Selasa, 03 September 2013

Hasil Kesepakatan, Penataan TPU Kampung Mangga Dihentikan Sementara



Jakarta-Mediasi antara ahli waris dan Pemerintah Kota Jakarta Utara terkait penataan (plakatisasi) makam TPU Kampung Mangga, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara hari ini menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan penataan yang menimbulkan kericuhan pekan lalu.

"Hari ini kami berhasil mengumpulkan ahli waris. Kami sepakat plakatisasi akan dihentikan dulu,"ujar Sekretaris Kota Administrasi Pemerintahan Kota Jakarta Utara M. Yuliadi ketika ditemui usai mediasi, Selasa, 3 September 2013.

Yuliadi mengatakan, keputusan untuk menghentikan penataan diambil karena sosialisasi ternyata belum merata. Selain itu, belum semua ahli waris menyetujui adanya penataan tersebut meskipun secara status TPU Kampung Mangga sudah diwakafkan.

Yuliadi menuturkan, untuk bisa melakukan penataan, dibutuhkan persetujuan dari seluruh ahli waris makam yang hendak ditata. Diketahui, total ada 524 makam yang hendak di-plakatisasi.

"Dari 524 ahli waris, kurang lebih 200 sudah setuju akan penataan. Nah, yang belum, akan kami sosialisasikan ulang soal penataan,"ujar Yuliadi.

Lebih jauh Yuliadi menjelaskan, sosialisasi ini akan melibatkan elemen masyarakat serta tokoh di sekitar TPU Kampung Mangga. Dengan begitu, diharapkan, sosialisasi bisa dapat berjalan dengan lancar dan merata.

"Sejak awal memang ada kesepakatan bahwa para ahli waris ini harus selalu dilibiatkan dalam setiap pembahasan. Nanti saya minta tolong Haji Nurdin untuk sosialisasi ulang hingga titik temu," tambah Yuliadi.

Secara terpisah, Haji Nurdin selaku tokoh masyarakat di TPU Kampung Mangga, mengaku siap terlibat dalam sosialisasi ulang. Ia berencana akan mengumpulkan ahli waris di rumahnya dalam waktu dekat.

Hal senada diucapkan oleh anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari fraksi PKS Yusria Zinun. Ia mengaku mendukung penghentian penataan ini sampai ada kesepakatan dari para ahli waris dengan alasan sosialisasi yang sebelumnya terlalu terburu-buru.

Senin, 02 September 2013

Warga dan Pengusaha Swadaya Tinggikan Jalan SMPN 122


Jakarta-Seringnya jalan SMPN 122, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara ( Jakut ) terendam rob setiap harinya antara 20 – 30 cm, mendorong warga melaksanakan swadaya meninggikan jalan tersebut.

Purnomo, Lurah Kapuk Muara menuturkan, sebelum dilakukan peninggian Jalan SMPN 122, dalam hal ini terlebih dahulu dilaksanakan musyawarah warga dengan melibatkan pengusahan di wilayah Kapuk Muara.

Musyawarah ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono serta Camat Penjaringan Rusdiyanto, bahwa dalam Jakarta Baru Lurah harus lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, kata Purnomo, Senin (02/09/2013).

Dari hasil musyawarah tersebut, dia kembali menjelaskan, disepakati dilaksanakan peninggian jalan tersebut  secara swadaya murni masyaerakat dengan bantuan dari para pengusaha.

Untuk kepanitian peninggian jalan, dijelaskan olehnya, melibatkan Tripika, LMK,RW, pengusaha, dan tokoh masyarakat. Selain itu, dalam hal pengumpulan dan penggunaan dana,  terbuka untuk umum, transparan dan mengutamakan efisiensi.

Tiap Jumat dilaksanakan evaluasi oleh seluruh panitia. Dalam kegiatan itu juga, turut pula dibuka  sesi pembertian saran baik dari para penguna jalan serta para donator, ujar Purnomo.               

Peninggian jalan sendiri, terang dia, dilaksanakan sepanjang 367, dengan lebar 6 meter, dan tinggi 40-50 cm. Selain dilaksanakan peninggian jalan, turut pula dilaksanakan kegiatan angkat dan pasang tutp saluran di depan SDN 03,04, 05 dan 06 dengan volume 150. Biaya peninggian jalan dan pengerjaan angkat dan pasang tutup saluran menelan biaya, sebesar Rp 464. 320.000.

Proses pengerjaan jalan sendiri, ditambahkan olehnya,  telah dilaksanakan sejak Rabu, 21 Agustus 2013 lalu, dan diperkirakan selesai pengerjaan pada akhir Oktober 2013.

Eceng Gondok di Danau Sunter Mulai Dibersihkan



Zainuri
Jakarta-Menjawab keluhan warga atas keberadaan eceng gondok di Danau Sunter, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara ( Jakut ), suku dinas ( sudin ) kebersihan berkordinasi dengan Sudin PU Tata Air, serta Dinas PU DKI Jakarta, mulai Sabtu (31/08/2013) lalu melaksanakan pembersihan eceng gondok yang tumbuh cepat di Danau Sunter. 

Zainuri, Kepala Sudin Kebersihan Jakut menuturkan, pembersihan eceng gondok di Danau Sunter tersebut menggunakan beko milik dinas PU DKI Jakarta, dimana terlebih dahulu pihaknya berkordinasi baik dengan Sudin PU serta Dinas PU DKI Jakarta.
   
Melihat kondisi lapangan, masih kata dia, yang cukup luas proses pengangkatan eceng gondok di Danau Sunter bisa memakan waktu dua minggu. 

Alasan dipilihnya pembersihan eceng gondok di lokasi tersebut, dia menambahkan karena lokasi tersebut merupakan tempat rekreasi serta sebagai tempat sarana latihan bagi para atlit. 

