Rabu, 07 Mei 2014

Warga Koja Rutin Kerja Bakti


Jakarta-Warga Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara (Jakut), bersama aparat Kelurahan mengadakan kegiatan kerja bakti setiap minggunya, dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.

Kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap hari Minggu ini, selain untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, juga untuk memupuk rasa kebersamaan demi terciptanya kerukunan diantara warga.

Lurah Koja, Suhadi, memberikan apresiasinya kepada warga, yang dengan kesadarannya sendiri beramai-ramai melakukan kerja bakti guna membersihkan lingkungan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
“Kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu, menjadi jadwal rutin dilingkungan Kelurahan Koja. Selain itu, kerja bakti ini adalah bagian dari rasa kebersamaan demi terciptanya kerukunan diantara warga di Kelurahan Koja,” ujar Suhadi, saat berbincang, Rabu (07/05/2014).

Suhadi menambahkan, rasa kebersamaan itu terlihat dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti kerja bakti, sekaligus untuk menciptakan lingkungan bersih, indah serta sebagai wujud antisipasi datangnya bencana banjir.

“Disini saya melihat langsung rasa kebersamaan itu, kita semua saling bergotong royong untuk mengangkut sampah dan mengangkat lumpur dari saluran air,” terang Suhadi.

Pada kesempatan itu, Suhadi juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh warga, khususnya peran serta para pengurus Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW), Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan remaja Karang Taruna.

“Saya mengucapkan terimakasih atas antusias yang timbul dikalangan warga yang merupakan wujud dari peran serta para pengurus RT/RW, LMK, PKK, dan Karang Taruna, yang selalu ikut andil dalam memberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Suhadi.

Wujudkan Cilincing “Berbisa”


Jakarta-Menjadikan jabatan yang diemban adalah sebuah amanah membuat lurah dengan segala ide berlian ini dipercaya memimpin dan mewujudkan Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara “berbisa” (Berbudaya, Religius, Bersih, Indah, Sehat, dan Aman).

Berbagai program pelayanan pun dioptimalkan, hal tersebut dilakukannya demi kepuasaan pelayanan kepada seluruh masyarakat di bawah kepemimpinnya.

“Membangun sistem pelayanan prima yang tertib, mudah, cepat dan akurat adalah hal yang harus di utamakan dalam pelayanan, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,”ujarnya, Rabu (07/05/2014).

Dikatakannya untuk membangun wilayah kepemipinannya lebih maju pihaknya mengaku terus mensosialisasikan program-program yang ramah lingkungan sehingga terwujud Jakarta Baru dengan pembangunan yang ramah lingkungan.

“Peran serta masyarakat dalam pembangunan sangat tinggi, sehingga program-program pembangunan terus kita sosialisasikan,” kata mantan Lurah Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara itu.

Dilanjutkan Jodi, program lain yang menjadi prioritas adalah menggerakkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan kamtibmas, pendidikan dini dan kesehatan masyarakat.

“Kita ingin lingkungan aman, bersih sehingga terwujud Ibukota yang menjadi dambaan setiap masyarakat,” ungkap dia.    

Kelurahan Tanjung Priok Melaju Tingkat DKI


Jakarta-Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terpilih mewakili Kota Administrasi Jakarta Utara dalam Perlombaan Tertib Administrasi PKK tingkat DKI.

Lurah Tanjung Priok, Suyono menuturkan, lolosnya Kelurahan Tanjung Priok ke tingkat DKI Jakarta merupakan sebuah prestasi luar biasa, apalagi nantinya bisa menjadi pemenang utama.

"Semua kerja keras ini, semua untuk warga Jakarta Utara pada umunya dan warga Kelurahan Tanjung Priok secara khusus, kerja keras akan membuat kita maju. Dan kami siap apabila mewakili DKI Jakarta ke tingkat nasional," tandasnya.

