Kamis, 03 Januari 2013

Penataan Berbasis Peningkatan Pelayanan Publik

Jakarta-Seperti sebuah gerakan, penataan pelayanan publik di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, terlihat begitu cepat. Ruang pelayanan Administrasi Kependuduykan yang melingkup Pelayanan KTP, Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan Pelayanan Umum yang selama ini terpisah, disatukan dalam satu ruangan tanpa sekat dan tanpa loket. Warga memanfaatkan pelayanan dan petugas yang melayani langsung bisa bertatap muka secara langsung.

Dari pemantauan, Jumat (03/01/2013), Kantor-kantor kelurahan yang sudah bisa disebut telah memberikan pelayanan prima dalam satu atap itu antara lain Kelurahan Tanjung Priok, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Warakas, Papanggo, Sunter Agung, Sunter Jaya, Rawa Badak Utara, Rawa Badak Selatan, Koja, Sunter Agung, Lagoa, Tugu Selatan, Semper Barat, Semper Timur, Rorotan, Marunda, Cilincing, Pademangan Timur, Penjaringan, Kapuk Muara, dan Pejagalan, serta kantor-kantor kelurahan lainnya sedang berbenah,antaralain mengubah partisipasi agar pelayanan umum yang selama ini berada dilantai II, bisa"diturunkan" ke lantai I bergabung dengan pelayanan administrasi kependudukan.

( Amin Hidayat ) 






Menyadarkan Masyarakat Bahwa kali untuk pembuangan air hujan


Impian Sisca Herawati dalam merengkuh kesuksesan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Wanita kelahiran Cirebon ini harus melalui berbagai ujian sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kepala Sudin Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Jakarta Utara. Bahkan, Sisca pun kerap menjadi sasaran kekesalan warga yang memaki-maki dirinya lantaran banjir yang menggenagi rumah mereka.

Namun dengan tekad yang kuat, serta berbagai upaya pendekatan persuasif, Sisca pun terus melakukan normalisasi kali maupun saluran air demi meminimalisir timbulnya genangan serta banjir yang menghantui warga.

Sebelum berkarier di Pemprov DKI Jakarta, wanita kelahiran Cirebon, 4 Mei 1960 ini pernah melakoni sejumlah pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski terlahir dari keluarga yang berada, namun kesuksesan yang dirintis Sisca dimulainya dari nol.

"Alhamdulillah, saya tidak pernah hidup dalam kesulitan. Tapi bukan berarti saya bangga dengan harta orang tua. Saya memulainya dari nol. Saya juga bisa mersakan bagaimana orang menderita. Saya orangnya tegas dan tidak ada yang saya takuti. Karena sepanjang saya benar, saya berani, tapi kalau salah, saya tidak akan berani," ujar Sisca.

Sejak tamat SMA di SMAN 1 Cirebon pada tahun 1980, Sisca langsung melanjutkan pendidikannya dengan diterima menjadi mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 1985, Sisca pun menamatkan pendidikannya di ITB dengan menyandang gelar sarjana muda.

Lulus dari ITB, tanpa pikir panjang, Sisca langsung memutuskan merantau ke Jakarta. Nasib baik pun berpihak pada dirinya. Ya, Sisca diterima menjadi Staf Perencanaan Bidang Proyek Khusus Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta pada tahun itu juga dengan status sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Nasib baik terus memayunginya. Di tahun 1986, Sisca akhirnya diangkat menjadi PNS hingga akhirnya pada tahun 2003 menduduki posisi penting yakni menjadi Kepala Seksi (Kasie) Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan.

Kariernya pun terus melesat. Pernah menduduki Kasie Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat dan Kasie Perencanaan Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Sisca kemudian diambil sumpahnya menjadi Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara sejak Mei 2012 hingga kini.

Selama itu, Sisca pun terus menyelesaikan pendidikannya dengan melanjutkan kuliah S1 di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) tamat tahun 2002. Di tempat yang sama, ia pun kembali menyelesaikan studi S2. Lalu di tahun 2007, Sisca melanjutkan kuliah S3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan lulus pada tahun 2010.

Selama mengabdi sebagai PNS di lingkungan Pemrov DKI Jakarta, anak ke-6 dari 7 bersaudara ini sering mendapati pengalaman pahit seperti dimaki-maki oleh warga yang rumahnya kebanjiran. Meski begitu, putri pensiunan TNI ini tidak putus asa dan selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

Ya, pihaknya terus bekerja keras dengan berusaha mengurangi banjir maupun genangan yang biasa timbul terutama saat musim penghujan. Salah satunya dengan menormalisasi kali maupun saluran air serta menertibkan keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.

"Mereka bilang, PU kerjanya ngapain aja, tidur apa gimana? karena rumah saya banjir. Padahal, saran kami tidak didengar warga. Mereka banyak mengkritik pemerintah, tapi mereka sendiri yang bangunannya menutupi saluran air akan kita dibongkar, mereka tidak mau. Jadi butuh kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Jangan hanya mengkritik saja, karena peran serta masyarakat itu sangat penting dalam mengatasi banjir," ucap ibu dari Rafika Tiwi ini.

