Jakarta-Untuk memudahkan warga korban
banjir dalam membuat kembali surat-surat administrasi kependudukan mereka yang
hilang ataupun rusak saat banjir melanda ibu kota beberapa waktu lalu, sekaligus
melayani warga yang belum melaksanakan perekaman KTP Elektronik (E-KTP), Suku
Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil ) Kota Administrasi Jakarta
Utara, mengelar kegiatan kegiatan perekaman e-KTP di RW 07 Kelurahan
Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.
Kepala Sudin Dukcapil Jakarta
Utara, Edison Sianturi, menjelaskan, bagi korban banjir yang ingin mengurus
Administrasi Kependudukan tersebut, dalam hal ini warga warga diminta untuk
membuat laporan kepada RT dan RW setempat, yang di lampiri dengan surat dari Kepolisian
terdekat.
“Untuk pengurusan administrasi
kependudukan tersebut tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis,” kata Edison, Sabtu (26/01/2013), disela-sela kegiatan KTP
Mobile di RW 07 Kelurahan Penjaringan.
Sementara dalam kegiatan KTP Mobile ini,
sebanyak 24 orang dilayani, dengan
perincian 2 orang melaksankan perekaman e-KTP, 16 orang membuat Kartu Keluarga (KK
) Nasional, serta 6 orang melaksanakan perpanjangan KTP Reguler, tambah Edison
Sianturi.
Jakarta-Untuk mengantisipasi bertambahnya
korban jiwa akibat jalan rusak, yang tersebar di wilayah Kota Administrasi Jakarta
Utara, Suku Dinas PU Jalan dan Jembatan telah menyebarkan 80 spanduk yang
berisi tulisan “Hati-hati Jalan Rusak”.
Kepala Seksi Sudin PU Jalan dan
Jembatan, Didi Suhendi, menjelaskan spanduk tersebut disebar di sisi kanan maupun kiri
jalan yang terdapat jalan yang rusak.
“Langkah ini kami lakukan untuk
memberitahukan kepada masyarakat pengunan kendaraan, baik roda empat dan dua untuk
tetap meningkatkan kewaspada dalam berlalu lintas, karena didepannya, atau sekitar 5 hingga 100
meter lagi ada jalan yang rusak,” terang Didi Suhendi, saat di temui diruang
kerjanya, Minggu (27/01/2013) siang.
Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ,membagi-bagikan
bantuan kepada korban banjir di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, siang
ini. Warga sontak menyambut gembira bantuan itu.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi, kepada wartawan juga
menjelaskan untuk mengantisipasi banjir, khususnya di wilayah Kecamatan
Penjaringan, Jakarta Utara, Pemprov DKI Jakarta segera menormalisasi Waduk
Pluit. Terlebih, kondisi Waduk Pluit saat ini kondisinya memprihatinkan
lantaran disekitarnya telah diserebot menjadi pemukiman liar serta kedalamannya
yang hanya menyisakan 2-3 meter dari idealnya sedalam 10 meter.
"Kebutuhan untuk normalisasi Waduk Pluit kira-kira mencapai Rp 1 Triliun.
Tapi, dimasukkan ke dalam APBD antara Rp 100-150 miliar," ujar Jokowi,
saat menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Pasar Ikan, Penjaringan, Minggu
(27/1).
Dikatakan Jokowi, normalisasi Waduk Pluit dinilai sangat mendesak. Pasalnya,
jika tidak segera dilakukan maka masalah banjir di kawasan Pluit tidak akan
tuntas. "Waduk pluit itu jantungnya, kalau ada banjir ya di situ
pangkalnya. Jadi, kalau bermasalah seperti sekarang ini menjadi problem,"
katanya.
Saat ini, tambah Jokowi, kedalaman Waduk Pluit jauh di bawah normal, yakni
hanya sedalam 2-3 meter. Jumlah warga yang menempati areal sekitar Waduk Pluit
mencapai 17 ribu kepala keluarga (KK).
Bagi mereka yang menempati areal Waduk Puit, kata Jokowi,
kami beri solusi untuk pindah ke Rusun Marunda atau tempat lain yang telah
disiapkan. Mereka tinggal masuk saja. Untuk masalah harga sewa, Jokowi berjanji
dapat menyediakan rumah susun dengan harga yang murah.
"Akan saya bikin yang semurah-murahnya, karena ini
menyangkut sebuah kepentingan bukan income untuk mendapatkan uang dari
sewa itu," terang Jokowi kepada wartawan.
( Amin Hidayat )
(Teks Foto : Warga menyambut
antusias bantuan Jokowi kepada korban banjir di Penjaringan)
Jakarta- Banjir
yang di Jakarta
terjadi beberapa hari lalu tentu banyak sebabbnya, untuk itu kita diminta untuk
menjaga keseimbangan alam dan merawat dengan baik. Satu diantaranya dengan
tidak membuang sampah di sembarangan tempat atau kali dan saluran. Demikian
diungkapkan oleh Lurah Kebon Bawang, Ma’mun mewakili Walikota Jakarta
Utara, dihadapan jemaah, saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi
Muhammad SAW, di Jalan Swadaya Barat I A, Sabtu (26/01/2013) malam. Karenanya,
pihaknya mengharapkan semua pihak dimulai dari diri sendiri untuk menjaga
kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.
