Jakarta-Kota Administrasi Jakarta Utara
sebagai salah satu kawasan sasaran pembangunan terus dikembangkan, baik yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat, untuk
itu masyarakat diharapkan dapat terus meningkatkan keahlian dan pendidikannya. Demikian harapan dari Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi, saat
memberikan sambuatan dalam acara Tasyakuran Masyarakat Jakarta Utara Sebagai
Wujud Komitmen Moral Dalam mencapai Sukses Pembangunan Di Wilayah Jakarta
Utara, di bawah kolong tol Pelita, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung
Priok, Jakarta Utara, pekan lalu.
Berbagai pembangunan yang
dilaksanakan di Jakarta Utara, masih kata Tri
Kurniadi, memberikan contoh diantaranya rencana reklamasi, penataan kawasan
pemukiman, serta akan dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda, Jakarta Utara.
Dengan adanya KEK Marunda
contohnya, tentu saja dapat menyerap banyak tenaga kerja, untuk mengisi lowongan
tersebut tentu harus dibaringi dengan peningkatan keahlian dan pendidikan,
serta bersama-sama menjaga iklmi suasana tetap kondusif, tambah Tri Kurniadi. . .
Jakarta-Pajak daerah menjadi primadona
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (
PAD ) nya, karena Jakarta tidak memiliki sumber daya alam ( SDA ) yang memadai.
Sejak 1 Januari 2013 lalu pengelolaan Pajak Bumi Bangunan ( PBB ) sepenuhnya
menjadi pajak daerah, semakin meningkatkan potensi PAD.
“Untuk itu, saya
minta penerimaan PBB harus ditingkatkan,” ujar Walikota Jakarta Utara H.
Bambang Sugiyono, saat memberikan arahan pada penyerahan Surat Pemberitahuan
Pajak Terhutang PBB ( SPPTPBB ), di Ruang Fatahillah Lantai 2, Kantor Walikota
Jakarta Utara, Selasa ( 26/2/2013 ).
Menurut Walikota, penyerahan SPPT PBB ini hakekatnya
merupakan babak baru dan momentum awal dimulainya pengelolaan PBB di Jakarta
Utara.
Untuk itu, lanjut Walikota, SPPT PBB tersebut segera disampaikan kepada wajib
pajak dengan tepat dan akurat.
Walikota menegaskan, tingkatkan terus koordinasi antar semua instansi terkait
mulai dari tingkat kota,
kecamatan dan kelurahan, agar penyampaian SPPT PBB ini berjalan baik.
“Kepada perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) yang hadir dalam acara
ini, saya sampaikan bahwa peran Saudara sangat vital dalam membantu
keberhasilan penerimaan PBB,” jelas Walikota.
Dijelaskan Walikota, pada tahun anggaran 2012 penerimaan PBB Jakarta Utara
telah melampaui target sebesar 105, 42 persen yakni dari rencana penerimaan Rp
582.626.962.157,- telah direalisasikan penerimaan sebesar Rp 614.210.325.465,-
“Tentunya tahun 2013 ini juga saya berharap dapat melampaui target,” harap
Walikota.
Jakarta-Keluarga Besar Pengurus Dharma
Wanita Kota Administrasi Jakarta Utara memberikan bantuan bagi 50 anak yatim yang
masih bersekolah berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan I dan II di
lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, di Ruang Bahari Lantai
14, Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (26/02/2013) pagi.
Penyerahan bantuan tersebut
diserahkan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Kota Administrasi Jakarta Utara,
Ny. Hj. Naniek Bambang Sugiyono di dampingi Ny. Hj. Endang Subroto pengurus
Dharma Wanita Provinsi DKI Jakarta. Penyerahan secara simbolis bantuan tersebut
diserahkan kepada 5 orang anak maupun kepada orang tua yang turut hadir dalam
kegiatan tersebut. Adapun tema yang diangkat “Dengan Keteladanan Nabi Muhammad
SAW Kita Tingkatkan Peran Dharma Wanita Dalam Upaya Mencapai Jakarta Baru”.
Ny. Naniek Bambang Sugiyono,
dalam sambutannya menyatakan bantuan yang diberikan oleh keluraga besar Dharma
Wanita ini dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak kami.
Dalam kesempatan itu juga, Naniek meminta
kepada para orang tua agar memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya
sejak usia dini, agar kelak menjadi anak yang soleh, serta kepada para orang
tua diharapkan dapat membimbing dan meluangkan waktu untuk dapat berkomunikasi
dengan anak-anak mereka.
( Amin Hidayat )
Teks Foto : Ketua Dharma
Wanita Jakarta Utara, Ny. Hj. Naniek Bambang Sugiyono menyerahkan secara
simbolik bantuan bagi anak yatim piatu yang berasal dari PNS Golongan I dan II,
Selasa (26/02/2013) pagi.
Jakarta- Warga Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Kota Administrasi Jakarta Utara sejak
hari Jumat (22/02/2013) lalu hingga Senin
(25/02/2013) terus mengurus Surat
Keterangan di kantor kelurahan sebagai persyaratan untuk mendapatkan Kartu
Jakarta Pintar (KJP)
Rosintan 39, Warga RW 03 menjelaskan sejak dibukanya kantor pelayanan ia
langsung mengurus surat
PM 1 keterangan tidak mampu. Pasalnya untuk mendapatkan kartu KJP pihak sekolah
meminta persyaratan surat
tersebut.
