Senin, 04 November 2013

Pupuk kerukunan, warga Sungai Bambu gelar kerja bakti



Jakarta-Warga Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), bersama aparat Kelurahan mengadakan kegiatan kerja bakti, dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.

Kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap hari Minggu ini, selain untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, juga untuk memupuk rasa kebersamaan demi terciptanya kerukunan diantara warga.

Lurah Sungai Bambu, Samsu Rizal Khadafi, memberikan apresiasinya kepada warga, yang dengan kesadarannya sendiri beramai-ramai melakukan kerja bakti guna membersihkan lingkungan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

“Kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu, menjadi jadwal rutin dilingkungan Kelurahan Sungai Bambu. Selain itu, kerja bakti ini adalah bagian dari rasa kebersamaan demi terciptanya kerukunan diantara warga di Kelurahan Sungai Bambu,” ujar Samsu Rizal Khadafi didampingi Ketua RW 09, Marodji, disela-sela kerja bakti di RW 09, Minggu (03/11/2013).

Ia menambahkan, rasa kebersamaan itu terlihat dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti, sekaligus untuk menciptakan lingkungan bersih, indah serta sebagai wujud antisipasi datangnya bencana banjir.

“Disini saya melihat langsung rasa kebersamaan itu, kita semua saling bergotong royong untuk mengangkut sampah dan mengangkat lumpur dari saluran air,” terang Samsu Rizal Khadafi.

Pemkot Jakut Bantu Korban Kebakaran Kampung Kandang



Walikota Jakarta Utara memberikan bantuan beras secara langsung kepada warga
Jakarta-Kebakaran yang terjadi pada Selasa (1/10/2013) lalu, telah menghanguskan 1.325 rumah tinggal di Kampung Kandang, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Sebanyak 5.300 jiwa kehilangan tempat tinggalnya. Lokasi kejadian berada di RT 007, 008 dan 009 yang merupakan wilayah RW 13.

Senin (04/11/2013), Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono didampingi Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Hubungan Masyarakat ( Kominfomas), Hasmi Chalid, Kepala Suku Dinas Sosial, Ika Lestari Adji, Camat Kelapa Gading Juvan R. Tampubolon, dan Lurah Kelapa Gading Barat, Sugiharjo Timbo mengunjungi korban kebakaran tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, walikota memberikan bantuan berupa beras kepada 1.325 KK ( kepala keluarga ) korban kebakaran, dimana setiap KKnya mendapat 10 kilogram beras.
“Saya menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa warga Kampung Kandang Kelapa Gading Barat , dan semua itu pasti ada hikmahnya,” ujar walikota kepada warga. 
Dalam kesempatan tersebut, walikota turut menjelaskan, bahwa Minggu ini dilakukan pendataan inventarisasi bangunan yang terbakar dengan melibatkan 44 warga/ pengurus RW Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Lilis (34), salah seorang warga penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan ini.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, dan saya berharap agar Pemkot Jakarta Utara bisa memikirkan nasib kami kedepan,” harapnya kepada walikota.

Minggu, 03 November 2013

Walikota Tinjau Pembuatan Embun



Jakarta-Satu lagi program Gubernur DKI dalam rangka mengatasi banjir adalah pembuatan embung di tempat - tempat yang dinilai rawan genangan/banjir.


Seperti halnya pembuatan embung di wilayah Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara sangatlah setrategi, ujar Walikota saat meninjau pelaksanaan pembuatan embung, Minggu (03/11/2013) .

Sebelumnya dilokasi tersebut banyak bangunan liar dan saat ini telah bersih, tinggal memulai saja kegiatannya, Jelas Walikota yang didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Junaedi,Camat Penjaringan Rusdianto, bersama Lurah Pejagalan Alamsah.

Pembuatan embung ini sudah diterapkan di negara - negara maju, misnya saja di negara Eropan, Amerika dan Australia, bahkan Cina juga sudah mulai membuatnya, tandas Walikota.



