Rabu, 02 Januari 2013

Dedi Cated Program di Koja


Jakarta-Program peningkatan kualitas dan perbaikan kampung yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Perumahan dan Gedung Milik Pemerintah (SDPGP) Kota Administrasi Jakarta Utara di RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, disambut antuasiasme warga, mengingat dengan program seperti peninggian jalan dan perbaikan saluran serta penyebaran potnisasi membuat penataan lingkungan semakin cepat dilakukan.

Ketua RW 05, Asep Suprihatin, menuturkan untuk program dedi cated dilingkungannya berada di RT 4,5,6,7,8,9 dan 10 RW 05, dengan adanya kegiatan tersebut jalan-jalan yang dulunya rendah dan sering terendam banjir kini sudah lagi banjir, selain itu juga dengan adanya penghijauan tentu dapat membuat lingkungan jadi enak dipandang dan sangat mendukung program hijau royo-royo.

Untuk perbaikan saluran air mempunyai panjang 400 meter, dan peninggian jalan adalah 25 CM dan 30 CM," terang Asep Suprihatin.

Dengan adanya tanaman ini kami siap merawat tanam supaya tetap subur, dan juga siap menjaga saluran air tetap bersih dari sampah, kata Rona, salah seorang warga RW 05, Rabu (02/01/2013).  


( Amin Hidayat )

Teks Foto : Ketua RW 05 Asep Suprihatin dan ketua RT melihat deretan potnisasi yang sudah terpasang di RT 10, Rabu (02/01/2013). 

Tangkal Rabies, Jakut Targetkan 25000 Hewan Di Vaksin


Jakarta-Meski telah dinyatakan bebas penyakit rabies sejak tahun 2004 lalu, namun kegiatan vaksinasi hewan untuk memberantas penyakit itu terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Di Jakarta Utara, Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan setempat bahkan menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 2.500 hewan penular rabies (HPR) sepanjang tahun 2013.

"Seiring meningkatnya jumlah populasi hewan penular rabies, kami menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 2.500 hewan HPR. Sedangkan tahun lalu kami hanya menargetkan 1.500 HPR yang divaksinasi," ujar Renova Ida Siahaan, Kasie Peternakan Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara, Rabu (2/1).

Sedangkan di tahun 2012 lalu, kata Renova, pihaknya berhasil memvaksin 1.321 HPR dan mengamankan 541 HPR liar yang terdiri dari 32 ekor anjing, 507 kucing, dan 2 kera. Hewan-hewan itu kemudian ditampung di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI), Ragunan, Jakarta Selatan. "

Adapun tujuan pemberian vaksinasi ini memberikan kekebalan terhadap penyakit rabies kepada hewan pembawa rabies. Selain itu, vaksinasi ini juga untuk melindungi masyarakat terhadap hewan penular rabies. "Titik rawan hewan tersebut biasanya di tempat pelelangan ikan, pasar, terminal dan rumah makan. Di tempat-tempat itu, hewan tersebut biasanya liar dan tidak pemiliknya," tandasnya.

Bagi masyarakat yang memelihara hewan-hewan tersebut, dikatakan Renova, harus merawatnya dengan baik dan rutin memberikan vaksinasi rabies. Selain itu, hewan peliharaannya tidak dilepas serta harus dikandangkan maupun dirantai. "Hal ini diatur dalam Perda No 11 Tahun 1995 tentang Pengawasan Hewan Rentan Rabies serta Pencegahan dan Penanganan Rabies di DKI Jakarta. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau diliarkan akan kami tertibkan," tambahnya.


Selasa, 01 Januari 2013

LMK dan Warga RBU Akan Kembangkan Budidaya Cacing Tanah


Jakarta- Berkat ketekunan dan kekompakan serta kerjasama warga, Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK) serta pengurus RT dan RW dilingkungan RW 03 Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja Kota Administrasi Jakarta Utara, saat di RT 02/03 telah hadir Saung Jaya, yang didalamnya tumbuh berbagai jenis tanaman toga serta tempat pengembang biakan ikan yaitu ikan lele dan ikan mas.