Karena itu, visi misinya menjabat Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Sisca ingin menyadarkan masyarakat bahwa kali itu fungsinya untuk pembuangan air hujan dan bukan pembuangan kotoran manusia maupun sebagai tempat sampah.

"Kalau airnya biru, bersih dan di sekitar kali ditanami pohon hijau, itu kan bisa sehat dan membawa rezeki. Tapi saya mulai dari diri saya sendiri sebelum ke orang lain. Jadi, saya nggak bisa cuma duduk di kantor menunggu laporan dari teman-teman, tapi harus datang ke lapangan sendiri seperti yang dicontohkan Pak Gubernur Jokowi," ucapnya.

Selain itu, istri dari Hidayat ini pun harus berhadapan dengan kontraktor nakal yang meminta kepada dirinya untuk dimenangkan dalam suatu proyek.

"Kontraktor kadang mengintimidasi agar proyeknya diatur, tapi saya tidak bisa melakukan hal ini. Jadi ini juga tantangan buat saya, karena semuanya harus sesuai prosedur. Apalagi zaman sekarang minta proyek, ini kan nggak benar. Pokoknya semua harus transparan," tegas Sisca.

Tak hanya itu, dirinya pun merasa bangga karena menjadi salah satu tim yang merumuskan keberadaan Banjir Kanal Timur KBT. Saat itu, kenang Sisca, dirinya berserta tim diminta membuat presentasi yang dibacakan Kepala Bappeda DKI Jakarta di hadapan Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Sutiyoso.

"Saya bangga karena bersama rekan-rekan lainnya dipercaya Kepala Dinas PU untuk membuat presentasi di hadapan Gubernur Sutiyoso. Untuk membuat presentasi itu saya pernah menyusuri KBT yang berjarak 23,5 kilometer dengan berjalan kaki. Ini tentu menjadi kebanggaan saya. Apalagi saat ini KBT terbukti efektif mengurangi banjir di beberapa wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Utara," kenang Sisca.

Inovasi Pelayanan Bagi Warga Di Kelurahan Cilincing


Jakarta-Sebagai tindak lanjut dari program Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono,  berkaitan dengan lomba inovasi bagi aparat kelurahan dan kecamatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini di Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara, telah melaksanakan inovasi untuk memberikan pelayanan maksimal bagi warga.

Lurah Cilincing Purnomo, saat di hubungi di ruang kerjanya, Kamis (03/01/2013), menjelaskan inovasi yang telah kami lakukan diantaranya, dengan membuat dua spanduk yang saya tempatkan di lantai 1 sebelum masuk ke kantor kelurahan. 

Spanduk tersebut, masih kata Purnomo, spanduk pertama berisi  selamat  datang di Kantor Kelurahan Cilincing, serta satu spanduk berisi nomor telpon saya dan sekretaris kelurahan yang bisa langsung di akses oleh warga, serta menempatkan satu kotak saran bagi warga untuk menyampaikan informasi, kritik, saran guna memaksimalkan pelayanan kepada warga. 

Selain itu juga, masih dilantai 1 kami tempatkan satu unit televisi serta pemasangan pendingin ruangan, untuk memberikan kenyaman kepada warga, serta menempatkan air minum yang bisa langsung dxinikmati oleh warga saat berkunjung dikantor kelurahan. Disampingi itu juga saat ini kami juga menempatkan permainan anak, yang letaknya dilantai satu. 

“Permainan tersebut bisa dimainkanoleh orang tua yang membawa anakanya saat berkunjung, atau menunggu giliran mendapatkan pelayan dari petugas kami ,” kata Purnomo. 

Terkait untuk mendorong inovasi dan kreasi para camat dan lurah di Jakarta utara, Walikota Jakarta Utara  Bambang Sugiyono telah mengumpulkan para Lurah, Wakil Lurah dan sekretaris kelurahan,di kantor Walikota, beberapa waktu lalu.  

Dikatakan oleh Bambang Sugiyono, lomba ini dilakukan sebagai upaya memberikan motivasi dan apresiasi bagi para camat serta lurah dan jajarannya dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Lomba pelayanan ini tentunya bukan semata mata loketnya yang bagus dan indah, tetapi lebih diutamakan bagai mana memberikan kepuasan terhadap yang dilayani dalam mengurus surat - surat.
“Yang melayani itu ceria, ramah, bahkan membuat senang kepada yang  datang mengurus surat – surat ke kelurahan maupun kecamatan,”kata Bambang Sugiyono.

Dalam kesempatan itu juga Bambang turut memberikan contoh,  ada lurah yang memberikan penghargaan kepada warganya yang bila memberikan informasi dan bukti bahwa ada petugas yang main mata atau pungli.

( Amin Hidayat )

Instruksi Jokowi, Pemerintah Kelurahan Cilincing Bersihkan Coretan dan Stiker Liar




Jakarta-Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan keindahan tata kota dari aksi corat-coret dan penempelan stiker di sejumlah wilayah di Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara dilakukan jajaran pemerintahan kelurahan cilincing, dan elemen masyarakat, baru-baru ini, di Jalan Jembatan Ksatria RW 08. Aksi bersih-bersih yang dilakukan tersebutt sekaligus implementasi dari instruksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kepada setiap wilayah Ibu Kota.

