Selasa, 29 April 2014

16.604 Siswa SMP Ikuti UN SMP


Jakarta-Sebanyak 16.604 siswa tingkat sekolah menengah pertama ( SMP ) di wilayah Kota Jakarta Utara ( Jakut ) dipastikan akan mengikuti ujian nasional ( UN ) tahun ajaran 2013-2014, yang dilaksanakan pada tanggal 5-8 Mei 2014 mendatang, kata Kepala Suku Dinas ( Kasudin ) Pendidikan Dasar ( Dikdas ) Jakut, Septi Novida. 

“Peserta UN tingkat SMP itu diikuti 16/604 siswa yang berasal dari 38 sekolah negeri dan 148 sekolah swasta,” kata Septi, saat dihubungi, Selasa ( 29/04/2014). 

Dari 16.604 siswa tersebut terbagi menjadi dua sub rayon, yaitu sub rayon 03  meliputi wilayah Kecamatan Koja, Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Kelapa gading. Sementara untuk sub rayon 04 meliputi wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan. 

Untuk sub rayon 03, lanjut Septi, total sekolah berjumlah 88, yang terdiri dari 74 sekolah mandiri dan 14 sekolah gabungan dengan jumlah peserta 8.063 siswa. Sementara untuk sekolah yang masuk ke dalam sub rayon 04 berjumlah 98 sekolah yang terdiri 84 sekolah mandiri dan 14 sekolah gabungan dengan jumlah peserta sebanyak 8.541 siswa.

Septi juga mengimbau peserta UN untuk mengerjakan soal UN dengan sportif tanpa harus melakukan kecurangan. Ia juga berharap UN tahun ini akan berhasil dengan kelulusan seratus persen.

Sementara itu, Ramli, Kepala Sekolah SMPN 123 Jakarta, Kelapa Gading, Jakut, mengaku   siap menggelar UN 5 Mei mendatang. Untuk kesiapan mental siswa, sekolahnya juga akan melakukan doa bersama. 

“Selain pendalaman materi, melalui uji coba empat mata pelajaran UN yang telah di laksanakan sebanyak 2 kali, prestasi siswa meningkat dratis, kami juga menyiapakn mental siswa kami dengan menggelar doa bersama,”kata Ramil. 

Selain itu juga, kami juga turut membekali siswa tentang pentingnya alat tulis yang bisa dibaca oleh scan komputer yang digunakan dalam pelaksanaan UN.       

Senin, 28 April 2014

Pelajar SMA/SMK Jakarta Ikut Duta Wisata Bahari


Pulau Seribu-Museum Bahari Jakarta mengkukuhkan 39 pelajar SMA dan SMK dari 20 sekolah di Jakarta menjadi Duta Wisata Bahari ( DWB ) IV di Pulau Putri, Kepulauan Seribu, kemarin setelah mereka digembleng selama dua hari di pulau itu.


Berbagai latihan spritual skill dan gemblengan mental diberikan oleh Mayor TNI AL Kukuh Suryo Widodo dari Dinas Potensi Maritim Mabesal, Thomas Ataladjar penulis sejarah dan Winarto, psikologi dari UGM. Sebagai ketua DWB IV Hamadi Yuwani, siswa SMAN 16 dengan wakilnya Andi Ray, siswa SMAN 5 Jakarta.

Menurut Pelaksana Tugas ( Plt ) Museum Bahari, Dachlan, S. Kar, pada pengukuhan tersebut mengatakan, di samping menggencarkan promosi dan mengangkat duta wisata, Museum Bahari saat ini sedang membenahi koleksi  museum dan tata pamer, juga lingkungan museum.


“Kami merencanakan membebaskan 12 bangunan ruko di dekat museum,” kata dia didampingi Kepala Seksi (  Kasi ) Pameran dan Edukasi Museum Bahari, Irfan Guci dan KTU, Yani Murliani kepada wartawan.


Ditambahkan, Kasi Pameran dan Edukasi Museum Bahari, Irfal Guci, menjelang HUT ke-487 HUT DKI Jakarta, diorama legenda bahari nusantara akan dibuka sekaligus akan digelar teater Rekontruksi Sejarah Fatahillah, di halaman museum tersebut.


“Disitulah serangan Fatahillah dilakukan pada 22 Juni 1527 silam,”kata Irfal. Dan sampai saat ini dalam pembuatan peta, Museum Bahari terutama Menara Syahbandar masih digunakan sebagai titik nol kota Jakarta.

Abi Rafdi, siswa SMAN 52 Jakarta, Cilincing, Jakut yang turut sebagai peserta mengungkapkan, dulunya dirinya tidak tertarik masalah kelautan. Namun, setelah mengikuti kegiatan ini terpanggil.


“Kesadaran Bahari adalah Awal  Kejayaan Bangsa,” kata Abi Rafdi.  



Pembangunan SMPN 143 Jakarta Mangkrak


Proyek Gedung SMPN 143 Jakarta yang kini mangkrak

Jakarta-Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 143, di Jl Bhakti IX, RT 01/06, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara yang berdiri diatas lahan seluas 4.775 meter persegi dengan 4 tingkat kini  kelanjutan proyek pengerjaan  tersebut  mangkrak. Pengerjaan tersebut sudah di mulai sejak September 2013 silam dan  terhenti sejak Desember  2013 lalu.

Alhasil, akibat belum selesainya pengerjaan sekolah tersebut, jarak tempuh siswa menjadi lebih jauh karena kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke gedung SMPN 53, di Jl Tanah Merdeka, RW 12, Kelurahan Kalibaru, Cilincing yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Ironisnya, dilahan sekolah tersebut, kini dimanfaatkan anak-anak sebagai area bermain, dan jika hal itu dibiarkan terus, dikahawatirkan membahayakan anak-anak. 

"Anak-anak kecil biasa pada masuk dan naik-naik ke atas. Sebagai orangtua kita tidak bisa mengawasi terus, sedangkan sejak Januari proyek ini tidak ada yang jaga," keluh Rendi (43), warga RT 06/06, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (28/04/2014).

Dalam kesempatan itu, ia berharap proyeknya ini bisa segera diselesaikan. Masa harus menunggu ada anak yang jadi korban dulu baru diselesaikan. 

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, mengatakan, terhentinya proyek pembangunan sekolah ini lantaran dana proyek dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 telah habis. Sedangkan untuk pengerjaan lanjutan di 2014, masih menunggu proses lelang.

"Tahun 2013 lalu anggarannya Rp 12 miliar sedangkan untuk tahun ini Rp 8 miliar. Saya perkirakan bisa dimulai lagi setelah lebaran (bulan Agustus.red) nanti dan mudah-mudahan selesai tahun ini juga," terang dia.

Kontainer Parkir Dikeluhkan Warga


Jakarta-Truk kontainer berderet-deret di bahu Jalan Baru arah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Keberadaan truk tersebut di keluhkan warga lantaran bikin macet dan bila malam hari rawan kecelakaan.

Vani, 39, warga Marunda, Cilincing yang setiap hari melintasi jalan tersebut mengakui banyaknya kontainer yang parkir di pinggir jalan sering menimbulkan kemacetan lalulintas dan kecelakaan khususnya malam hari.


“Memang kalau malam hari sering pengendara sepeda motor kecelakaan akibat separuh jalanan dipakai untuk parkir,”kata Veni.


Menanggapi hal itu, Camat Cilincing, Wawan Budi Rohman, berjanji segera melaporkan hal itu ke Sudin Perhubungan, supaya ditertibkan.


Sebenarnya, masih kata dia, keberadaan truk yang parkir di bahu Jalan Baru arah Marunda sudah sering ditertibkan. Bukan itu saja, Sudin Perhubungan juga kerap menindak tegas dengan mengempesi truk tersebut .  

LMK Kelapa Gading Timur berdayakan warga

Jakarta-Melalui anggaran biaya tambahan ( ABT ) yang di gulirkan sejak Desember 2013 lalu, Lembaga Musyawarah Kelurahan ( LMK ) Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara ( Jakut ), menggencarkan berbagai program bina sosial dan bina fisik lingkungan.

Untuk pelaksanaan bina sosial diantarannya, pelatihan bekam untuk bidang kesehatan dan sulam pita Jepang atau merangkai bunga sakura. Langkah ini sebagai wujud pemberdayakan warga.