Ketua Tim Pengerak ( TP ) PKK Kelurahan Tanjung Priok, Yahya Fauzia Suyono mengatakan,  sebelum maju ketingkat DKI, Kelurahan Tanjung Priok meraih juara pertama tingkat kecamatan dan tingkat kota.

Kelurahan Tanjung Priok terbilang tertib administrasi, lantaran kelurahan Tanjung Priok melaksanakan 6 trap untuk mengelola surat menyurat, baik surat masuk maupun surat keluar, sehingga tertata rapi.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi yang hadir menyambut tim penilai tingkat DKI Jakarta menyatakan, program kegiatan PKK cukup padat dan banyak. Untuk mendukung program TP PKK perlu didukung database yang baik disertai pencatatan kegiatan serta program PKK yang baik pula.

Database dan pencatatan kegiatan serta program PKK bukan hanya pada saat lomba semata, tapi hal itu didasarkan pada empati dan tanggung jawab kita dalam melaksanakan tugas-tugas yang kita lakukan setiap saat dan itu harus dimulai dari bawah.

Pencatatan program dan kegiatan termasuk database yang baik bukan hanya untuk PKK semata. Namun, juga untuk semua termasuk untuk membantu kelancaran tugas Pak Lurah,” kata Tri Kurniadi.

Keunggulan database dan pencatatan kegiatan serta program PKK yang baik mempunyai keunggulan yang bertujuan sangat penting bagi anggota TP PKK, yakni untuk meningkatkan profesionalisme TP PKK. Disampingi itu, juga untuk meningkatkan tertib administrasi berjenjang.

Disamping itu, dengan langkah tersebut, secara khusus mempunyai tujuan adalah untuk memberikan gambaran sistem PKK dari bawah ke atas yang dimulai dari kader paling bawah, serta untuk mepercepat program yang sudah ada dan akan dilakukan oleh Pak Lurah.
Ratna Ningsih, Ketua Tim Dewan Juri, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk membangkitkan semangat kaum ibu para kader TP PKK.

“Penilaian ini juga merupakan pembinaan yang dilakukan secara berjenjang hingga tingkat nasional,”terang Ratna.     

Selasa, 06 Mei 2014

BKB PAUD Nurul Haya Melaju ke Tingkat Provinsi


Jakarta-BKB PAUD  Nurul Haya, RW 05, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok terbaik  di tingkat Kota Jakarta Utara dan mewakili Jakarta Utara ke tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam lomba BKB PAUD, hari ini dinilai dari tim Provinsi. 

BKB Nurul Haya berkat kegigihannya, keuletan, kesabaran serta semangat para kader telah membuahkan hasil melalui tahapan  seleksi tingkat Kelurahan, Kecamatan, sampai Kota adalah yang terbaik dan maju ke tingkat provinsi DKI Jakarta.

Lurah Kebon Bawang, Mamun mengatakan keikut sertaan kelompok BKB PAUD Nurul Haya akan menumbuhkan motivasi dan daya bangkit bagi para kader BKB PAUD di Kebon Bawang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai fasilitator yang bertugas memberikan penyuluhan serta menggerakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas siswa PAUD, kata dia, disela-sela Penilaian Peningkatan Kualitas Peningkatan Pengelola BKB PAUD dan Pengembangan Media Interaksi Kelompok BKB PAUD tingkat Provinsi DKI Jakarta, Rabu (07/05/2014).

Mamun menambahkan pendidikan PAUD diletakan dasar akhlak budi pekerti pada anak-anak, jadi bukan sekedar bernyanyi, berhitung dan ketrampilan. Pada anak-anak usia mas ini sangat menentukan akhlak budi pekerti sebagai tunas bangsa. 

Sementara Ketua Ketua Tim TP PKK Kelurahan Kebon Bawang, Nuryati Mamun, menambahkan keunggulan BKB ini ada ruang menyusui, warung gizi, perpustakaan, serta memiliki gedung yang megah berkat bantuan CSR PT. Astra Internasional. 

