Sebanyak 850 kelapa keluarga yang ada di sekitar
lokasi itu terancam kebanjiran. Akibat kejadian ini tentu membuat warga panik.
Sebab, tanggul sangat vital untuk mencegah terjadinya banjir yang ada dikawasan
tersebut.
“Amblas semalam sekitar pukul 23.00 dengan
kedalaman hampir 2 meter. Mulai hari Jumat lalu kami sudah khawatir karena sisi
tanggul retak. Hari Sabtu semakin rusak, Malam minggu tanggul amblas. Dari 600
meter tanggul yang ada di lingkungan kami sekitar 100 meter yang amblas,” ujar
Jaya Hartanto, Ketua RW 20 Sunter Agung, Minggu (15/06/2014).
Ia bersama Dolly. S, tokoh masyarakat setempat
mengaku khawatir. Amblasnya tanggul di yakini mereka akibat adanya pengerukan
lumpur kali Sentiong yang dilaksanakan Dinas PU DKI Jakarta akan mengancam
kenyamanan warga.
“Di lingkungan kami ini ada 850 rumah dan tanggul
ini untuk mencegah datangnya banjir. Enam tahun lalu kami bangun tanggul ini
dengan permanen dan selama itu belum pernah rusak. Semenjak ada pengerukan
lumpur kali saja tanggul kami jadi amblas kami tidak tahu karena apa. Mungking
saja karena lumpur yang dikeruk jadi ada penyusutan,” ujar Hartanto.
Dia juga berharap pemerintah dan pihak yang
terkait segera melakukan perbaikan. Pihaknya juga sangat mendukung dan setuju
dengan adanya pengerukan lumpur kali tersebut, namun dia juga berharap jangan
sampai tanggul ini jebol karena air kali bisa masuk kepemukiman penduduk.
Sementara ini tanggul yang amblas langsung di
pasangi bambu untuk mencegah penyusutan pada tanah. “Karena tanggul ini satu
jalur kami potong di tengah agar tidak semakin panjang amblasnya. Kemudian kami
pasangi bambu untuk mencegah penyusutan pada tanah,” tambah Dolly.
Lurah Sunter Agung, Indria Hilmi
mengakui adanya tanggul yang ambrol di wilayahnya. Menurutnya, pihaknya bersama
Dinas PU DKI Jakarta sudah melakukan survai dan memasang bambu-bambu dengan
tujuan agar supaya kerusakan semakin parah dan panjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar