Senin, 28 April 2014

Genangan di Jalan Raya Kalibaru Barat I di Keluhkan Warga



Jakarta-Genangan air yang telah berlangsung selama tiga bulan lalu di Jalan Raya Kalibaru Barat, RW 08, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ( Jakut ) dikeluhkan warga.

Mushlis ( 34) warga berharap genangan yang ada di jalan tersebut segera di keringkan. Pasalnya, genangan tersebut menimbulkan bau tak sedap dan saat ini air tersebut tampak hijau.

Selain itu, kami khawatir akan rawan penyakit demam berdarah dengeu (DBD) mengingat saat ini sudah memasuki pancaroba. Maka dari itu warga berharap pemerintah segera menindak lanjuti memperbaiki saluran tersebut.

Menanggapi keluhan itu, Camat Cilincing, Wawan Budi Rohman, menuturkan persolan itu telah disampaikan kepada pihak PU Tata Air Jakut. Dan berharap agar hal itu mendapatkan tindak lanjut dari pihak Sudin PU Tata Air. 

“Memang saat ini kawasan tersebut sering terjadi genangan. Meski begitu saya sudah sampaikan kepada pihak Sudin PU Tata Air agar genangan tersebut dapat ditindak lanjuti dengan cepat,”kata Wawan, saat dihubungi, Senin (27/04/2014).

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, menjelaskan genangan yang terjadi di jalan tersebut, karena saat ini sedang adanya revitalisasi pompa di dekat Kali Kresek, Lagoa, Koja, Jakut. 

“Kapasitas pompa tersebut besar, sehingga bila revitalisasi pompa tersebut selesai maka genangan di jalan tersebut dapat segera di selesaikan,”terang walikota kepada wartawan saat blusukan di Rusun Marunda, Cilincing, Jakut, Minggu (26/04/2014).   

RBS Optimis Juara I


Jakarta-Kelurahan  Rawa Badak Selatan ( RBS ), Koja, Jakarta Utara setelah terpilih terbaik dalam Lomba Gotong Royong ( LGR ) Tingkat DKI Jakarta, Senin (27/04/2014), dinilai oleh tim Lomba Gotong Royong Tingkat Nasional. 

Ketua tim penilai,  Minarni Marbun, dalam kesenpatan itu memberikan apresiasi dan penghargaan setinggih-tinggihnya kepada Pemerintah DKI Jakarta yang telah menetapkan Kelurahan Rawa Badak Selatan sebagai Juara I LGR tingkat DKI Jakarta dan mewakili DKI ke tingkat nasional. 

Kedatangan kami pada hari ini, masih kata Minarni, adalah untuk melakukan verifikasi data yang telah disampaikan kepada kami sebelumnya. 

“Kelurahan RBS telah masuk pada 9 besar tingkat nasional, dimana dari 9 besar tersebut, nantinya akan kami pilih 6 besar baik tingkat kelurahan maupun desa sebagai juara. Pengumuman juara LGR tingkat nasional sendiri di jadwalkan akan dilaksanakan pada 20 Mei 2014 mendatang,” ujar dia. 

Dalam kesemnpatan itu juga, Minarni juga turut menyampaikan, kalah atau menang dalam lomba ini bukanlah suatu tujuan utama. Tapi, tujuan utama dari adanya lomba ini adalah bagiamana kembali menyuarakan semangat gotong royong di tingkat DKI Jakarta, sekaligus menungkatkan kegotong royongan dari tahun ke tahun. 

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, yang turut langsung menyambut kedatangan tim penilai. Tri Kurniadi mengaku optimis Kelurahan Rawa Badak Selatan bisa menjadi juara nasional.

“Kami mendorong RBS untuk terus maju mewakili DKI Jakarta ke tingkat nasional. Pelaksanaan  pembangunan dalam berbagai bidang, termasuk 4 bidang yang akan dilihat oleh tim penilai yaitu bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan agama serta lingkungan. Semua dilaksanakan berazaskan nilai luhur kegotong royongan,” jelas Tri Kurniadi saat menerima kedatangan tim penilai lomba gotong royong masyarakat tingkat nasional di Halaman Balai Warga RW 07, Kelurahan RBS, Koja.

Menurutnya, hal yang paling spesifik terjadi di wilayah RBS adalah pembangunan yang dilaksanakan dengan sinergitas tinggi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. 

“Semangat gotong royong yang tercermin ditengah masyarakat RBS inilah, yang pada akhirnya mampu membawa Kelurahan RBS hingga ke tingkat nasional dan bersaing dengan 9 kandidat dari daerah lain,” kata Tri Kurniadi.        

Sementara itu, Lurah Rawa Badak Selatan Sutarjo, dalam paparannya menuturkan, wilayah RBS terdiri dari 11 RW dan 109 RT. 