“Insya Allah, kita bisa menjadi yang terbaik, dan jika dipercaya menjadi juara di tingkat DKI Jakarta, maka kami siap mewakili Jakarta Utara dan Provinsi DKI Jakarta menuju tingkat nasional,” tambah Nuryati Mamun.     

Wakil Walikota Ajak Sikapi Perkembangan Jaman


Jakarta-Para pengelola keuangan  baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara  ( Jakut ) diharapkan mampu menyikapi perkembangan aturan  yang terus bergulir, Itu diungkapkan oleh Tri Kurniadi, Wakil Walikota Jakarta Utara, saat memberikan pengarahan kepada para peserta   Pelaksanaan  Pembinaan Pengelolaan Keuangan Daerah  Tigkat Kota Adm Jakarta Utara Tahun 2014 di Hotel Kawanua  Cempaka Putih Jakarta Pusat, Selasa ( 06/05/2014).

Lebih jauh diterangkan Tri Kurniadi, satu rupiahpun uang yang keluar harus bisa dipertanggung jawabkan oleh  masing – masing bendahara, karena kalau tidak bisa dipertanggung jawabkan akan berdampak hukum. 

 Disamping itu juga, dia juga meminta kepada bendahara harus bisa memberikan masukan , kepada pimpinan kalau semua itu harus dipertanggung jawabkan, disamping itu pimpinan juga diminta jangan seenaknya saja mengeluarkan biaya.

 “Semua itu tentunya sudah terprogram, “tegas Tri didampingi Kepala Bagian Keuangan, Ayub.  

Selain itu, Tri Kurniadi juga mengingatkan, program – program  yang sudah  direncanakan UKPD dan SKPD  untuk segera dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja, sehingga tidak terjadi penumpukan pekerjaan.

Sementara itu, Ayub, Kepala  Bagian Keuangan menambahkan, kegiatan ini berlangsung dua hari,  dari tanggal 6 hingga 7 Mei 2014 di lantai 10 Hotel Kawanua.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini,  untuk memberikan pemahaman  tentang  pengelolaan keuangan  serta – aturan – aturan yang terus berkembang termasuk program ULP yang tengah dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam hal pengelolaan anggaran. Disampingi itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para bendahara akan lebih  menguasai.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah berasal dari  bendahara pengeluaran  pada  instansi tingkat kota, kecamatan dan kelurahan di Wilayah Jakarta Utara.

Selain itu juga, turut hadir juga camat dan lurah, serta para pejabat SKPD dan UKPD di jajaran Pemkot Jakut.


Gelar Razia, Tim Sidak Rokok di Kantor Walikota Tak Ditemukan Perokok


Jakarta-Tim Sidak Rokok Pemprov DKI Jakarta, hari ini melakukan inspeksi di lingkungan kantor Walikota Jakarta Utara ( Jakut ). Dalam aksi tim sidak rokok di Kantor Heru Budi Hartono itu tidak ditemukan puntungan rokok maupun orang yang merokok.

Sekitar 15 orang dari tim gabungan 'sidak rokok' berkeliling lingkungan Pemerintah Kota ( Pemkot ) Jakut untuk menyidak para perokok di dalam kawasan pemprov DKI.

Tim sidak ini memulai sidaknya sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka memulai sidak di lantai 13 kantor walikota menuju ke semua ruang yang ada di kantor walikota tak terkecuali pressroom Walikota Jakut. Mereka melihat kondisi ruangan, salah satu petugas sibuk mengecek tempat sampah apakah ada puntung rokok didalamnya.

Maukar, perwakilan Biro Kesejahteraan Sosial Pemprov DKI Jakarta mengatakan langkah awal pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman, Pelaksanaan, Pembinaan, Pengawasan dan Penegakan Hukum Kawasan dilarang merokok. Aturan ini harus dipatuhi oleh internal pemprov sendiri untuk memberi contoh pada masyarakat.