“Setelah eceng gondok bersih dari Danau Sunter, maka kami siap beralih ke lokasi lainnya, “ kata Zainuri, saat di temui seusai rapat pimpinan tingkat Kota bulan September 2013, Senin (02/09/2013).

Utamakan Pelayanan Publik



Suyono
Jakarta-Pegawai negeri sipil (PNS) sebagai abdi negara dalam melaksanakan tugasnya harus seimbang. Terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamri. Hal inilah yang terus digalakan oleh Lurah Tanjung Priok Suyono. 

Lurah Tanjung Priok Suyono menuturkan, majunya sebuah wilayah harus didasari dari pelayanan publiknya. Seperti melayani warga dalam pembuatan KTP, Kartu Keluarga ( KK ), dan pelayanan umum lainnya.

Diterangkan kembali oleh mantan Sekretaris Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pihaknya dalam hal ini selalu memberikan penjelasan kepada Wakil Lurah, Sekretraris Kelurahan, dan seluruh staf, bahwa sehebat apapun orang tidak mungkin bisa bekerja sendiri dan tentu saja memerlukan kerjasama atau bantuan dari orang lain. 

“Saya selalu memberikan penjelasan bahwa kita adalah suatu team work yang solid, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, ” kata Suyono. 

Selain megutamakan pelayanan kepada publik, pihaknya juga selalu memberikan contoh kepada para staf kelurahan, yaitu pihaknya selalu datang ke kantor setiap hari jam 06.30 WIB.

   

220 Pemanfaat KJK PEMK Kalibaru

Suparba
Jakarta-Untuk membantu warga yang mempunyai usaha mikro dan membutuhkan tambahan modal. Pemerintah Provinsi (Pemprov ) DKI Jakarta telah mempunyai Koperasi Jasa Keuangan ( KJK ) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan ( PEMK ) yang berada di kantor kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Satu diantaranya, KJK PEMK Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.     

Suparba, Ketua KJK Kalibaru menuturkan, hingga saat ini sebanyak 220 warga yang berasal dari 14 RW telah menjadi anggota, dan telah memfaatkan dana bina ekonomi yang dikelola oleh KJK PEMK Kalibaru. Warga yang paling banyak memanfaatkan dana bina ekonomi berasal dari RW 04 dengan jenis usaha mikro yaitu warung kelontongan. Sedangkan anggota KJK PEMK yang masuk daftar tunggu, guna memperoleh dana pinjaman hingga saat ini tercatat sebanyak 35 orang.

"KJK PEMK Kalibaru telah melaksanakan rapat anggota tahunan ( RAT ) pada bulan Febuari lalu untuk tahun buku 2012," ujar Suparba, saat ditemui di kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (02/09/2013).

bagi anggota yang masuk daftara tunggu, kembali dia menambahkan dalam hal ini pihaknya telah mengajukan dana tambahan ke UPDB. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban. Selain mengajukan dana tambahan kepada UPDB, pihaknya dalam hal ini juga saat ini tengah mencari terobosan baru dengan bekerjasama dengan pihak lain.

   

Minggu, 01 September 2013

Pramono Edhie Wibowo Hadiri Halal Bihalal KKSS


Pramono Edhie Wibowo
Jakarta-Pasca-keputusan Komite Konvensi penjaringan calon presiden (capres) Partai Demokrat yang menetapkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu sebagai salah satu calon peserta konvensi. Pramono Edhie Wibowo pun mulai rajin menemui kelompok masyarakat untuk mengenalkan diri.

Contohnya ketika Pramono-panggilan akrab - Pramono Edhie Wibowo muncul dalam acara halal bi halal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Gedung Islamic Center, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (31/08/2013) lalu. 


Dalam sambutannya Pramono mengaku ingin menjalin tali silaturahmi dengan semua kalangan.


"Silaturahmi ini langkah yang baik untuk menjalin kerukunan dan mempererat persatuan dan kesatuan," katanya di depan sekitar 2500 tamu undangan.

Gambang Keromo Hibur Warga di Lebaran Betawi


Penampilan gambang keromo di Lebaran Betawi 2013

Jakarta-Ada yang unik di Lebaran Betawi tahun ini, khususnya di stand Kota Administrasi Jakarta Utara. Di stand milik Jakut tersebut Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menyuguhkan kesenian gambang keromo


Penampilan gambang keromo tersebut tentu saja menghibur warga yang mengujungi stand Jakut.  


Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menuturkan, Lebaran Betawi disini wadah komunikasi dan silaturahmi masyarakat Jakarta yang majemuk dengan mengangkat tradisi nilai keluhuran masyarakat Betawi.


"Sama seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, pada Lebaran Betawi tahun ini banyak pertunjukan budaya betawi," kataWalikota, Jakarta, Minggu ( 01/09/2013).

Dalam kegiatan tersebut, Walikota mengungkapkan, Pemerintah Kota Jakarta Utara menampilkan sejumlah kebudayaan dan lokasi wisata yang menjadi andalan.

"Untuk Jakarta Utara, pada kegiatan tersebut, kami akan menampilkan rumah khas Si Pitung, kesenian khas betawi yakni gambang kromong, tanjidor, dan keroncong tugu," ungkap Walikota.


Mirsan, 43, salah seorang pengunjung yang menyempat diri berkunjung ke stand Jakut mengaku cukup terhibur dengan tampilnya gambang keromo.


“Penampilannya bagus, dan berharap agar kedepan pertunjukkan seperti ini bisa terus di pertahankan, dan ini sebagai wujud memperkenalkan kesenian asli Betawi kepada masyarakat, “ terang Mirsan.