Kamis, 27 Juni 2013

Sudin Dukcapil Sosialisasikan Aminduk



Jakarta-Untuk memberikan pemahaman tentang peraturan Administrasi Kependudukan ( Aminduk ), Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Sudin Dukcapil ) Kota Administrasi Jakarta Utara melaksanakan sosilaisasi Aminduk kepada Kepala Puskesmas, Kasie Pemerintah, Kasie Dukcapil Kecamatan, para Sekretaris Kelurahan, para Kasatpel Registrasi Kependudukan Kelurahan dan Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK ), di Ruang Fatahillah Lantai 2, Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis ( 27/06/2013). 

Ketua Panitia, Sukmawijaya menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk tertibnya Administrasi Kependudukan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Adapun maksudnya, dia menambahkan, untuk mensosialisasikan Peraturan Administrasi Kependudukan kepada Aparatur Pemerintah, Lembaga Pemerintah, Lembaga Non Pemerintah dan Tokoh Masyarakat.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono yang membuka langsung kegiatan tersebut, berharap kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan ini dapat menjelaskan kepada masyarakat tentang Peraturan Administrasi Kependudukan jika ada warga yang meminta penjelasan terkait peraturan Administrasi Kependudukan.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea yang hadir sebagai pembicara menjelaskan dasar hukum tentang Administrasi Kependudukan yakni, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Admnistrasi Kependudukan, Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah denagn Peraturan Pemerintah 102 Tahun 2012.

Selain itu juga dasar hukum lainnya, masih kata Purba, yaitu Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional sebagaimana telah diubah terakhir denagn Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012, dan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pendaftaraan Penduduk dan Pencatatan Sipil dan Peraturan Gubernur Nomor 93 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Lebih jauh Purba menjelaskan, jenis-jenis dokumen kependudukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil meliputi biodata penduduk, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Surat Keterangan Kependudukan ( 17 jenis ) dan Akte Pencatatan Sipil. Dimana jenis Akte Pencatatan Sipil terdiri dari Akte Kelahiran, Akte Kematian, akte Perkawinan ( Non Muslim ), dan Akte Pengakuan Anak.

Sementara itu berkaiatan peran setra masyarakat dan pengurus Rukun Tetangga / Rukun Warga dalam hal ini, terang Purba, dilaksanakan melalui partisipasi aktif dalam penyebar luasan informasi mengenai peraturan pelayanan Administrasi Kependudukan kepada masyarakat.

Selain itu juga, tambah Purba, peran serta pengurus Rukun Tetangga / Rukun Warga untuk dapat melaporkan kepada Dinas melalui Lurah apabila terdapat penduduk yang sudah lebih dari satu tahun tidak berdomisili dialamat yang sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, serta terdapat penyalahgunaan dokumen kependudukan oleh orang atau pihak lain.

( Amin Hidayat )

Teks Foto : Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono memberikan sambutan 

Rabu, 26 Juni 2013

Bazis Jakut Kembali Salurkan Bantuan Bagi 608 Orang


Jakarta-Badan Amil, Zakat, dan Sedekah  ( Bazis ) Kota Administrasi Jakarta Utara  (  Jakut ) kembali menyalurkan bantuan kepada 608 orang di Wilayah Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (27/06/2013). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi, didampingi Kepala Bazis Jakut Muhammad Alwi M dan Sekretaris Kecamatan Cilincing Doni Soleh

Menurut Kepala Bazis Jakarta Utara Muhammad Alwi M menjelaskan untuk bantuan yang di berikan di wilayah Kecamatan Cilincing, diberikan kepada 235 orang Marbot, guru ngaji 95 orang, guru honorer 187 orang, dan 183 orang guru honorer.

Total bantuan yang diberikan pada hari ini sebesar Rp 304 juta,” kata Alwi, sesuai penyerahan bantuan secara simbolis.