"Pengobatan tradisional dengan cara bekam yang telah kami laksanakan, beberapa waktu lalu, sesuai dengan keinginan masyarakat. Kami mendatangkan tenaga profesional untuk mengajarkan kepada warga metode pengobatannya. Alhamdulillah warga antusias mengikuti kegiatan tersebut," kata Wakil Ketua LMK Kelapa Gading Timur, Achmad Sugondo, saat berbincang di ruang kerjanya, Senin ( 27/04/2014).

Dengan adanya kegiatan ini, dia berharap masyarakat semakin mandiri. Selain itu ilmu yang ia dapat juga dapat mengurangi angka penggangguran di wilayah Kelurahan Kelapa Gading Timur.

Berkaitan dengan kegiatan bina fisik lingkungan, dikoordinasikan di 20 RW yang ada. Umumnya kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan setapak, perbaikan saluran dan taman.

"Kami bersyukur dana yang kami berikan kepada masyarakat memicu swadya masyarakatyang lebih besar lagi,"terang

PAUD Lahirkan Calon Penerus Bangsa

Jakarta-Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) sebenarnya adalah kawasan candradimuka yang melahirkan calon-calon penerus bangsa. Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi ( Kasi ) Pendidikan Non Formal ( PNF ), Solikin, Suku Dinas ( Sudin ) Pendidikan Menengah ( Dikmen ) Jakarta Utara ( Jakut ), Solikin, saat berbincang, diruang kerjanya, Senin (28/04/2014).

"Jika PAUD bagus, maka tahun yang akan datang bangsa ini khususnya di Jakut ini akan di jalankan oleh orang-orang yang cerdas, berkarakter kuat, dan punya karakter yang tangguh,"papar Solihkin.

Solihkin mengatakan, sudah banyak riset yang menyimpulkan kalau 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur empat tahun.

"Sementara, saat anak menginjak usia delapan tahun, jaringan otaknya mengalami perkembangan yang begitu pesat dan mencapai puncaknya saat berusia 18 tahun,"kata dia.

Untuk jumlah PAUD di Jakut sendiri, saat ini tercatat ada 398 lokasi yang tersebar di enam kecamatan. Adapun untuk terus meningkatkan profesionalisme pengajar PAUD, dalam hal ini terus dilakukan.

Seperti, yang telah dilaksanakan di Kecamatan Koja, beberapa waktu lalu, dimana telah dilaksanakan nota kesepahaman antara Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) dengan PT. Pertamina Tbk untuk memberikan bimbingan bagi guru PAUD di wilayah tersebut. Selain itu juga, adanya pemberian beasiswa pendidikan bagi guru PAUD yang diberikan oleh Kantor Bazis Jakut

Sampah Menumpuk di Jl. Bugis di Bersihkan


Jakarta-Sebagai tindak lanjut atas keluhan warga  dan pengendara yang melintas di sekitar Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggiran Jalan Bugis, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (28/04/2014), aparat Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara ( Jakut ) bergerak cepat dengan melaksanakan pengangkutan sampah yang menumpuk di LPS ( Lokasi Pembuangan Sampah Sementara )  Jalan Bugis, Tanjung Priok 

Junjungan, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok, menuturkan pembersihan sampah yang dikeluhkan warga di LPS tersebut dilakukan dari pukul 08.00 sampai malam hari. 

Dimana dalam pembersihan sampah yang menumpuk tersebut sebanyak 10 truk dikerahkan. Alhasil, hingga, sore hari ini sekitar 250 meter kubuik sampah berhasil diangkut dari tempat itu.
“Untuk mencegah melubernya kembali sampah, dalam hal ini pihak sudin telah menempatkan satu armada truk sampah berukuran besar serta satu alat eskavator di LPS Jalan Bugis,” terang Junjungan, saat dihubungi, Senin (28/04/2014). 
Ridwan ( 40), warga yang setiap hari melintasi LPS Jalan Bugis menyambut positif langkah Sudin Kebersihan tersebut. 
“Tumpukan sampah yang menumpuk selain menggangu pemadangan, juga menimbulkan polusi udara. Dan, hari ini semua itu telah diatasi, kami berharap agar tumpukan sampah tidak kembali meluber ke jalan,”kata dia.