Selasa, 06 Mei 2014

Warga Koja Swadaya Miliki Mobil Operasional



Jakarta-Warga RW 05 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara ( Jakut ) kini sudah memiliki satu unit mobil operasional. Yang bisa di gunakan oleh warga, baik saat memberikan pertolongan pertama membawa warga yang sedang sakit ke puskesmas maupun ke rumah sakit.  Serta,  dapat juga di gunakan oleh para pengurus RT dan RW ketika hendak rapat kerja. 

Ketua RW 05, Asep Suprihatin mengharapkan, hadirnya mobil operasional dapat membantu meningkatkan pelayanan para pengurus RT dan RW  kepada warga. 

“Dulunya mobil itu adalah mobil ambulance. Seiring dengan perkembangan waktu dan berdasarkan hasil kesepakatan warga bersama pengurus RT dan RW maka mobil tersebut diubah menjadi kendaraan operasional RT dan RW. Satu unit mobil operasional tersebut terwujud berkat adanya swadaya masyarakat, maupun adanya bantuan dari dermawan yang sifatnya tidak mengikat, terang Asep, saat berbincang di Balai Warga RW 05, Kelurahan Koja, Selasa (06/05/2014). 

Lurah Koja, Suhadi dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada warga berkat kekompakan dan swdaya bersama, maka kini warga RW 05 telah memiliki kendaraan operasional.
Dalam kesempatan tersebut Suhadi juga mengajak kepada seluruh warga Kelurahan Koja untuk selalu bersama, kompak, dan gotong royong membangun wilayah.   
  

Warga Semper Barat Kini Miliki Sarana Permainan Anak



Jakarta-Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan ( KPMP ) Pemerintah Kota ( Pemkot ) Jakarta Utara ( Jakut ), turut ambil bagian dalam menyukseskan program Kota Layak Anak ( KLA) di Provinsi DKI Jakarta.

Dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana bermain anak, KPMP Jakut, berharap masyarakat dapat menjadi lingkungan yang sehat dan cerdas.

“Kami siap mendukung penuh berjalannya program KLA di wilayah Jakut. Anak-anak di Jakarta Utara harus sehat dan cerdas, sehingga perlu diberi sarana bermain dalam lingkungannya, “Hj. Lely Mochtar, Kepala KPMP Jakut, di Kantor Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, kemarin.

Lebih jauh dia menjelaskan, sarana dan prasarana mendukung program KLA yang telah kami berikan berada di kantor Kelurahan Semper Barat, Cilincing. .

“Pemberian ini kami harapkan dapat memicu masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan dan memantau anak-anak mereka,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, dia juga menghimbau masyarakat agar menggunakan dan menggunakan dan merawat sarana permainan ini sebaik-baiknya  agar bertahan lama.

Dalam kesempatan itu juga, Lely juga menuturkan, program yang telah dilaksanakan KPMP sebagai Sekretaris Kota Layak Anak Jakarta Utara, diantaranya  telah terbentuk kepengurusan tingkat kota, pembentukan forum anak tingkat kecamatan dengan periode kepengurusan periode 2013-2015, di tingkat kelurahan telah dibuat data dan foto gugus tugas dari enam kelurahan pilot project, serta memberi alat musik marawis untuk forum anak Rawa Badak Selatan.

“Enam kelurahan yang dijadikan sebagai kelurahan ramah anak Jakarta Utara tahun 2011 lalu yakni, Pluit Kecamatan Penjaringan,  Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, Cilincing Kecamatan Cilincing, Tugu Utara Kecamatan Koja, Sungai Bambu Kecamatan Tanjung Priok, serta  Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading saat ini dalam proses perbal,” kata dia.

Hal-hal yang harus dilaksanakan di kelurahan, dia kembali menjelaskan, yakni mengumpulkan data dasar dan informasi tentang permasalahan dan potensi yang berkaitan dengan pengembangan Kelurahan Layak Anak antara lain, tahap pertama, jumlah penduduk menurut jenis kelamin. Data itu dapat berupa jumlah penduduk usia dibawah 18 tahun, jumlah penduduk usia 18 tahun menurut kelompok umur, serta mutasi penduduk terutama anak (anak yang pindah dari kelurahan lain, anak yang pindah dari kelurahan, anak yang lahir, dan anak yang meninggal).

Selain itu juga, melaksanakan pendataan jumlah anak pendidik, jumlah anak menurut kesehatan, anak korban kekerasan, serta anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Tahap kedua, analisa situasi anak. Ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan anak yang ada di kelurahan, serta, tahap ketiga, menyusun kegiatan untuk mengatasi permasalahan bekerja sama dengan instansi sektoral, LSM, organisasi profesi dan dunia sosial, terang Hj. Nurleli Muktar.      

Sementara itu, berkaitan dengan tersedianya sarana dan prasarana Kota Layak Anak, Lurah Semper Barat, Muhammad Iqbal menuturkan, sarana tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh warga. Anak-anak kini jadi termotivasi permainan yang beragam.  


Senin, 05 Mei 2014

Informasi Pemasangan Iklan Hubungi / SMS ke 087889913938

Pemkot Jakut Segera Rampungkan Pembangunan ATP



Jakarta-Pemerintah Kota ( Pemkot ) Jakarta Utara ( Jakut ) akan segera merampungkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Akses Tol Tanjung Priok ( ATP ) yang berada di wilayah Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, dan Kelurahan Koja, Kecamatan Koja. Paling lambat, dua minggu dari Senin (05/05/2014), Kementrian Pekerjaan Umum (PU) sudah bisa memasang tiang pancang guna melanjutkan pembangunan.

Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Jakarta Utara sudah merampungkan negosiasi dengan warga di Kali Baru dan Koja. Hasilnya, dalam dua minggu seluruh lahan yang diperlukan untuk melanjutkan pembangunan ATP harus steril. Karena itu, dia meminta warga segera mengosongkan tempat tinggal mereka.

Menurut Heru, warga di Kali Baru sudah menerima keputusan Pemkot Jakarta Utara untuk membebaskan lahan dengan harga Rp 1,9 juta per meter persegi. Hanya saja warga meminta waktu untuk memindahkan barang. Karena itu, pemkot dan pengadilan negeri setempat memberikan waktu kepada warga. Jika waktu sudah habis, dia menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi apapun.

”Kita beri waktu supaya warga bisa amankan barang-barang mereka dulu,” ungkap Heru, kepada wartawan, Senin (05/05/2014). 

Sayangnya kondisi berlawanan terjadi di Kelurahan Koja, warga masih bersikeras menolak keputusan Pemkot Jakarta Utara. Mereka meminta ganti rugi tanah dengan harga RP 35 juta per meter persegi. Padahal harga tanah di lokasi tersebut tidak lebih dari Rp 7 juta per meter persegi. Menurut Heru, pihaknya sudah menaikan harga tanah sampai angka Rp 12,5 juta per meter persegi. Namun warga tetap menolak.

Kerugian akibat keterlambatan pembangunan ATP diakui Heru mempengaruhi sektor ekonomi Jakarta. Sebab aktifitas bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok ikut terhambat lantaran terjadinya kemacetan di dua titik tersebut. Belum lagi kerugian lain yang harus di tanggung Pemkot Jakarta Utara seperti keluhan warga terhadap kondisi arus lalu lintas. Kerugian juga dirasakan perusahaan penyedia jasa ekspedisi barang.

Meski demikian, dia menegaskan, pihaknya tetap akan melanjutkan proyek di lokasi tersebut. Sama halnya dengan warga di Kali Baru, Pemkot memberikan waktu dua minggu kepada warga Koja untuk bersiap-siap meninggalkan tempat tinggal mereka. Bahkan, pihak pengadilan negeri sudah menyiapkan juru sita untuk menangani warga di lokasi tersebut. Jika tidak bersedia menerima tawaran pemkot, warga akan berurusan dengan pengadilan.

”Kita sudah tidak bisa toleransi. Kalau sampai mundur lagi kasihan warga Jakarta yang lain. Kerugian akan semakin besar,”terang Heru.

Pedagang siapkan stok mobil mudik lebaran



Jakarta-Tiga bulan sebelum Lebaran, para pedagang di Bursa Mobil Seken, WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ( Jakut ), memperbanyak stok. Berbagai tipe dan merek mobil disiapkan di tiap show room yang didominasi jenis minibus atau mobil keluarga yang kebanyakan warna putih. 

“Meski acara mudik Lebaran masih lama, sekitar akhir Juli,namun banyak kalangan konsumen user yang telah membeli mobil sekarang ini,’ kata Rinto, pedagang di lantai 3 mal WTC Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakut. 

Herjanto Kosasih, perwakilan manajemen WTC Mangga Dua menjelaskan konsumen lebih banyak membeli lewat kredit. Di lokasi ini memajang lebih dari 2.200 unit. 

“Di lokasi ini didukung leasing bonafid yang memberi diskon dan uang DP bisa nego. Ini memudahkan konsumen,’ kata dia.    

Sudin Pertamanan Jakut Siap Perbaiki 40 Taman dan Jalur Hijau



Jakarta-Suku Dinas ( Sudin ) Pertamanan Jakarta Utara ( Jakut ) berencana pada tahun ini akan memperbaiki atau merobak sebanyak 40 taman dan jalur hijau. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas taman di wilayah pesisir Jakarta ini. 

Kepala Sudin Pertamanan Jakut, Muhammad Fajar Sauri, menuturkan kondisi taman di wilayah Jakut kondisi memang banyak tidak terawat. Saya tidak memungkiri masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Seperti peningkatan kualitas taman lingkungan, taman kota, dan jalur hijau. Selain itu, beberapa taman yang disalah gunakan warga juga harus segera ditertibkan.

”Secara umum kondisi taman di wilayah kita (Jakarta Utara) memang kurang baik. Karena itu, mulai tahun ini akan kita tingkatkan satu per satu. Untuk merobak 40 taman dan jalur hijau tersebut dalam hal ini kami persiapkan anggaran sebesar Rp 43 Miliar,’ kata Muhammad Fajar Sauri, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (05/05/2014). 

Beberapa taman yang akan digarap sudin tahun, masih kata dia, diantaranya Taman Volker, Taman Gorontalo, Taman BMW, Taman Sindang, Taman Toar, dan Taman Palem. Untuk jalur hijau, petugas akan mengerjakan perbaikan jalur hijau di Jalan Yos Sudarso, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Pluit Karang Karya I. Menurut Fajar lokasi-lokasi itu menjadi prioritas Sudin Pertamanan Jakarta Utara.

Dari pantauan petugas di lapangan, masih ditambahkan oleh dia, kondisi taman dan jalur hijau memang memprihatikan. Tidak sedikit taman berubah fungsi menjadi sarang pemulung, pekerja seks koemersial (PSK), dan gubuk-gubuk liar. Beberapa diantaranya bahkan dijadikan tempat parkir dan pos ronda. Tidak hanya itu, kondisi fisik taman pun sudah mengkhawatirkan. Tubuhan hijau yang seharusnya menghiasi taman sudah layu lantaran tidak dirawat.

”Untuk kasus penyalahgunaan harus dikerjakan bersama-sama. Karena ada kaitannya dengan isntansi lain,” ucap dia.