Kamis, 30 Januari 2014

Kapal untuk Lawan Eceng Gondok dan Sampah di Kali Tirem


Jakarta-Dinas Kebersihan DKI Jakarta menempatkan kapal pengangkut sampah untuk membersihkan sampah di Kali Tirem,  Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perahu tersebut dilengkapi mesin penggepres sampah. 
Lurah Tanjung Priok, Suyono, menuturkan, satu perahu tersebut sudah ada di kali Tirem sejak satu minggu lalu. Dimana pengawasan atau pengoperasiannya dilakukan oleh petugas Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara. 

“Kami berharap agar kedepan, pihak Sudin Kebersihan dapat memperkerjakan warga sekitar,” kata dia, Kamis (30/01/2014). 

Dengan adanya perahu ini, maka kebersihan kali terjaga baik dari sampah dan eceng gondok. Kami juga berharap agar perahu tersebut dapat beroperasi setiap hari.   

“Kali Tirem melintasi lima kelurahan yaitu Tanjung Priok, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas, dan Papanggo,” terang dia.


Taman Waduk Pluit lokasi plesir baru bagi warga



Jakarta-Taman Waduk Pluit seluas 5 hektar kini menjadi salah satu tempat pelesiran baru bagi warga Penjaringan, Jakarta Utara. Saban hari, warga berbondong-bondong menikmati keindahan taman hiburan murah meriah itu.

Anton (30), warga Penjaringan, menuturkan pemandangan baru Taman Waduk Pluit ini sangat memesona. Sejak ia lahir dan tinggal di Luar Batang, kawasan Waduk Pluit terlihat kumuh oleh keberadaan permukiman liar dan dipenuhi sampah berbau tak sedap. Kini waduk itu sudah berubah sejak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginstruksikan normalisasi waduk dan mempercantik taman di sekeliling waduk.

Taman Waduk Pluit didesain sedemikian rupa sehingga warga dapat berkumpul di taman sekitar waduk. Di taman itu, ada kursi taman yang desainnya sama dengan kursi-kursi taman di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Tidak jauh dari kursi-kursi taman, terdapat juga pohon-pohon besar yang disediakan oleh PT Jakarta Propertindo.

Bank Mandiri Bantu Alat Penjernih Air Untuk Korban Banjir



Alat penjernihan air bantuan Bank Mandiri
Jakarta-Sebanyak 2000 paket yang terdiri dari sembako, obat - obatan dan selimut. Selain itu ada juga 53 alat pengelolaan air bersih yang merupakan kerjasama Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dengan Bank Mandiri dengan anggaran yang dikeluarkan sebesar 730 juta.

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi kepada 35 perwakilan dari Kelurahan yang ada di DKI Jakarta di Waduk Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (30/01/2014).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Riswinanda mengatakan 53 alat penjernih air merupakan produksi dalam negeri. Alat tersebut tidak mengunakan listrik dalam memproses air kotor menjadi air bersih. Alat ini hanya digunakan untuk tanggap darurat untuk masyarakat di wilayah - wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sedangkan untuk 2000 paket yang berupa sembako, obat - obatan dan selimut untuk masyarakat yang terkena benccana banjir.

" Alat penjernih air ini dapat bertahan lima tahun hingga enam tahun. Alat ini perunitnya seharga sepuluh juta rupiah," ujar Riswinandi.

Dikatakannya, alat penjernih air tersebut ditempati di beberapa lokasi yaitu 2 unit di Jakarta Pusat, 12 unit di Jakarta Utara, 10 unit di Jakarta Barat, 10 unit di Jakarta Selatan dan 19 unit di Jakarta Timur.

Menurut Riswinandi, kegiatan ini merupakan program Corporate Social Responsibiliti (CSR) atau program kemitraan dan bina. Lingkungan bank Mandiri melalui tiga pilar utama yaitu pencapaian kemandirian,  edukasi dan kewirausahaan yang dicapai dengan program wirausaha muda mandiri dan peduli pendidikan.
Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pemerintah propinsi DKI jakarta sangat berterima kasih kepada bank Mandiri yang mana mau peduli membantu warga jakarta yang terkena banjir. Basuki juga berharap bantuan seperti ini tidak hanya berupa alat penjernih air. Tetapi melalui CSR dapat menyumbangkan mobil sampah.

" Kami sangat membutuhkan mobil truk pengangkut sampah. Sebab saat ini mobil truk sampah udah pada tua semua," ujar orang nomor dua di pemerintahan propinsi DKI Jakarta. 

