Minggu, 01 September 2013

Beras Gratis Bagi Warga Rorotan


Jakarta-Sebagai wujud membantu sesama, Yayasan Budha Tzu Chi bekerjasama dengan PT. Bina Sainar Amity ( BSA ) dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memberikan bantuan beras bagi warga Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara


Untuk mendapatkanya, warga cukup menukarkan kupon kepada panitia untuk mendapatkan 20 kg beras secara gratis. Sebanyak 2.500 kupon telah diberikan oleh panitia kepada warga Rorotan.

“Pemberian beras gratis ini dirasakan dapat membantu masyarakat namun ada yang lebih penting lagi yaitu bantuan pendidikan untuk biaya transportasi anak sekolah dan berbagai keperluannya,” ungkap Tri Kurniadi saat menghadiri acara bakti sosial pemberian beras cinta kasih Tzu Chi di PT BSA, Cakung, Jakarta, Sabtu (31/8).

Menurutnya, walaupun sekolah telah digratiskan dan siswa mendapatkan Kartu Jakarta Pintar namun warga masih membutuhkan biaya transportasi menuju sekolah. “Kita harapkan kedepannya bisa lebih mengarah ke pendidikan,” tutur Wakil Walikota.

Sementara itu, Lurah Rorotan, Dwi Kurniasih menjelaskan, dari 2.500 kupon yang disediakan PT BSA, jumlah warga yang terdata hanya 2.190 untuk 12 RW yang berada di wilayah Kelurahan Rorotan.

Warga Keluhkan Flat Cilincing Kumuh


Jakarta-Flat Cilincing yang berada di Jalan Alteri Marunda, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mulai di gunakan oleh sebagian besar warga korban pengusuran dari kawasan Semper, Koja, Jakarta Utara. Kondisi flat Cilincing  tersebut saat ini memerlukan perhatian pemerintah karena kondisi saat ini,  flat tersebut mengancam keselamatan warga.

Tangganya rusak, anak kecil ada yang jatuh, dan kondisi tersebut bisa mengancam keselamatan keluarga kami,” kata Abudi, 47, saat berdialog dengan Sekretaris Kota ( Sekko ) Jakarta Utara Muhammaad Yuliadi, kemarin.

Masih dikatakan Abudi, flat dengan 4 blok yang dihuni 198 kepala keluarga ( KK ) sangat membutuhkan perbaikan. Selain itu juga kondisi flat saat ini juga kumuh, kotor, dan tidak terurus membuat pemadangan tidak nikmat dipandang.Seperti, adanya tumpukan sampah dan ini sudah menjadi pandangan biasa bagi warga penghuni flat.

Berkaitan dengan hal itu, Sekko Muhammad Yuliadi menuturkan, kami tidak bisa berbuat banyak, karena flat tersebut tidak di kelola oleh pemerintah, tetapi dikelola oleh pihak PT. Pelindo II, “ kata Muhamaad Yuliadi.

Namun dalam hal ini, ditambahkan Muhammad Yuliadi, dia meminta warga tidak khawatir. Kami dalam hal ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjembati aspirasi masyarakat dengan pihak PT. Pelindo II.

Teks Foto : Sekko berdialog dengan warga penghuni flat Cilincing   

Miniatur Rumah Si Pitung Raih Juara

Walikota memberikan keterangan kepada wartawan
Jakarta-Rumah pendekar silat asli betawi Si Pitung, hadir di lapangan Monumen Nasional (Monas). Meski hanya sebuah miniatur, rumah panggung berukuran 3 x 7 meter persegi in berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung Lebaran Betawi 1434H, yang di gelar dari tanggal 31 September-01 Agustus 2013.

Rumah Si Pitung menjadi ikon yang ditampilkan Kota Administrasi Jakarta Utara. Rumah asli pendekar yang gigih melawan penjajah dan centeng-centeng bayaran itu terletak di Marunda, Jakarta Utara. "Ini rumah Si Pitung itu, pendekar asli Betawi yang jago silat lawan penjajah Belanda. Yang asli di Marunda. Di kegiatan Lebaran Betawi 2013, miniatur rumah Si Pitung berhasil meraih juara 2 setelah Jakarta Pusat," terang Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiono, disela-sela kegiatan Lebaran Betawi, di Lapangan Silang Monas Timur, Minggu (01/09/2013) .

Sejumlah pengunjung mengaku penasaran dengan rumah Si Pitung yang tersohor itu. Meski ukurannya kecil, puluhan warga mencoba untuk masuk ke dalam rymah yang berwana merah marun itu. "Ini yah rumah Si Pitung, dari mana masuknya sih. Kayak gimana di dalamnya," tanya Rudi, salah seorang pengunjung Lebaran Betawi yang menyempatkan diri berkunjung ke rumah Si Pitung. 

Miniatur rumah Si Pitung di Lebaran Betawi 2013
Ziara-Sebagai rangkaian menjelang Haul Al Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono berziarah ke Makam Luar Batang, Penjaringan, Sabtu ( 31/08/2013). 

Cegah DBD Dengan PSN

Jakarta-Untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara rutin melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan memonitoring langsung kegiatan itu di wilayah setiap Jumat. .

“Cukup setengah jam mulai Pukul 09.00 WIB sampai Pukul 09.30 WIB kita bisa laksanakan kegiatan PSN dengan menguras, mengubur dan menutup (3M). Jika rutin diterapkan maka akan mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk aedes agepthy,” ungkap Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, saat memantau kegiatan PSN di RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jumat (30/08/2013) lalu.

Ia juga mengharapkan, partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. “Semua harus bergerak untuk mencegah penyebaran penyakit DBD,” tegas Tri Kurniadi didampingi Camat Penjaringan, Rusdianto dan Lurah Penjaringan, Suranta.

Dalam kunjungannya, Wakil Walikota Jakarta Utara bersama jajarannya turun langsung meninjau tempat penampungan air di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ifadah, Masjid Jami Rahmatuh Ummah, serta mandi cuci kakus ( MCK ) yang merupakan program corporate social responsibility ( CSR )  PT Jakarta Propertindo, serta di saluran air dan rumah warga.

Jokowi Berharap Kaum Muda Jakarta Peduli Kebudayaan Betawi

Duta Besar Negara sahabat memberikan ucapan kepada Gubernur DKI
Jakarta-Lebaran bernuansa Betawi digelar selama dua hari, di Lapangan Silang Monas, mulai tanggal 31 Agustus-1 September 2013. Konsep acara dikemas dengan pesta taman dan dilengkapi dengan simulasi perkampungan Betawi di tengah kebhinekaan budaya Jakarta. Berbagai atraksi budaya khas Betawi turut ditampilkan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang turut menghadiri acara Lebaran Betawi 1431 H di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Dengan adanya acara ini, Jokowi berharap masyarakat bisa lebih mengenal kebudayaan Betawi.

Jokowi yang hadir mengenakan baju khas adat Betawi warna hitam ini menyebutkan beberapa makanan khas Betawi, seperti dodol, kembang goyang, akar kelapa.

Jokowi berharap, acara Lebaran Betawi dan kebudayaan Betawi lainnya dapat terus dilestarikan. Salah satu caranya, pada Oktober mendatang, Pemprov DKI akan menggelar Pasar Malam (Night Market) setiap Sabtu malam di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, depan Gedung Balai Kota DKI.

"Ratusan makanan yang berjenis-jenis, semuanya akan terangkat. Jadi ngerti. Acara ini untuk pengenalan budaya Betawi sebagai karakter dan identitas kota. Acara itu rutin setiap malam minggu, di night market. Isinya kuliner Betawi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Jokowi juga berharap, anak-anak muda di Jakarta bisa lebih peduli terhadap kebudayaan Betawi. Untuk acara Lebaran Betawi yang akan datang, akan lebih banyak mengundang anak-anak muda agar jadi lebih tahu tentang kebudayaan Betawi.

Selain dihadiri oleh Jokowi, di Lebaran Betawi tersebut, turut pula dihadiri Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Eddie M Nalapraya, para pejabat Pemerintah DKI Jakarta dan pejabat di lima wilayah Kota serta Kepulauan Seribu, dan para Duta Besar negara sahabat. 

Jokowi Bangga Rayakan Lebaran Betawi Ame Warge

Gubernur menerima makanan khas Betawi dari Walikota Jakarta Utara
Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Lebaran Betawi Tahun 2013 di Silang Monas Timur, Jakarta Pusat. Mengenakan pakaian adat Betawi berupa jas tertutup yang dipadankan dengan celana pantalon (ujung serong), Jokowi disambut atraksi barongsai dan pencak silat yang disertai pantun Betawi.

Jokowi yang hadir dalam Lebaran Betawi tersebut didampingi beberapa tokoh masyarakat Betawi kemudian disambut lagi dengan tarian selamat datang berupa Tari Jambing dan Zapin Bi Halal.

Tahun ini, Lebaran Betawi dimeriahkan berbagai penampilan budaya khas Betawi, seperti tarian, tanjidor, gambang kromong, keroncong Jakarta, wayang kulit Betawi, ondel-ondel, layar tancap, lenong Betawi, palang pintu, topeng, serta permainan tradisional Betawi. Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terpilih menjadi panitia pelaksana acara Lebaran Betawi kali ini.

Dalam suasana adat Betawi yang kental, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memilih menggunakan dialek Betawi dalam sambutannya. Mantan Wali Kota Surakarta ini berharap momen Lebaran digunakan sebaik-baiknya untuk saling bersilaturahmi. Tidak hanya para pemuda yang mendatangi orang tua, namun juga sebaliknya. Begitu pula dengan para pejabat, untuk tidak hanya menunggu rakyat datang meminta maaf.

"Selalu redo, rame, rempug, silaturahim bukan cuma peraya yang mudaan yang datengin yang tuan. Tapi semua orang yang belum sempet dateng. Kalo peribahasa kate Betawi, kayak kuali ketemu bekep, buat pejabat DKI untuk ngedelengin dan menyerap kemauan masyarakat," ujar Jokowi di kawasan Monas, Minggu (1/9/2013).

Jokowi mengaku senang dapat bertatap muka langsung dengan warga DKI, terutama masyarakat dan tokoh Betawi, serta berbagai etnis yang ada di Jakarta.Jokowi mengaku senang dapat bertatap muka langsung dengan warga DKI, terutama masyarakat dan tokoh Betawi, serta berbagai etnis yang ada di Jakarta.

Selain itu juga, Jokowi berharap momen Lebaran Betawi ini menjadi pemersatu semua kalangan di DKI untuk bersama-sama mewujudkan dan membangun pondasi menuju Jakarta Baru. Dia juga menginginkan generasi muda Jakarta menjadikan perhelatan Lebaran Betawi sebagai ajang mempelajari serta merawat tradisi asli Betawi.

Para wali kota dan bupati di 5 wilayah DKI kemudian saling bersalaman sambil menyerahkan beberapa makanan khas Betawi, seperti dodol Betawi, asinan Betawi, dan lain-lain.