"Aksi pembersihan corat-coret dan pembersihan tempelan stiker yang merusak sarana prasarana, dilaksanakan agar kota ini tidak kelihatan jorok dan kotor. Ini sekaligus melaksanakan perintah dari Pak Gubernur, untuk membersihkan coretan dan stiker liar," kata Lurah Cilincing, Purnomo, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (03/01/2013). 

Menurut Purnomo, kegiatan pembersihan itu merupakan upaya meningkatkan kesadaran semua pihak, untuk peduli terhadap lingkungan kota agar terawat dengan baik. Proses pembersihan lingkungan tersebut juga rencananya akan terus dilakukan ke depan secara rutin berkala.

Oleh karena itu, Dia juga mengajak warganya peduli, bersama-sama aparat (menjaga kebersihan). Purnomo juga meminta orang yang menempel-nempel stiker agar menghentikan aksinya.

( Amin Hidayat )

Teks Foto : Satpol PP Kelurahan Cilincing bersama warga membersihkan coretan dan stiker di Jembatan Ksatria RW 08 Kelurahan Cilincing, baru-baru ini.  


Rabu, 02 Januari 2013

Pamong Minta Warga Jaga Kebersihan


Jakarta-Pihak kelurahan Warakas Kecamatan Tanjung Priok Kota Administrasi Jakarta Utara meminta kepada warga senatiasa untuk menjaga kebersihan lingkungannya terutama masa transisi musim penghujan. Diantaranya lingkungan harus tetap bersih dan sehat, sampah-sampah yang bisa menimbulkan genangan sebaik dikubur agar tidak berkembang biaknya nyamuk Demam Berdarah Dangue ( DBD ). Hal ini disampaikan  Lurah Warakas Mulyadi, saat di hubungi di lurah kerjanya, Kamis (03/01/2013).

"Sekarang ini memasuki musim transisi penghujan, waspadai genangan yang ada sisa barang bekas yang dapat berkembang jentik nyamuk DBD" tuturnya.

( Amin Hidayat )

Pegangsaan Dua Raih Penghargaan Anubhawa Sasana


Jakarta-Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading Kota Administrasi Jakarta Utara, berhasil meraih penghargaan Anubhawa Sasana ( Kelurahan Sadar Hukum) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, belum lama ini.

Penghargaan ini diraih karena, Kelurahan Pegangsaan Dua mampu  mampu menciptakan masyarakatnya maupun  petugas membangun kesadaran hukum diwilayahnya

Camat Kelapa Gading Juvan R Tampubolon didampingi Lurah Pegangsaan Dua Didit Mulyadi, menjelaskan beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapat penghargaan tersebut, yakni karena masyarakatnya taat  hukum, tingkat kriminalitasnya rendah, kasus Narkoba kecil, jarang terjadi perkawinan dibawah umur, partisipasi warga pada PBB tinggi serta tingkat kesadaraan masyarakat terhadap peraturan kebersihan lingkungan dan kelestarian lingkungan sangat patuh sangat berterima kasih atas pemberian penghargaan ini.

"Meski di Jakarta Utara dikenal dengan wilayah yang padat penduduk atau Kumiskupat, namun keterwakilan ini memberikan inovasi bagi warga Jakarta Utara untuk menanamkan kesadaran hukum yang berlaku baik itu hukum Pidana, Perdata,lingkungan dan lainnya" ujar Jupan R Tampubolon.

Ditambahkan Didit, iapun berterima kasih kepada warganya yang telah memberikan motivasi terutama dalam membangun kesadaran hukum di lingkungannya. Berkat kesadaraan warga pentingnya hukum, wilayah telah memberikan contoh bagi masyarakat lainnya.

( Amin Hidayat )

Cegah Banjir Lewat Kerja Bakti


Jakarta-Memasuki musim penghujan kali ini, kegiatan kerja bakti bersama dengan membersihkan saluran air dari sampah dan lumpur dengan menggelar kerja bakti setiap minggu pagi adalah langkah yang ampuh untuk mengatasi genangan air dilingkungan. Hal itu diungkapakan oleh Wenpy Hasan Ketua RT 006/013 terpilih Periode 2013-2015, saat memberikan sambutan dalam acara Pemilihan Ketua RT 006 dilingkungan RW 013, Rabu (02/01/2013) malam.

Selain itu Wenpy juga mengajak warga untuk terus melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) minimal setiap Jumat pagi di tujuh tatanan kehidupan.

“Jangan biarkan ada gengangan air di rumah dan lingkungan kita, mari kita laksanakan gerakan 3 M (Menguras, Mengubur dan Menutup) tempat-tempat yang bisa menjadi perkembangan biakan nyamuk Aedes Agepty si pembawa penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD),” kata Wenpy.

( Amin Hidayat )      



Teks Foto : Suasana Pemilihan Ketua RT 006/013 Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Rabu (02/01/2013)