Dalam kesempatan tersebut Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono yang turut hadir dalam kegiatan tersebut turut mencicipi air yang di olah dari alat penjernih air hasil sumbangan dari Bank Mandiri. 

“Kami juga akan berencana membeli alat penjernih air seperti ini untuk  ditenmpatkan didaerah rawan banjir sepetrti di kawasan Kapuk Muara. Air dari hasil alat pengolahan air ini selain bisa digunakan untuk minum, juga bisa digunakan warga keperluan mandi dan cuci, “tambah Walikota.

Kampung Deret Jakarta Utara, 2014 di 14 lokasi




Laksmi Karuni Kartikawati
Jakarta-Setelah menetapkan enam lokasi di Jakarta Utara tahun 2013 masuk dalam program penataan kampung atau yang lebih dikenal dengan kampung deret, Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta melalui Suku Dinas ( Sudin ) Perumahan dan Gedung Jakarta Utara membidik 14 lokasi pembangunan kampung deret.

Kepala Bagian Administrasi Sarana Prasarana ( Kabag ASP ) Jakarta Utara, Laksmi Karuni Kartikawati menuturkan, pada  tahun 2014, Sudin Perumahan dan Gedung Jakarta Utara menargetkan 14 lokasi pembangunan kampung deret. Ke-14 lokasi itu masih dimungkinkan ada penambahan.  

Ke-14 lokasi ini, yaitu berada di RW 01,07, dan 08 Kelurahan Penjaringan, Tanjung Priok di RW 05 dan 07, Pademangan Barat di RW 02,10,13,  Rawa Badak Selatan di RW 01, Tugu Utara 13, Kalibaru 04,dan 05, Papanggo di RW 08, dan Warakas di RW 12.

“Pengawasan berada di Sudin Perumahan dan Gedung Jakarta Utara. Sedangkan kami hanya bersifat memfasilitasi program tersebut yang berasal dari Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta kepada lurah dan camat Jakarta Utara, dan selanjutnya lurah dan camat menjelaskan hal itu kepada warganya,”terang dia kepada wartawan dikantornya, Kamis (30/01/2014).

Untuk obyek bantuan perbaikan perumahan harus memenuhi kriteria, yakni kepadatan penduduk tinggi, tata letak bangunan tidak/kurang teratur, konstruksi bangunan tidak standar, ventilasi bangunan kurang, kepadatan bangunan tinggi, saluran drainase kurang berfungsi, serta jamban tidak memenuhi standar.

Sedangkan penerima bantuan perbaikan rumah di perumahan kumuh sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat-syarat, yakni memiliki KTP DKI, bertempat tinggal dan memiliki tanda bukti kepemilikan tanah yang sah atau menguasai tanah secara berturut-turut selama 20 tahun atau lebih dikawasan pemukiman sasaran, belum pernah menerima bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab penuh dalam mengikuti program bantuan perbaikan rumah, lulus evaluasi administrasi dan peninjauan lapangan yang ditetapkan oleh tim evaluasi, serta memiliki resiko sosial.

Dalam melaksanakan tugas, masih ditambahkan dia, tim evaluasi berdasarkan Surat Keputusan ( SK ) Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta No.171/2013.

Adapun tim evaluasi tersebut terdiri dari Walikota di lima wilayah DKI Jakarta, Bupati Kepulauan Seribu, Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ), Suku Dinas Perumahan dan Gedung, Suku Dinas Perijinan, Suku Dinas Sosial, Kantor Pusat Stastik ( BPS ) Kecamatan dan Kelurahan.

SD-SMP Yappensori Juara Berbagai Lomba



Jakarta-Berbagai prestasi ditorehkan pelajar SD-SMP Yappensori, Koja, Jakarta Utara. Tentu saja hal ini membanggakan orang tua dan para guru. 

Kepala SMP Yappensori, Rasyidin didampingi Kepala SD Yappensori, Herman, menuturkan, prestasi yang pernah diraih diantaranya, ditingkat  SMP kami menjuarai ajang 02SN tingkat Kecamatan Koja, dan juara II dalam ajang Olah Raga Karate tingkat DKI Jakarta. 

“Ini adalah kerja keras para murid dan mereka yang seharusnya dikenal, karena guru dan sekolah hanya membantu. Atas prestasi yang diberikan para siswa ini membawa nama harum sekolah ,” kata keduanya.