ZIS yang diberikan pada hari ini, masih kata Muhammad Alwi, adalah hasil pengumpulan ZIS dari para Pejabat, Karyawan, para Pengusaha, Masyarakat, Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK ), Rukun Tetangga ( RT ) yang terkumpul pada tahun 2012, yang disetorkan melalui BAZIS Kota Administrasi Jakarta Utara.

Kami mengucapakan terima kasih kepada para petugas operasional ZIS yang bertugas di Kelurahan dan Kecamatan atas peran aktifnya dalam mengumpulkan ZIS,  tambah Muhammad Alwi M.
   
Zakat atau menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada mereka yang kurang mampu sangat dibutuhkan. terang Wakil Walikota Tri Kurniadi.

Rijal, 30 salah seorang yang mendapatkan bantuan menggatakan terima kasih sama walikota karena sangat bermanfaat buat saya.

Kungfu Shaolin “Jet Li” Hadir di Ancol


Jakarta-Menyambut liburan sekolah dan merayakan HUT Kota Jakarta ke-486 Kota Jakarta, Mall Ancol Taman Impian menggelar atraksi kungfu shaolin dari perguruan Song Shan Siau Lim Shi. Perguruan tempat Jetli berguru.

Aksi beladiri khas tirai bambu atau China tersebut berlangsung selama sebulan, dari tanggal 16 Juni hingga 14 Juli 2013.

Menurut promotor event kegiatan, Chandra Yuwono para tim akrobatik shaolin tersebut baru pertama kali ke Indonesia.

Sebelumnya, masih kata dia, mereka telah menunjukkan kebolohannya atau show di beberapa negara di dunia. Di antaranya, Amerika, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Korea.

Pemerintah DKI Sangat Peduli Dengan Kesehatan Warga


Jakarta-Kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian dan prioritas Pemerintah DKI Jakarta, agar masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, Kartu Jakarta Sehat ( KJS ) ini sebagai bukti kepedulian Pemerintah DKI Jakarta kepada masyarakatnya.

Demikian diungkapkan oleh Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono saat tatap muka dengan Lembaga Kemasyarakatan yang di laksanakan oleh Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara, di Lantaiu 14 Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (26/06/2013).

Selain di hadiri oleh Walikota, kegiatan itu juga dihadiri oleh Asisten Tata Pemerintahan Jakarta Utara Suroto, pimpinan SKPD dan UKPD di wilayah Jakarta Utara, Karang Taruna, pengurus RW, tokoh masyarakat, dan Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK).( Amin Hidayat )

Korban Kebakaran di Pejagalan Dapat Bantuan


Jakarta- Kebakaran yang menghanguskan satu rumah tiga lantai di Jalan Keting, RT 006/10 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (26/06/2013) yang merengut satu keluarga dan pembantu,  membuat keprihatinan Gubernur Joko Widodo ( Jokowi),  ujar Walikota Jakarta Utara H. Bambang Sugiyono mewakili Gubernur DKI Jakarta saat menyampaikan pesannya kepada perwakilan keluarga korban yang diwakili oleh Ketua RT 016/10 Sukadi, 68.

Kejadian kebakaran sekitar pukul 08.15 WIB dapat dipadamkan oleh 25 Unit Mobil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penangulangan Bencana.  Dalam kebakaran itu, ibu, anak, mertua dan pembantu hangus dilalap sijago merah. Mereka tewas terpanggang di lantai dua rumah yang biasa dijadikan tempat usaha penjualan plastik.

Liani, 30, Adelynn, 2, Parni, 60, serta Tan Ai Chen, 60 yang merupakan mertua Liani. “Keempat korban tewas dalam kondisi tengkurap,” kata Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Afrizal.

Menurutnya, dugaan kebakaran tersebut akibat dari konsleting listrik dilantai dasar yang biasa dijadikan tempat jualan. Sementara jasad korban saat ini dibawa ke RSCM Jakarta untuk diotopsi.

Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Walikota Jakarta Utara siang itu sekitar jam 14.00 WIB mengunjungi  warga yang terkena musibah kebakaran di kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, sekaligus membawa bantuan  untuk meringankan beban warga yang sedang  tertimpa musibah.

