Jakarta-Permasalah
sampah menjadi pekerjaan rumah bagi aparat dan masyarakat, jika tidak segera di
tagani dengan maksimal maka berbagai persoalan
bisa timbul dan bisa menjadi suatu ancaman.
Berangkat
dari hal itu, aparat pemerintah dan warga Kecamatan Koja, Jakarta Utara
membangun Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan
Koja. Peresmian beroperasi bank sampah tersebut dilaksanakan di halaman
Kecamatan Koja.
Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja
adalah bank sampah pertama yang ada di Jakarta Utara dan bahkan di Indonesia.
Pembukaan
bank sampah tersebut dilaksanakan secara langsung oleh Asisten Pembangunan
Pemerintah Kota Jakarta Utara, Satriadi.
Serta turut
hadir dalam kegiatan tersebut Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis, para lurah
se-Kecamatan Koja, LMK, perwakilan pengurus RW, Danramil Koja, Kapolsek Koja, perwakilan jemaah majelis taklim di wilayah Kecamatan Koja, dan tokoh masyarakat, serta
tamu undangan lainnya.
Ketua
program leader Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja Jakarta Utara, Budi
Santoso, menuturkan Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan ini merupakan bank
sampah pertama kali yang dikelola oleh majelis taklim secara profesional,
memiliki produk-produk layanan yang sangat menarik dan variatif, mempunyai
mitra bisnis yang cukup handal serta memiliki jaringan yang cukup luas dengan
para stakeholders.
“Bank
sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja berdiri pada bulan Agustus 2014, yang
merupakan pilot projet dalam pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Koja. Siapapun
dan dari agama manapun bisa menjadi pengurus dan nasabah disini. Dan kami berharap
dalam waktu lama lagi, bank sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja bisa menyewa
atau membangun tempat sendiri, dimana saat ini, bank sampah tersebut masih
berada di halaman Kecamatan Koja,"kata Budi yang saat ini menjabat sebagai
Wakil Camat Koja, saat menjelaskan pendirian bank sampah dalam kegiatan peresmian
bank sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja, Sabtu (27/09/2014).
Masih
diungkapkan oleh Budi, alasan pemilihan majelis Taklim sebagai pengelola bank
sampah ini didasari beberapa pertimbangan antara lain, majelis taklim memiliki
jemaah yang cukup banyak, mempunyai hubungan emosional yang cukup tinggi, dan tingkat
kepercayaan jemaah kepada pengajarnya (ustad) relatif cukup tinggi.
Selain itu,
para majelis taklim yang menjadi nasabah bank sampah ini bisa menambah
penghasilan rumah tangganya, serta jaringan majelis taklim yang satu dengan yan
lainnya sangat kuat, sehingga lebih mudah untuk merngembangkan.
Adapun
produk-produk layanan bank sampah ini yaitu, layanan tabung sampah, layanan
tabungan belanja (sembako/kelontonmgan), layanan tabungan belanja token/pulsa
listrik, layanan tabungan zakat fityra, layanan hewan qurban, layanan tabungan
kredit sepeda, layanan tabungan kredit sepeda motor, dan lain-lain.
Sementara
itu, Ketua Pengelola Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja, Ustad Gusiin,
menuturkan, keterlibatan dirinya dalam bank sampah ini selain sebagai sarana
sarana silahturahmi sekaligus wadah memberikan dakwa bagi para penabung bank
sampah ini.
Dalam kesempatan
itu, Asisten Permbangunan Pemerintah Kota ( Pemkot) Jakarta Utara, Satriadi memberikan
apreiasi dan penghargaan atas berdirinya bank sampah ini.
“Saya
berharap bank sampah ini bisa menjadi embrio dari pendirian bank sampah Majelis
Taklim lainnya bukan hanya di Kecamatan Koja semata, namun bisa dibangun di
seluruh wilayah Kota Jakarta Utara. Dan untuk itu, saya berharap agar hal ini
jangan hanya bersifat seremonial semata namun bisa terus dipertahankan dan
ditingkat lagi,’kata Satriadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar