Kepala Sudin
Kebersihan Jakarta Utara Zaenuri menjelaskan, sejak tiga bulan lalu pihaknya
sudah berusaha untuk membayar gaji seluruh petugas. Tetapi, anggaran yang tersedia
tidak cukup untuk melunasi tunggakan gaji itu. Akibatnya, tidak kurang dari
1.000 petugas harus menunggu pencairan gaji mereka sampai anggaran 2014 cair.
“Sudah kita
usahakan, tetapi anggarannya tidak ada. Jadi, tetap harus menunggu sampai
anggaran keluar,” ungkap Zainuri, Senin (24/3).
Meskipun
pembayaran gaji macet tiga bulan, Zainuri meminta para petugas kebersihan di
wilayahnya tetap tenang. Dia berani memastikan, dalam waktu dekat anggaran
tersebut akan segera turun. Karena itu, dia meminta para petugas kebersihan
tetap bekerja melayani warga.
“Kita pastikan
semua hak petugas kebersihan akan dipenuhi. Dalam waktu dekat, akan kita
bayar,” tegas dia.
Selain masalah
gaji, Zainuri menjelaskan, pihaknya bersama Pemkot Jakarta Utara dan Dinas Kebersihan DKI juga
terus berusaha melengkapi fasilitas pengangkut sampah. Dia menegaskan,
kekurangan shovel atau alat pengangkut sampah di tempat pembuangan sementara
(TPS) akan dituntaskan. Selain menambah peralatan itu, pihaknya akan mengatasi
kekurangan truk sampah.
Terkait masalah
keterlambatan pengangkutan sampah, Zainuri meminta warga bersabar. Sebab,
kemampuan angkut peralatan yang dimiliki Sudin Kebersihan saat ini tidak
sebanding dengan kebutuhan. Pihaknya berusaha maksimal menambah peralatan
pengangkut sampah. “Semua sedang kita upayakan,” ujarnya.
Pernyataan Zainuri
dikuatkan Wali Kota Jakarta
Utara Heru Budi Hartono. Dalam kunjungann ke Kantor Sudin Kebersihan Jakarta
Utara, Heru kemarin menyempatkan waktu untuk berbincang dengan petugas
kebersihan. Kepada wartawan, Heru menyampaikan, dirinya ingin mendengar keluhan
para petugas kebersihan di lapangan.
Menurut Heru,
dengan berbincang langsung, dirinya bisa lebih paham dengan persoalan yang
dihadapi petugas. Dia juga bisa berdiskusi soal solusi dalam menyelesaikan
persoalan-persoalan tersebut. Mislanya, keluhan soal jaminan kesehatan dan
jaminan pendidikan. Tidak sedikit petugas kebersihan menanyakan fasilitas kartu
Jakarta pintar (KJP) dan kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk mereka. “Mereka
sudah kerja maksimal. Mereka juga harus dapat perhatian,” kata Heru.
Selain berbincang,
Heru mengajak seluruh petugas kebersihan makan bersama. Dia bersama pejabat
Sudin Kebersihan Jakarta Utara tidak canggung menyantap nasi bungkus. Pelaksana
tugas (Plt) Kepala Biro Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov DKI itu juga
tidak malu berkumpul di tengah-tengah ribuan petugas kebersihan. “Saya lakukan
supaya kita dekat. Mereka merasa diperhatikan,” ungkap dia.
Sebelum pamit,
Heru membagikan seribu bantuan sembako untuk seribu petugas yang menunggu
pencairan gaji mereka. Sembako dibagikan langsung kepada para petugas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar