Minggu, 27 Januari 2013

Korban Banjir Urus Administrasi Kependudukan Gratis


Jakarta-Untuk memudahkan warga korban banjir dalam membuat kembali surat-surat administrasi kependudukan mereka yang hilang ataupun rusak saat banjir melanda ibu kota beberapa waktu lalu, sekaligus melayani warga yang belum melaksanakan perekaman KTP Elektronik (E-KTP), Suku Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil ) Kota Administrasi Jakarta Utara, mengelar kegiatan kegiatan perekaman e-KTP di RW 07 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Edison Sianturi, menjelaskan, bagi korban banjir yang ingin mengurus Administrasi Kependudukan tersebut, dalam hal ini warga warga diminta untuk membuat laporan kepada RT dan RW setempat,  yang di lampiri dengan surat dari Kepolisian terdekat.


“Untuk pengurusan administrasi kependudukan tersebut tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis,” kata Edison, Sabtu (26/01/2013), disela-sela kegiatan KTP Mobile di RW 07 Kelurahan Penjaringan.

Sementara dalam kegiatan KTP Mobile ini,  sebanyak 24 orang dilayani, dengan perincian 2 orang melaksankan perekaman e-KTP, 16 orang membuat Kartu Keluarga (KK ) Nasional, serta 6 orang melaksanakan perpanjangan KTP Reguler, tambah Edison Sianturi.

( Amin Hidayat )  .

Sudin PU Sebar 80 Spanduk Jalan Rusak


Jakarta-Untuk mengantisipasi bertambahnya korban jiwa akibat jalan rusak, yang tersebar di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, Suku Dinas PU Jalan dan Jembatan telah menyebarkan 80 spanduk yang berisi tulisan “Hati-hati Jalan Rusak”.

Kepala Seksi Sudin PU Jalan dan Jembatan, Didi Suhendi, menjelaskan spanduk tersebut disebar di sisi kanan maupun kiri jalan yang terdapat jalan yang rusak.

“Langkah ini kami lakukan untuk memberitahukan kepada masyarakat pengunan kendaraan, baik roda empat dan dua untuk tetap meningkatkan kewaspada dalam berlalu lintas,  karena didepannya, atau sekitar 5 hingga 100 meter lagi ada jalan yang rusak,” terang Didi Suhendi, saat di temui diruang kerjanya, Minggu (27/01/2013) siang.

(  Amin Hidayat ) 

Teks Foto : Jalan rusak (ilustrasi) 





Jokowi Kembali Bantu Korban Banjir di Penjaringan


Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ,membagi-bagikan bantuan kepada korban banjir di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, siang ini. Warga sontak menyambut gembira bantuan itu.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi, kepada wartawan juga menjelaskan untuk mengantisipasi banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Pemprov DKI Jakarta segera menormalisasi Waduk Pluit. Terlebih, kondisi Waduk Pluit saat ini kondisinya memprihatinkan lantaran disekitarnya telah diserebot menjadi pemukiman liar serta kedalamannya yang hanya menyisakan 2-3 meter dari idealnya sedalam 10 meter.

"Kebutuhan untuk normalisasi Waduk Pluit kira-kira mencapai Rp 1 Triliun. Tapi, dimasukkan ke dalam APBD antara Rp 100-150 miliar," ujar Jokowi, saat menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Pasar Ikan, Penjaringan, Minggu (27/1).

Dikatakan Jokowi, normalisasi Waduk Pluit dinilai sangat mendesak. Pasalnya, jika tidak segera dilakukan maka masalah banjir di kawasan Pluit tidak akan tuntas. "Waduk pluit itu jantungnya, kalau ada banjir ya di situ pangkalnya. Jadi, kalau bermasalah seperti sekarang ini menjadi problem," katanya.

Saat ini, tambah Jokowi, kedalaman Waduk Pluit jauh di bawah normal, yakni hanya sedalam 2-3 meter. Jumlah warga yang menempati areal sekitar Waduk Pluit mencapai 17 ribu kepala keluarga (KK).

Bagi mereka yang menempati areal Waduk Puit, kata Jokowi, kami beri solusi untuk pindah ke Rusun Marunda atau tempat lain yang telah disiapkan. Mereka tinggal masuk saja. Untuk masalah harga sewa, Jokowi berjanji dapat menyediakan rumah susun dengan harga yang murah.

"Akan saya bikin yang semurah-murahnya, karena ini menyangkut sebuah kepentingan bukan income untuk mendapatkan uang dari sewa itu," terang Jokowi kepada wartawan.

( Amin Hidayat )

(Teks Foto : Warga menyambut antusias bantuan Jokowi kepada korban banjir di Penjaringan)


Jangan Buang Sampah Di Kali


Jakarta- Banjir yang di Jakarta terjadi beberapa hari lalu tentu banyak sebabbnya, untuk itu kita diminta untuk menjaga keseimbangan alam dan merawat dengan baik. Satu diantaranya dengan tidak membuang sampah di sembarangan tempat atau kali dan saluran. Demikian diungkapkan oleh Lurah Kebon Bawang, Ma’mun mewakili Walikota Jakarta  Utara, dihadapan jemaah, saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Jalan Swadaya Barat I A, Sabtu (26/01/2013) malam. Karenanya, pihaknya mengharapkan semua pihak dimulai dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. 

Dengan adanya banjir tersebut, kita harus intropeksi diri, sehingga kejadian tersebut tak terulang lagi. Yang perlu kita lakukan, sampah jangan dibuang di sungai, sampah itu akan menumpuk di laut yang akan merugikan semua pihak. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota LMK Kebon Bawang M. Khussairi, tokoh masyarakat, tokoh ulama, serta Ketua RW 09 Sadijo Tjitro Prawiro, dan masyarakat. “Kewajiban menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” terang Ma’Mun. 

Dalam kesempatan tersebut, Ma’Mun juga berharap agar Kali Bugis atau Kali  Mati dapat segera dinormalisasi.Kondisi kali bugis dan kali mati saat ini cukup memprihatinkan, karena lebar kali semakin menyempit akibatnya luas kali menyempit akibat pembangunan pemukiman.

Jumat, 25 Januari 2013

Jumantik Pegangsaan Dua Turut Sosialisasikan PHBS


Jakarta-Keberadaan juru pemantau jentik (Jumantik) sangat berperan menjaga lingkungan. Tidak hanya memonitor keberadaan jentik nyamuk penyebar DBD, namun juga memberikan sosialisasi kepada warga tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Seperti yang dilaksanakan para jumantik di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Kota Administrasi Jakarta Utara. Para jumantik ini adalah perwakilan dari RT dan RW yang ada di wilayah tersebut. Secara rutin seminggu sekali berkeliling door to door (dari pintu ke pintu) rumah warga memburu nyamuk aedes agepty si pembawa penyakit demam berdarah dangue ( DBD ).

Lurah Pengangsaan Dua, Didit Mulyadi, menjelaskan para jumantik tersebut mendatangi rumah warga untuk mengecek jentik nyamuk aedes aegepty .

“Kegiatan ini rutin setiap Jumat pagi bersamaan dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), “kata Didit, saat ditemui di Balai Warga RW 05 didampingi Ketua RW 05, Agus Muslim, Jumat ( 25/01/2012 ).

Masih ditambahkan Didit, langkah PSN dan yang dilaksanakan para kader jumantik sangat efektif memutus mata rantai DBD.

( Amin Hidayat )

Bazis Jakut Bantu Korban Banjir

-->
Jakarta-Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Bazis) Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar bakti sosial tersebut berupa pemberian bantuan logistik atau makanan dan obat-obatan yang di tujukkan kepada masyarakat Jakarta Utara, yang sampai saat ini wilayahnya masing tergenang banjir. 

Menurut Kepala Bazis, Muhammad Alwi, menjelaskan bantuan yang diberikan oleh Bazis Jakut tersebut telah kami kirim ke Posko / dapur umum milik Sudin Sosial Jakarta Utara, yang berada di lantai 8 Kantor Walikota Jakarta Utara, Jumat (25/01/2013).  

Adapun bantuan yang diberikan oleh Bazis Jakut, tersebut berupa, obat-obatan, beras 12 karung dimana masing-masing karung beras tersebut seberat 50 Kg, mie instans 40 dus, telur 6 peci, serta kecap 2 kerap, tambah Muhammad Alwi.  

( Amin Hidayat )

TNI, Polri, Warga dan Aparat Bersih-Bersih Di Sungai Begog


Jakarta-Untuk mengantisipasi banjir dan tanggap darurat, ratusan petugas gabungan dan warga RW 03 dan 10 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (25/01/2013), melakukan aksi gotong royong membersihkan sampah dan Sedimen lumpur di Sungai Begog, Jakarta Utara.

Kasie Sarana dan Prasarana Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Kuriatna menjelaskan, upaya ini merupakan kegiatan partisipasi masyarakat untuk mencegah datang banjir paska tanggap darurat.Dan pihak sangat berterima kasih karena dengan kegotong royongan persoalan masyarakat menyangkut masalah antisipasi banjir terlaksana.Apalagi dibantu para petugas baik dari TNI (Pasukan Arhanud), Polri (Polsek Cilincing dan Polres Jakut) serta instansi Pemko Jakut seperti Kebersihan, PU Jalan dan Kecamatan serta kelurahan.

Kali Begog merupakan Kali Cakung Lama, yang melintas di kawasan Semper Timur. Kali ini merupakan muara dari Kali Cakung Lama yang melintasi Sukapura, Semper Barat, Tugu Selatan, Pegangsaan Dua. Dari Kali Begog ini aliran air menuju ke Kali Cakung Draine yang mengalir ke laut, tambah Kuriatna didampingi Lurah Semper Timur, Darmawan, dan Ketua RW 03, Mamid, Jumat (25/01/2013).

Kalau ini kita lakukan dengan kegotong royongan apapun persoalan di lingkungan akan cepat teratasi, mudah-mudahan saat hujan turun nanti upaya bisa meminimalisir banjir di wilayah kali begog" ujar Lurah Semper Timur Darmawan.

Sejak pukul 06.00 pagi,  kita sudah bergerak untuk turun, dari mulai mengangkat semua sampah, juga sedimen di sungai dikeruk sehingga air hujan saat turun nanti cepat mengalir, tambah Asmin Firmansyah,  Ketua RW 10 Semper Timur. 

( Amin Hidayat )