2.100 Anak Jalanan Telah Mendapat Binaan Di Rumah Singgah Jakarta Utara


Ika Lestari Adji
Jakarta- Untuk menjamin agar anak jalanan di wilayah Jakarta Utara dapat terus melanjutkan sekolahnya dan terus mendapatkan pembinaan, Suku Dinas Sosial Pemkot Jakarta Utara telah melaksanakan pembinaan di enam rumah singgah yang tersebar di Kota Administrasi Jakarta Utara ( Jakut ).

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Adji menuturkan, enam rumah tersebut terdapat di wilayah Kecamatan Penjaringan terdapat 1 rumah, Kecamatan Cilincing (1 ), Kecamatan Koja ( 3 ), dan Kecamatan Pademangan (1).

“ Dari enam rumah singgah di Jakarta Utara, lima  rumah singgah sangat intensif  dan berkordinasi dengan pemerintah. Dimana satu rumah singgah masih di Jakarta Utara, yaitu milik ibu kembar saat ini telah mandiri dan terus melakukan ekspansif. Ekspansi yang dilakukan oleh ibu kembar tersebut, tentu saja sangat mendorong timbulnya rumah-rumah singgah baru di wilayah Jakarta Utara ,”terang Ika Lestari Adji, disela-sela acara Kordinasi dan Sosialisasi Perlindungan Anak dan Perempuang Tingkat Kota Jakarta Utara, di Balai Yos Sudarso Lantai 3, Kompleks Kantor  Walikota Jakarta Utara, Rabu ( 23/10/2013) lalu.

Berkaitan dengan adanya rencana penambahan rumah singgah, Ika Lestari, siap mendukung pimpinan, dan kita akan mencoba bersama masyarakat sambil mencari binaan baru atau bibit baru. 

Untuk jumlah anak jalan yang telah dibina di lima rumah singgah, di wilayah Jakarta Utara dari hasil pendataan terbaru saat ini hampir mencapai 2100 anak jalanan, terang Ika Lestari Adji.

Sebelumnya, berkaiatan rencana penambahan rumah singgah, Pemerintah Pemprov DKI Jakarta berencana akan menambah rumah aman dan rumah singgah untuk anak jalanan.

Pembangunan rumah singgah itu untuk menjamin perlindungan dan kesejahteraan anak jalanan atau korban kekerasan.Rencana pembangunan itu akan diusulkan dalam RAPBN DKI 2014.

“Kita lagi bikin surat untuk membuat rumah aman bagi anak-anak korban kekerasan,” kata Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama ( Ahok ) di Balai Kota DKI Jakarta , belum lama ini.

Bagi Pemprov DKI, kesejahteraan anak jalanan, anak korban kekerasan, dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu merupakan program prioritas. Karena itu, dia sudah menginstruksikan lurah, camat dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar mendata anak-anak itu.

Menurut Ahok, pendataan itu dilakukan agar Pemprov DKI Jakarta dapat memberi jaminan kepada anak-anak itu. Juga, pendidikan mereka tidak akan terputus karena menghadapi kemdala yang ada.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta sudah bertekad tidak boleh ada satupun anak yang putus sekolah dengan alasan mencarai uang untuk sekolah. “Jadi tidak ada alasan dia cari uang untuk sekolah,”ujarnya.

Warga Jabodetabek Joget ala Caesar di Amphitheatre Waduk Pluit

Jakarta-Rautasan warga dan anak-anak yang berasal dari Jabodetabek berjoget ala Caesar di Taman Amphitheatre Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu ( 3/11/2013 ). 

Ratusan pengunjung dari Jabodetabek, baik anak-anak maupun ibu-ibu asyik bergoyang untuk mendapatkan saweran dari Koordinator Normalisasi Waduk Pluit, Heryanto. 

“Terima kasih ya Allah, atas rezeki yang Engkau berikan kepada kami pagi ini,” teriak Ny Emah sambil bersujud saat melihat anaknya, Deny, mendapat saweran Rp200 ribu lantaran berjoget dengan penuh semangat.