Lurah Lagoa Sri Suhartini membenarkan banyak permintaan warga guna
mendapatkan surat keterangan PM 1 sejak hari Jumat
lalu, warga terus berdatangan ke kantor kelurahan untuk mendapatkan surat keterangan PM1 KJP
yang diminta pihak sekolah sebagai persyaratan.
"Pada hari Jumat lalu
sebanyak 1000 orang meminta surat
keterangan PM 1, pada hari ini Senin (25/02/2013) permintaan PM1 berangsur-angsur
berkurang," kata Sri Suhartini.
Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
memberikan bantuan bagi korban kebakaran di Jalan Budi Mulya, Kelurahan
Pademangan Barat Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, yang
menghaguskan sekitar 400 rumah di RT 08, 12, 14 RW 12, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (24/2/2013)
lalu.
Tiba di lokasi pengungsian di GOR Pademangan sekitar pukul 15.45 WIB, Jokowi
langsung disambut sorak-sorai warga. Ribuan warga, baik korban maupun bukan,
menyatu di Gang Budi Mulya mengiringi langkah Jokowi. Sorak-sorai terus
berlanjut saat Jokowi dan stafnya berjalan menuju lokasi kebakaran, puluhan
meter dari GOR Pademangan, Senin (25/02/2013).
Setelah empat kali berhenti di titik berbeda untuk melihat lokasi kebakaran,
Jokowi berbalik menuju lokasi kedatangan. Di depan kantor Polsektro Pademangan
terparkir dua unit mobil Satpol PP yang membawa bantuan bagi para korban. Di
lokasi tersebut, Jokowi berhenti sejenak untuk membagikan bantuan secara
simbolis.
"Dikasih buku sama tas sekolah sama Pak Jokowi," kata Desi (8),
pelajar sekolah dasar.
Jakarta-Proyek normalisasi Kali Pakin dan pembangunan Jalan
inspeksi, di Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara terus berlanjut. Setelah sebelumnya
dilakukan pengerukan lumpur dan pembongkaran ratusan bangunan liar, kali ini
sebanyak 60 bangunan yang berada di tepi Kali Pakin, Jl Tanah Pasir Bakti, RT
001/07, Penjaringan, Jakarta Utara kembali ditertibkan petugas, Senin ( 25/2/2013
).
Puluhan bangunan yang dijadikan sebagai tempat tinggal,
usaha bengkel, dan warung tersebut terpaksa dibongkar karena berdiri di
bantaran kali. Selain itu juga terkait dengan normalisasi Kali Pakin dan
pembuatan jalan inspeksi. Namun sebuah Mushola Baitussalam dan Sekolah
Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) belum dibongkar petugas. Tempat ibadah dan
pendidikan itu diusulkan dipindah ke rumah susun (Rusun) Marunda.
Koordinator Pelaksanaan Paska Darurat Banjir Waduk Pluit,
Heryanto, mengatakan pembongkaran puluhan bangunan ini dalam rangka normalisasi
Kali Pakin. "Ada
sekitar 60 bangunan yang dibongkar. Kali Pakin akan dikeruk dan dibuat jalan
inspeksi. Sebab, selama ini mobil saja susah melintas. Kami sudah mohon
pengertian kepada masyarakat, dan akhirnya mereka setuju dan mendukung untuk
dibongkar," ungkap Heryanto.
"Kami tengah berupaya agar warga mengerti, tapi tetap pekerjaan ini
dilakukan tidak sepotong-sepotong. Ini perintah pak gubernur agar masyarakat
semuanya tidak kebanjiran lagi seperti kemarin. Ini tidak ada ganti ruginya
karena keberadaan mereka di sini ilegal," terang Hariyanto.
Masih dikatakan Heryanto, kondisi Kali Pakin dipenuhi lumpur dan bangunan liar.
Dampaknya, kawasan tersebut terendam banjir setinggi 1,5 meter pada Januari
lalu. Kali Pakin yang saat ini memiliki kedalaman satu meter akan dikeruk
hingga kedalaman lima
meter.
Jakarta-Untuk memberikan kenyaman bagi
pejalan kaki warga Kelurahan Lagoa Kecamatan Koja Kota Administrasi Jakarta
Utara meminta kepada pihak PU Jalan dan Jemabtan Jakarta Utara untuk dapat
membangun torotar di wilayah yang dilewati oleh kendaraan umum.
Lurah Lagoa Sri Suhartini,
menjelaskan bahwa permintaan tersebut atas usulan warga yang disampaikan
melalui rembug RW, dimana warga mengatakan bahwa torotar di kelurahan ini minim,
sementara trotoar yang ada saat ini banyak yang rusak.
“Kami sangat berharap agar
pembangunan trotoar tersebut bisa menjadi perhatian Sudin PU, “ kata Sri
Suhartini, saat kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun
2013, bertempat di aula kantor kelurahan setempat, Senin (25/02/2013) malam.
Permintaan trotoar tersebut,
diantaranya berada di Jalan Menteng, Mundu, Jalan Kramat Raya, serta Jalan
Duku, kata Sri Suhartini.
Berkaiatan dengan usulan rembug
RW untuk tahun 2013 guna menyusun program pembangunan di tahun 2014, bahwa
usulan yang masuk dalam kegiatan kelurahan ada 26 usulan, tambah Sri Suhartini
kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan Musrenbang Tahun 2013. Acara
tersebut turut dihadiri oleh Camat Koja Dedi Tarmidzi, Perwakilan Kantor
Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Utara, Lembaga Musaywarah Kelurahan (LMK),
pendampingi, Ketua RW dan RT, serta tamu undangan.