Walikota H. Bambang Sugiyono yang didampingi Kasudin Sosial Ika Lestari Aji, Camat Penjaringan Rusdianto Wakil Lurah Pejagalan Sumarno  saat tiba di  lokasi langsung  menyambangi keluarga korban dan memberkan  motivasi agar bersabar dan semangat.

Walau terkena musibah yang menimpanya saat ini, mudah mudahan ada hikmah dibalik musibah itu, ujar Walikota sambil memberikan bantuan berupa uang kepada perwakilan keluarga korban.

Ketua RW Apresiasi Pelayanan Terpadu Malam Hari

Jakarta-Program pelayanan terpadu malam hari (PTMH)  yang terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara, mendapat apresiasi positif dari Ketua RW di wilayah Jakarta Utara.

Keberadaan PTMH sangat membantu warga yang mempunyai kesibukan di siang hari.  kata Ketua RW 03 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Sriyono, disela-sela kegiatan PTMH di kelurahan Tugu Selatan, Selasa (25/06/2013) malam. . 

Menurutnya, aktifitas warga ibukota pada siang hari tergolong cukup padat sehingga banyak warga yang kesulitan mengatur waktu mengurus identitas dan dokumen kependudukannya.

"Banyak warga yang bekerja tidak ada waktu untuk mengurus segala keperluan di kelurahan. Oleh karena itu, kami mengapresiasi kegiatan PTMH di wilayah Jakarta Utara yang dilaksanakan setiap Selasa malam,  dan berharap agar terus dilanjutkan," ujar Sriyono,

Dalam kesempatan tersebut, dia juga turut memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PTM.

"Saya berharap agar sebelum dilaksanakan kegiatan PTMH, hendaknya warga diberikan informasi terlebih dahulu, minimal 2 minggu sebelum kegiatan dilaksanakan. Dengan adanya informasi tersebut, warga dapat mengetahui sejak dini tentang adanaya kebiatan tersebut," tambah Sriyono.

Pembinaan RW Kumuh



Jakarta-Untuk mengetahui sejauh mana Perencanaan, Pemantauan dan Kordinasi Program Kegiatan Pada RW Kumuh Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara. 

 Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan ( KPMP ) Kota Administrasi Jakarta Utara mengelar kegiatan Pembinaan RW Kumuh, di Ruang Fatahillah lantai 2, Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (26/06/2013).  

Ketua Panitia, Supriastuti dalam laporannya menuturkan maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemberdayaan pengelolaan RW Kumuh, sehingga kualitas dan  efektifitas program pengetasan RW Kumuh dapat berjalan dengan baik.   

Sedangkan tujuan dari kegiatan ini, katanya, adalah meningkatkan peran serta warga masyarakat dalam pengelolaan RW Kumuh, dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun lingkungan RW, serta meningkatnya program atau kegiatan dalam pengentasan RW Kumuh. 

Selain itu juga, tujuan lainnya, adalah  meningkatnya kinerja dalam pelaksanaan pembangunan dalam pengentasan RW Kumuh, serta untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan dalam pengentasan RW Kumuh. 

“Sebanyak 98 orang sebagai peserta dalam kegiatan ini. Dengan adanaya hal ini diharapkan dapat meningkatakn kinerja, “ terang Supriastuti.  

Sementara itu Walikota Jakarta Utara yang di wakili oleh Asisten Kesehatan Masyarakat ( Askesmas ) , Muhammad Zen menyatakan pembangunan lingkungan kumuh harus dilakukan secara terpadu, bukan hanya penataan fisik saja namun juga dengan pendekatan konprehensif dengan koordinasi  program-program penataan RW kumuh dengan SKPD dan UKPD terkait sesuai dengan sasaran

Dalam kesempatan itu juga dia berharap, warga dapat mendukung pemerintah dalam pembangunan Kota Jakarta. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari warganya.