"Sekarang kita sudah harus mulai dari dalam dulu untuk memberi contoh," kata Maukar pada wartawan Walikota Jakut, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Selasa (06/05/2014).

Ia mengatakan larangan ini berlaku merata untuk seluruh gedung perkantoran dan pemerintah. Dari pressroom, rombongan berjalan ke kantor Suku Dinas ( Sudin ) Komunikasi, Informasi dan Kehumasan ( Kominfo), Bagian Tata Laksana, serta Bagian Hukum Pemkot Jakut. Saat melintas, hanya terlihat beberapa orang yang duduk tetapi tak merokok.Seusai mengunjungi tiga ruangan di lantai 5 tersebut, tim terus melaksanakan tugasnya menyisir satu persatu ruangan.

“Dari hasil penyisiran di gedung Walikota Jakut tidak ditemukan adanya orang yang merokok atau menemukan satu puntung rokok pun, ‘ kata Maukar.

Dalam kesempatan itu Maukar, juga berpesan kepada seluruh jajaran Pemkot Jakut untuk membuat gugus tugas yang berfungsi mengawasi larangan merokok di gedung Pemkot Jakut.

Berkaitan dengan gugus tugas tersebut, Sekretaris Kota ( Sekko ) Jakut, Junaedi, mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah di kantor Walikota Jakut sudah terbentuk atau belum terkait gugus tugas pengawasan larangan merokok.

“Saya akan cek dulu, kalau sudah terbentuk kita optimalkan. Kalau belum segera kita bentuk,”terang mantan Camat Cilincing Jakut itu.          

Sepekan, Puluhan PMKS Terjaring




Jakarta-Sebanyak 20 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)  Sudin Sosial Jakarta Utara terjaring dalam razia yang dilakukan Sudin Sosial Jakarta Utara selama sepekan di tahun  2014.
PMKS yang terjaring tersebut meliputi gelandangan, anak jalanan, pengemis, Pak Ogah, psikotik (penderita gangguan jiwa), dan pengamen.

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas ( sudin ) Sosial Jakarta Utara, Israk mengatakan, dua puluh orang PMKS yang terjaring berasal dari sejumlah titik rawan PMKS di antaranya, Jalan Yos Sudarso, dan turunan Jalan Jembatan Tiga Penjaringan. 

 “Setiap harinya kami menjaring empat PMKS,” jelas Israk, Selasa (06/05/2014).
 
Israk menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk terus melakukan razia PMKS. Dengan razia tersebut diharapkan dapat menetralisir kota Jakarta Utara dari segala gangguan-gangguan yang diakibatkan oleh keberadaan PKMS tersebut.

“Seperti penertiban PMKS di kolong jembatan, instansi lain seperti Satpol PP dan Dinas PU Jalan harus kita ikut sertakan,” jelasnya.

Untuk PMKS di bawah umur yang ikut terjaring, Israk meminta penjemput membawa surat PM 1, foto kopi KTP orang tua dan surat keterangan dari orang tua PMKS tersebut, jika anaknya ingin dikeluarkan.

“Kemarin kita dapat tujuh PMKS, hari ini dapat tiga orang di sekitar puteran Jalan Boulevard Sunter Kirana, Kelapa Gading   Sampai sekarang kami masih terus melakukan razia,” pungkas dia.

Sementara itu, Reza Dewi Gusdianto (18), salah seorang Pak Ogah yang terjaring pada Selasa (06/05/2014), bahwa dirinya bersama dua rekan lainnya baru pertama kali kena razia.

“Dalam melaksanakan aksi parkir di puteran Jalan Boulevard Sunter Kirana, Kelapa Gading, dirinya bersama rekan lainnya menggunakan sistem bagi hasil dengan si bos yang biasa di panggil “ Si Gendut”. 

“Si Gendut tidak turun markir kendaraan pak. Kalau tahu begini saya enggak mau pak lakukan ini,” kata Reza kepada petugas Sudin Sosial Jakarta Utara.