Dengan adanya banjir tersebut, kita harus intropeksi diri,
sehingga kejadian tersebut tak terulang lagi. Yang perlu kita lakukan, sampah
jangan dibuang di sungai, sampah itu akan menumpuk di laut yang akan merugikan
semua pihak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota LMK Kebon
Bawang M. Khussairi, tokoh masyarakat, tokoh ulama, serta Ketua RW 09 Sadijo
Tjitro Prawiro, dan masyarakat. “Kewajiban menjaga lingkungan adalah tanggung
jawab kita bersama,” terang Ma’Mun.
Dalam kesempatan tersebut, Ma’Mun juga berharap agar Kali
Bugis atau Kali Mati dapat segera dinormalisasi.Kondisi kali bugis dan
kali mati saat ini cukup memprihatinkan, karena lebar kali semakin menyempit
akibatnya luas kali menyempit akibat pembangunan pemukiman.
Jakarta-Keberadaan juru pemantau jentik
(Jumantik) sangat berperan menjaga lingkungan. Tidak hanya memonitor keberadaan
jentik nyamuk penyebar DBD, namun juga memberikan sosialisasi kepada warga
tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Seperti yang dilaksanakan para
jumantik di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Kota
Administrasi Jakarta Utara. Para jumantik ini
adalah perwakilan dari RT dan RW yang ada di wilayah tersebut. Secara rutin
seminggu sekali berkeliling door to door (dari pintu ke pintu) rumah warga
memburu nyamuk aedes agepty si
pembawa penyakit demam berdarah dangue ( DBD ).
Lurah Pengangsaan Dua, Didit
Mulyadi, menjelaskan para jumantik tersebut mendatangi rumah warga untuk mengecek
jentik nyamuk aedes aegepty .
“Kegiatan ini rutin setiap Jumat
pagi bersamaan dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), “kata Didit,
saat ditemui di Balai Warga RW 05 didampingi Ketua RW 05, Agus Muslim, Jumat (
25/01/2012 ).
Masih ditambahkan Didit, langkah
PSN dan yang dilaksanakan para kader jumantik sangat efektif memutus mata
rantai DBD.
Jakarta-Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Bazis) Kota Administrasi Jakarta
Utara menggelar bakti sosial tersebut berupa pemberian bantuan
logistik atau makanan dan obat-obatan yang di tujukkan kepada masyarakat Jakarta Utara, yang
sampai saat ini wilayahnya masing tergenang banjir.
Menurut Kepala Bazis, Muhammad
Alwi, menjelaskan bantuan yang diberikan oleh Bazis Jakut tersebut telah kami
kirim ke Posko / dapur umum milik Sudin Sosial Jakarta Utara, yang berada di
lantai 8 Kantor Walikota Jakarta Utara, Jumat (25/01/2013).
Adapun bantuan yang diberikan
oleh Bazis Jakut, tersebut berupa, obat-obatan, beras 12 karung dimana
masing-masing karung beras tersebut seberat 50 Kg, mie instans 40 dus, telur 6
peci, serta kecap 2 kerap, tambah Muhammad Alwi.
Jakarta-Untuk mengantisipasi banjir dan tanggap darurat, ratusan
petugas gabungan dan warga RW 03 dan 10 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan
Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (25/01/2013), melakukan aksi
gotong royong membersihkan sampah dan Sedimen lumpur di Sungai Begog, Jakarta
Utara.
Kasie Sarana dan Prasarana Sudin PU Tata Air Jakarta Utara,
Kuriatna menjelaskan, upaya ini merupakan kegiatan partisipasi masyarakat untuk
mencegah datang banjir paska tanggap darurat.Dan pihak sangat berterima kasih
karena dengan kegotong royongan persoalan masyarakat menyangkut masalah
antisipasi banjir terlaksana.Apalagi dibantu para petugas baik dari TNI
(Pasukan Arhanud), Polri (Polsek Cilincing dan Polres Jakut) serta instansi
Pemko Jakut seperti Kebersihan, PU Jalan dan Kecamatan serta kelurahan.
Kali Begog merupakan Kali Cakung Lama, yang melintas di kawasan Semper Timur.
Kali ini merupakan muara dari Kali Cakung Lama yang melintasi Sukapura, Semper
Barat, Tugu Selatan, Pegangsaan Dua. Dari Kali Begog ini aliran air menuju ke
Kali Cakung Draine yang mengalir ke laut, tambah Kuriatna didampingi Lurah
Semper Timur, Darmawan, dan Ketua RW 03, Mamid, Jumat (25/01/2013).
Kalau ini kita lakukan dengan kegotong royongan apapun persoalan di lingkungan
akan cepat teratasi, mudah-mudahan saat hujan turun nanti upaya bisa
meminimalisir banjir di wilayah kali begog" ujar Lurah Semper Timur
Darmawan.
Sejak pukul 06.00 pagi, kita sudah
bergerak untuk turun, dari mulai mengangkat semua sampah, juga sedimen di
sungai dikeruk sehingga air hujan saat turun nanti cepat mengalir, tambah Asmin
Firmansyah, Ketua RW 10 Semper
Timur.