Menurut anggota LMK RW 03, Sulaeman, menjelaskan dulunya lokasi ini adalah tempat pembuang sampah, dengan kerja keras dan ikhlas serta dalam suasana kekeluargaan, maka saat ini telah berdiri Saun Jaya, yang telah berdiri sejak 6 bulan yang lalu.

Di Saung Jaya, telah ada jenis tanaman obat untuk keluarga (toga), seperti Sirih Merah, Ginseng, pandan, dan Kunyit. Jenis tanaman yang paling banyak diambil warga sekitar yaitu pandan.Sedangkan untuk budidaya ikan lele di Saung Jaya telah dilakukan panen ikan lele, yang mana hasilnya dimanfaatkan oleh warga sekitar sini, belum lama ini. Saung Jaya bisa terwujud berkat adanya swadya masyarakat. Dan kedepan warga bersama pengurus RT dan RW akan mengembangakan budidaya Cacing Tanah, dimana budidaya Cacing Tanah tersebut akan didanai melalui dana PNPM Mandiri Perkotaan,  terang Sulaeman, Rabu (01/01/2013).

Dakui oleh Sulaeman, bahwa hasil budidaya tanaman dan budidaya ikan baik lele maupun ikan mas belum maksimal, untuk itu saya berharap agar pihak terkait dapat memberikan penyuluhan kepada kami dalam rangka pengembangan budidaya tanaman toga serta budidaya ikan.

"Kami sangat medukung langkah inovatif dari warga, LMK serta pengurus RT dan RW yang tengah menyempurnakan Saung Jaya," terang Jadi (45), warga saat ditemui dilokasi Saung Jaya, Rabu (02/01/2013).

( Teks Foto : Sulaeman sedang menyiram tanam di Saung Jaya, Kelurahan RBU, Koja, Jakarta Utara).

(Amin Hidayat)

Menu Ala Hongkong Di GO Veggie


Jakarta-Ada pencinta menu vegetarian mungkin Anda bisa mencoba mendatangi Go, Veggie, yang terletak di Muara Karang Raya, Penjaringan, Jakarta Utara. Direstoran tersebut saat ini juga ada menu baru ala Hongkong. Menu tersebut disajikan untuk memanjankan lidah para pengunjung restorant. Untuk menu-menunya yaitu, Vege Bebek Peking, Vege Mushroom, Abalone dan Vege Salad dingin.Sejak dibuka setahun lalu, Go Veggie banyak dikunjungi oleh pengunjung.( Amin Hidayat )




Seragam Batik Betawi Bagi PNS


Jakarta-Hari Pertama masuk kerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (02/01),  sudah mulai menggunakan Pakaian Dinas budaya Betawi. Penggunaan pakai dinas budaya Betawi tersebut telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 209 Tahun 2012.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo  mengatakan, penggunaan seragam bercorak budaya Betawi akan diwajibkan. Bahkan dipaksakan untuk diterapkan.

"Pakaian adat Betawi akan kita terapkan mulai Januari untuk semuanya, tidak terkecuali gubernurnya," kata Jokowi, Kamis (27/12/2012) lalu. Selain mewajibkan penggunaan seragam bercorak Bertawi, juga akan ditingkatkan penggunaan budaya tersebut dalam empat program lainnya, seperti muatan lokal (mulok) mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. ( Amin Hidayat )

Kutipan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 209 Tahun 2012,
Paragraf Keempat PDH Khas Daerah Pasal 6


1. Pakaian Khas Daerah terdiri dari :
    a. Pakaian Sadariah, dan
    b. Kebaya Krancang.

2. Pakaian Sadariah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipakai oleh Laki-laki, terdiri dari :
   a.baju sadariah lengan panjang warna bebas bernuansa pastel (lembut) dengan krah shanghai,   berkancing dalam, kantong bobok kiri atas serta kantong samping kiri dan kanan,
   b. celana panjang warna hitam atau warna hitam atau warna gelap tidak berbahan jeans, kain sarung bercorak bebas,
  c.  peci nasional warna hitam polos, dan
  d.  sepatu pantovel warna hitam/menyesuaikan.

3. Kebaya krancang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dipakai oleh wanita, terdiri dari
    a. kebaya kerancang bordir bolong warna bebas bernuansa pastel (lembut),leher bentuk V atau krah
        shanghai, ujung bawah lancip, panjang dibawah pinggul,
    b. kian sarung bermotif pucuk rebung dengan panjang di atas mata kaki dan menutupi betis atau
        celana panjang longgar dengan model bagian depan tertutup kain puncuk rebung (kulot)
   c.  sepatu pantovel warna hitam/menyesuaikan, dan
   d.  kerudung dan kelengkapan aksesoris menyesuaikan.


(Teks Foto : salah seorang Staf Kominfo dan Humas menggunakan Pakai Khas Daerah budaya Betawi)

Kantor Lurah Tergenang Banjir Rob, Pelayanan KTP Pindah ke Puskesmas

Jakarta-Banjir rob yang menggenangi kantor Kelurahan Kapuk Muara, sejak malam Natal, Senin (24/12/2012), menghambat aktifitas pelayanan administrasi kependudukan warga. Salah satunya adalah pelayanan perekaman e-KTP, perpanjangan KTP, Kartu Keluarga,dan permohonan akte kelahiran.

Untuk tetap bisa melayani pelayanan tersebut, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara, menerjunkan mobil pelayanan keliling administrasi kependudukan di halaman kantor Puskesmas Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan Jakarta Utara, Sabtu (29/12/2012) lalu.

Pelayanan tersebut pun disambut antusias warga. Suta (45), warga RW 9 Kapuk Muara, Penjaringan, mengatakan, sejak seminggu lalu, ia hendak melakukan perekaman e-KTP. Namun, hal tersebut terpaksa tertunda karena banjir rob menggenangi jalan menuju kantor kelurahan beserta kantor kelurahan.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Edison Sianturi, mengatakan, pelayanan tersebut diberikan karena pelayanan administrasi kependudukan di kantor Kelurahan Kapuk Muara terganggu karena terjadinya banjir rob. Terganggunya pelayanan tersebut, kata Edison, karena peralatan dan perlengkapan untuk pelayanan administrasi kependudukan seperti jaringan sedang dipindahkan ke lantai dua.

"Jadinya dengan adanya pelayanan mobile ini, kami harap, warga bisa memanfaatkannya. Pelayanan juga akan terus berjalan, hingga tidak mengganggu kebutuhan warga akan pelayanan administrasi kependuduka," kata Edison.

( Amin Hidayat )

Perolehan ZIS, Kota Jaksel Geser Jaktim

Jakarta-Kota Administrasi Jakarta Selatan berhasil menggeser dominasi Jakarta Timur pada penutupan buku akhir Desember 2012 dalam hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kantor Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqah (BAZIS) DKI Jakarta, akhir pekan lalu.

Kepala BAZIS Provinsi DKI H Ale Abdullah mengatakan, hasil total pengumpulan ZIS yang dikelola pihaknya hingga saat ini sebesar Rp 438,7 miliar. Untuk ZIS tahun 2012, perinciannya, Jakarta Selatan mengumpulkan dana sebesar Rp 18,2 miliar, disusul peringkat kedua Jakarta Timur Rp 17,7 miliar, peringkat III Jakarta Barat Rp 11,8 miliar, disusul Jakarta Pusat Rp 9,5 miliar, Jakarta Utara Rp 7,5 miliar, dan Kabupaten Kepulauan Seribu Rp 374 juta.

( Amin Hidayat )