Pengunjung juga senang melihat perubahan kawasan Waduk Pluit yang kini bernilai wisata tinggi. 

Ramainya pengunjung di taman kota Waduk Pluit, lantaran warga dari berbagai penjuru Ibukota ingin melihat keindahannya. “Dulu, kondisinya kumuh dan bau, waduknya dangkal. Kini air waduk mulai bening, sebagian bangunan liar telah berubah jadi taman dan sarana olahraga,” kata Mursidi, warga Depok.

Pembangunan Amphitheatre di Taman Waduk Pluit merupakan salah satu rangkaian proyek normalisasi waduk. Taman yang dilengkapi green kiosk atau kios hijau telah diresmikan Gubernur Jokowi pada Sabtu pekan lalu dan kini tiap hari dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru.

Banyaknya pengunjung yang dihibur musik organ tunggal itu membuat Heryanto dan Lurah Tahta Yujang berinisiatif mengajak mereka untuk berjoget ala Caesar. 

 “Peserta yang goyangnya bagus mendapat hadiah dari Pak Haji Heryanto,” kata Lurah disambut tepuk tangan para pengunjung.

Normalisasi waduk yang dikelola PT Jakpro atas perintah Gubernur Jokowi dan menunjuk Heryanto sebagai koordinator pelaksana. 

Tujuan utama proyek adalah antisipasi banjir sekaligus keindahan kota, meliputi kegiatan penertiban bangunan liar, pengerukan lumpur, pembangunan taman dan sarana olahraga. 

“Proyek ini memang benar-benar untuk masyarakat. Alhamdulillah, rangkaian tahapan kegiatan berjalan lancar karena didukung masyarakat,” kata Lurah Tahta Yujang.

Luas lahan waduk seluruhnya 80 hektar. Awalnya sebagian lahan yang dikuasai ribuan bangunan liar mencapai 20 hektar. Dalam tahap proyek ini, lahan yang berhasil dibebaskan seluas 2,5 hektar dan membongkar 400-an unit bangunan, penghuninya direlokasi ke rusun.


Jelang Penilaian Adipura, Saluran Air Komposting Sindang Dibenahi




Jakarta-Jelang penilaian Piala Adipura untuk Kota Jakarta, Pemerintah Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara bersama warga melakukan berbagai pembenahan kebersihan disejumlah titik pantau Adipura. Seperti pembenahan saluran air di komposting Pasar Sindang, RW 09, Kelurahan Koja, Jakarta Utara. 

Dalam pengerjaan tersebut, warga bersama aparat kelurahan membongkar dan kembali memasang pipa saluran pembuangan air yang baru mengantikan pipa saluran air yang telah rusak.
 


"Semuanya kita buat bersih, jangan sampai gara-gara kendala kecil Adipura tidak dapat kita raih. Kita berharap tahun ini kita akan mendapatkan piala Adipura,” ujar Lurah Koja, Suhadi, Minggu (03/11/2013).

Abi (40), penggurus RW 09 yang terlibat dalam kegiatan tersebut menuturkan, bahwa saya dan warga lainnya siap mendukung dan menyukseskan agar Jakarta Utara bisa meraih Adipura pada tahun ini.  

Taman Obat-obatan



Jakarta-Sebuah terobosan dilakukan Suhadi, Lurah Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Berawal dari hobi berkebunnya. Suhadi menyulap lahan kosong di Jalan Deli Raya dengan membuat Taman Hatinya PKK yang didalamnya ada tanaman obat-obatan. 

Lurah Koja, Suhadi , menuturkan, ditaman hatinya PKK ini beberapa tanaman toga ( obat keluarga ), seperti jahe, kunyit, kencur, dan lainnya, yang bisa dimanfaatkan untuk pertolongan pertama pada penyakit ringan telah ditanam. 

“Saya ingin taman ini nantinya jadi sebuah labotarium tanaman obat-obatan bagi masyarakat khususnya kader TP PKK,” ujarnya.