebab, taman dan jalur hijau disiapkan untuk menampah poin dalam penilaian adipura.
”Sekarang kita perbaiki yang lebih prioritas dulu, belum semua kita perbaiki karena takut banjir datang lagi. Jalur hijau parahnya di Kecamatan Penjaringan, secara umum jalur hijau disana (Penjaringan rusak parah),” ungkapnya.
Diakui Heru, setiap musim penghujan, ratusan taman dan jalur hijau di wilayahnya memang selalu rusak tersapu banjir. Beberapa titik rawan berada di Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Penjaringan, dan Kecamatan Kelapa Gading. Taman dan jalur hijau di lokasi tersebut kerap kali terendam banjir akibat luapan air dari Kali Sunter dan buruknya sistem drainase di Jalan Pluit Raya.
”Kalau dirupiahkan bisa sampai 500 juta kita rugi. Untuk ganti tanaman dan memperbaiki tanaman,” imbuhnya.
Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Utara, Bambang Heru Ernanto, menuturkan taman dan jalur hijau yang rusak pasca bajir tersebut telah kami laksanakan perbaikan.
Adapun lokasi yang telah diperbaiki, untuk jalur hijau berada di Mall Of Indonesia ( MoI ), Boulevard Barat, Graha Kirana, Sunter Kirana, dan Sunter Indah. Sedangkan taman yang rusak pasca banjir yang rusak pasca banjir yang telah diperbaiki berada di Harmoni Mas, Sena, serta Pejagalan. Perbaikan baik jalur hijau maupun taman kami lakukan secara bertahap.
"Perbaikan jalan hijau dan taman yang rusak pasca banjir, kami menargetkan dapat rampung pada Mei 2014 ini," kata Heru Bambang Ernanto, saat ditemui seusai rapat pimpinan di kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (24/03/2014).
Akibat banjir pada Januari lalu, dia kembali menjelaskan,rumput dan tanaman hias di beberapa lokasi strategis rusak parah. Sebagian mati lantaran tidak mampu menahan sapuan banjir. Akibatnya, Sudin Pertamanan Jakarta Utara harus menanggung kerugian hingga Rp 500 juta.
Kerugian tersebut disebabkan, rusaknya 30 persen taman dan jalur hijau. Petugas Sudin Pertamanan setempat mencatat, dari 155 taman, 21 diantaranya rusak parah. Begitupun dengan jalur hijau, dari 112 jalur hijau, 15 jalur hijau berantakan disapu luapan kali dan waduk. Kondisi membuat petugas khawatir. Sebab, taman dan jalur hijau disiapkan untuk menampah poin dalam penilaian adipura.
”Sekarang kita perbaiki yang lebih prioritas dulu, belum semua kita perbaiki karena takut banjir datang lagi. Jalur hijau parahnya di Kecamatan Penjaringan, secara umum jalur hijau disana (Penjaringan rusak parah),” ungkapnya.
Diakui Heru, setiap musim penghujan, ratusan taman dan jalur hijau di wilayahnya memang selalu rusak tersapu banjir. Beberapa titik rawan berada di Kecamatan Tanjung Priok, Kecamatan Penjaringan, dan Kecamatan Kelapa Gading. Taman dan jalur hijau di lokasi tersebut kerap kali terendam banjir akibat luapan air dari Kali Sunter dan buruknya sistem drainase di Jalan Pluit Raya.
”Kalau dirupiahkan bisa sampai 500 juta kita rugi. Untuk ganti tanaman dan memperbaiki tanaman,” imbuhnya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar