Senin, 25 Februari 2013

Akhirnya TPS Liar Belakang Pasar Koja Baru Ditutup




Jakarta-Warga Kelurahan Tugu Utara Kecamatan Koja Kota Administrasi Jakarta Utara akhirnya bisa menghirup udara segar. Pemerintah Kelurahan setempat telah menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar di belakang Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara.  

Tindakan tegas diambil Pemerintah Kelurahan Tugu Utara tersebut, karena keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut tidak sesuai peruntukan.. Selain menimbulkan bau busuk dan merusak lingkungan,  lokasi pembuangan sampah ini juga dapat menurunkan penilaian Adipura bagi wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara.  

Kontan saja, penutupan TPS liar itu disambut gembira oleh warga. "Saya bersyukur, akhirnya tempat pembuangan sampah liar itu ditutup, ujar Enong S. Riyadi, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Tugu Utara, saat ditemui di kantor kelurahan setempat, Senin (25/2/2013) pagi.



Warga Olah Sampah Dedaunan Jadi Pupuk

Jakarta-Untuk menimalisir sampah dedaunan atau sampah organik, warga Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara mengolahnya menjadi pupuk dengan menggunakan mesin pencacah.

Buyung petugas operator mesin pencacah, menjelaskan hasil olahan sampah organik dari Kelurahan Koja, tidak pernah dijual. Selain anggota PKK yang setiap kali memanfaatkannya, terutama jika ada kegiatan, kompos juga sering diminta warga sekitar.

Sering warga datang untuk meminta kompos guna memupuk tanaman mereka. Semua tanaman di sekitar kantor ini dipupuk pakai kompos ini, ujarnya, saat diteui di tempat komposting RW 03 Kelurahan Koja, Senin (25/02/2013) pagi.
  
Lurah Koja Muhamad Andri, menerangkan hasil produksi komposnya selama ini diberikan secara gratis pada warga yang membutuhkannya. Menurut Tri, kompos yang diolah melalui mesin pencacah diberikan secara gratis bagi warganya, sekaligus dimaksudkan untuk membantu warga dalam usaha penghijauan lingkungan pemukiman.

( Amin Hidayat )

Teks Foto : Buyung operator mesin pencacah sedang mengolah sampah dedaunan menjadi kompos. 

Warga Jakut Dukung Kebersihan



Jakarta-Piala Adipura yang diraih Kota Administrasi Jakarta Utara pada tahun 2012 lalu membuat  warga Jakarta Utara bangga dan bergembira. Kegembiraan itu diapresiasikan mereka dengan cara terus mendukung kebersihan, salah satunya di wujudkan dengan membantu Pemerintah mengecet kanstin di salter jalan dan jembatan. 

“Selaku warga kami terus mendukung program Wali Kota Jakarta Utara H Bambang Sugiyono untuk memperindah Kota Jakarta Utara, ujar  Muktar salah seorang warga Kelurahan Rawa Badak Utara,  saat ditemui disela-sela mengecet kastin jembatan Permai, Koja, Senin (25/02/2013) siang. 

( Amin Hidayat ) 

Walikota Dan Swasta Berikan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Di Pademangan


Jakarta-Musibah kebakaran yang menghaguskan sekitar 400 rumah di RT 08, 12, 14  RW 12, Jl Budi Mulia, Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Minggu (24/2/2013 lalu. Menyisahkan duka bagi korban kebakaran. 

Guna meringankan beban warga korban kebakaran tersebut, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono didampingi Kepala Suku Dinas Sosial Ika Lestari Adji, Camat Pademangan M. Effiskal, serta Lurah Pademangan Barat Muhamad Iqbal, memberikan bantuan berupa selimut dan pakaian sekolah bagi warga dan anak-anak sekolah korban kebakaran.

Selain bantuan yang kami berikan ini, kata Bambang Sugiyono, juga telah ada bantuan dari perusahaan swasta melalui Community Social Responsibilty (CSR) dari perusahaan swasta, seperti dari PT. Pelindo II, dengan memberikan bantuan berupa paket makanan dan bantuan perlengkapan pendidikan sebanyak 500 paket, kata Bambang Sugiyono, Senin (24/02/2013) siang.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari, menjelaskan  bahwa pihaknya tetap mengoptimalkan dapur umum dengan memberikan makanan saji sebanyak 750 bungkus,dan diberikan sehari tiga kali sehari, serta pendirian tenda pengungsian.

"Kita tetap memberikan bantuan makanan saji selama 3 x 24 jam, akan tetapi bisa terus lanjut hingga 7 x 24 jam jika memang masih dibutuhkan" ujarnya.

Berkaitan dengan peristiwa kebakaran di Pademangan Barat tersebut sekitar 400 bangunan hagus dilalap si jago merah, Minggu (24/02/2013) lalu. 

Ondi (61), warga RT 08/12 yang rumahnya hangus terbakar menuturkan, seluruh isi rumahnya tak bisa diselamatkan lantaran kobaran api cukup besar. 

( Amin Hidayat ) 

CSR Bank Mandiri Tanam 2.300 Pohon Manggrove Di Kapuk


Jakarta-Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan, bersama jajaran direksi Bank Mandiri, Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Melba Prima, serta Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, melaksanakan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Mangrove Angke Kapuk, Jakarta.Kegiatan penanam manggrove tersebut dilaksnakan untuk mengurangi laju abrasi dan potensi banjir di kawasan pesisir Jakarta, Minggu (24/2/2013) lalu,.

Dalam sambutannya Menhut Zulkifli Hasan, menyatakan apresiasinya kepada pihak Bank Mandiri yang telah peduli dan terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya konservasi mangrove di Angke Kapuk, Jakarta.

"Kita ucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri melalui program Community Social Responsibility (CSR) nya dengan melaksanakan penghijauan. Hari ini penanaman dilakukan oleh 500 manager-manager Bank Mandiri, kalau sudah level manager kita harapkan pasukan dibawahnya juga ikut dan akan lebih baik lagi," ujar Zulkifli Hasan.

Sementara itu Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan persereoan kepada program pemerintah, yakni "Penanaman Satu Milyar Pohon".

Disamping itu juga kegiatan penanaman pohon  di lahan rehabilitasi ini, terang Abdul Rachman, juga merupakan salah satu pilar utama implementasi kegiatan bina lingkungan Bank Mandiri.

Usai penanaman pohon yang dilakukan bersama-sama 500 karyawan Bank Mandiri dan TNI AD, Menteri Kehutanan berkeliling kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk dengan menggunakan boat.Menhut tampak menikmati dan kagum melihat keanekaragam hayati di kawasan tersebut,

Minggu, 24 Februari 2013

15 Usulan Di Kelurahan Kebon Bawang

Jakarta-Untuk merencanakan program pembangunan tahun 2014 mendatang di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, melalui pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) telah mengelar rembug Rukun Warga (RW) di tingkat RW di 16 RW, belum lama ini.

Dari usulan yang berasal dari rembug RW, pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan,  bersama aparat kelurahan melaksanakan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kelurahan, di aula kantor kelurahan setempat.

Lurah Kebon Bawang Ma'Mun, seusai kegiatan musrenbang tingkat kelurahan menjelaskan jumlah keseluruhan usulan warga pada rembug RW ada 160 usulan, dan jumlah usulan yang masuk dalam kegiatan kelurahan ada 15 usulan.    

Dari hasil pengelompakan, usulan yang datang dari masyarakat, yang masuk dalam kegiatan kelurahan berkaitan dengan permintaan penghijauan seperti potniasi,  serta permintaan penyedian sarana dan prasarana penunjang kegiatan posyandu.

"Dengan adanya kegiata ini sangat tepat untuk menyampaikan aspirasi yang sangat dibutuhkan oleh warga sekaligus sarana menjalin silahturahmi, tambah Ma'Mun.

( Amin Hidayat )


.

Tanaman Toga Di Budidayakan Di Halaman Puskesmas


Jakarta-TANAMAN obat keluarga, sering disingkat Toga, pada awalnya dimanfaatkan sebagai rempah-rempah bumbu pelengkap masakan tradisional terutama pada kehidupan keluarga di daerah pedesaan. Kini Toga telah dibudidayakan secara khusus sesuai lingkungannya, untuk pilihan pertolongan pertama metoda pengobatan tradisional sebagai salah satu cara terapi alternatif. Budidaya Toga juga dilakukan didaerah perkotaan dengan memanfaatkan halaman disekitar pekarangan rumah masyarakat. Biasanya dikaitkan dengan kegiatan program pokok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) pada setiap kelompok dasa wisma di lingkungan RT/RW per kelurahan

TERKAIT dengan cara pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat keluarga pada setiap halaman rumah tangga masyarakat, sangat tepat juga bisa dikembangkan pada halaman puskesmas. Salah satu pembudidayaan Toga di Halaman Pukesmas terdapat di Puskesmas Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri,  menjelaskan beberapa manfaat pembudidayaan toga disekitar halaman puskesmas, sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, disini dengan dikembangkannya toga di halaman Puskesmas tentu bernilai positif, diantaranya sebagai ajang Promosi Kesehatan Lingkungan.

Ajang promisi kesehatan lingkungan dimaksud disini, adalah dapat mengajak kesadaran masyarakat menanam tanaman yang bernilai guna, disampingi itu juga turut Melengkapi Informasi Pilihan Pengobatan Alternatif.

bukan hanya itu, dengan pembudidayaan toga di sekitar halaman puskesmas, juga dapat Memberi Contoh Cara Pemanfaatan Lingkungan Pekarangan, dan tentu saja  Menambah Nilai Keasrian dan Kesejukan Halaman Puskesmas Menunjukkan langsung bagaiamana cara memanfaatkan areal pekarangan rumah, terang Bambang Suheri

Pembudidayaan Toga di sekitar halaman puskesmas di Jakarta Utara, sudah saya perintahkan kepada seluruh jajaran saya di puskesmas baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan yang memiliki lahan luas, dengan adanya tanaman toga yang tumbuh segar, tentu juga dapat menambah kesejukan dan keasrian halaman puskesmas, kata Bambang Suheri, di sela-sela kegiatan kerja bakti yang dipimping oleh Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi bersama masyarakat, di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/02/2013) pagi.  

( Amin Hidayat )


Teks Foto : Wakil Walikota bersama Camat Tanjung Priok Supriyono dan Ka. Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dra. Clara melihat dari dekat pembudidayaan tanaman toga di sekitar Halaman Puskesmas Sungai Bambu, Jakarta Utara, Minggu (24/02/2013) pagi