Kegotong royongan yang telah ditunjukkan oleh warga dan kemitraan dunia usaha diantaranya, dengan membangun fasilitas umum ( fasum ) dan fasilitas sosial ( fasos ), yakni, untuk saran ibadah, ada 19 masjid, 5 gereja, dan 24 mushollah. Terwujudnya 11 balai warga, dimana dua diantanya dibagun melalui bantuan perusahaan swasta yakni PT. Astra Internasional dan PT. Pertamina dengan membangun 2 kantor RW. 

Untuk sarana kesehatan, saat ini telah ada 2 mobil ambulance, serta adanya posyandu di 11 RW. Pendukung keamanan, berdirinya 54 pos kamling. Selain itu, adanya 59 orang relawan linmas binaan RW, 156 orang yang tergabung dengan Sadar Kamtibmas, serta  22 orang Mitra Jaya. 

Lebih jauh dia menambahkan, peran lembaga pemerintah dalam mengerakkan masyarakat untuk berpartispasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan disetiap kegiatan kemasyarakatan, sangat dapat dihandalkan karena lembaga kemasyarakatan bersama pemerintah, mampu menjembati dan mengajak semua dunia usaha yang ada di Kelurahan Rawa Badak Selatan, untuk berpartispasi dan memberikan dukungan pada pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Rawa Badak Selatan. 


Disamping itu, berbagai prestasi yang telah diraih oleh kelurahan ini, yakni Juara Nasional dalam kegiatan Lomba Posyandu yang diraih oleh RW 04 pada tahun 2013 lalu. Juara Harapan I Tingkat DKI dalam Lomba Produk Unggulan, Juara I Lomba Binaul Masjid yang diraih oleh Masjid Muhajirin, serta meraih predikat Kelurahan Sadar Hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Mangkrak, Pengerjaan saluran air dan utulitas jalan dikeluhkan warga


Jakarta-Warga dan pengguna kendaraan bermotor yang setiap hari melintasi Jalan Kesemek RW 14, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara ( Jakut ) mengeluhkan tidak berlanjutnya pembangunan saluran air dan utilitas jalan dilokasi tersebut.

Dampaknya membuat pengguna jalan dan warga sekitar kesal. Sebab akses jalan hanya bisa dilalui satu jalur dan harus bergantian jika melintasinya. Selain menghambat pengguna jalan juga menyumbat arus air di saluran tersebut. Kerusakan utilitas karena saluran sepanjang 8 meter dan luas 1,5 meter ini hanya  3 meter yang bisa dilalui kendaraan.

"Sudah hampir dua minggu tidak terlihat ada pekerja yang memperbaikinya. Hanya pada saat pembongkaran mereka kerja. Kasihan dong Masyarakat yang jadi korban kalau rusak seperti ini" kata Rendi ( 35), warga setempat yang setiap hari milintasi jalan tersebut

Berkaitan dengan hal itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono langsung bereaksi. Walikota menuturkan, pihaknya telah menelpon langsung ke pihak PU. Dan, saya telah sampaikan kepada mereka, kalau pekerjaan tersebut bisa jalan yah jalan, tapi kalau tidak bisa yah tunda.

“Apa yang saya sampaikan kepihak PU tersebut, untuk menayakan kepastian dari pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaan tersebut jangan sampai merugikan masyarakat,”kata Heru Budi Hartono, kepada wartawan di Rusun Marunda, Cilincing, Jakut, Minggu (27/04/2014). .

Minggu, 27 April 2014

Polisi Usut Tuntas Tewasnya Mahasiswa STIP

Jakarta-Kematian Dimas Dikita Handoko, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran ( STIP ) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara ( Jakut ), masih menjadi misteri. Untuk mengungkap kasis tersebut, polisi masih terus mendalami motif di balik tewasnya mahasiswa asal Medan, Sumatera Utara tersebut.

Kapolres Metro Jakut, Kombes M. Iqbal mengatakan, pihaknya mendapat laporan langsung dari rumah sakit jikja mahasiswa STIP meninggal secara tak wajar. Mengenai motifnya, karena ada pembinaan yang dilakukan oleh oknum senior kepada yunior yang sangat berlebihan. Namun, pihaknya masih terus mendalami motif di balik tewasnya Dimas tersebut.

"Kami masih dalami motifnya. Untuk sementara informasi yang kami terima dari para tersangka adalah ituy,"ujarnya, Sabtu (26/04/2014).

Sementara itu, Siagian (45) pemilik kos tenpat perpeloncoan mahasiswa STIP Marunda, mengaku tidak tahu soal kekerasan yang terjadi di rumahnya. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB kemarin, ia sempat bertanya kepada salah satu tersangka yang kos dirumahnya yang mengaku sedang menelpon ke Medan.

Ia mengaku, tidak mengetahui sama sekali kejadian yang menewaskan Dimas tersebut. sebab, tempat kos korban selalu ramai.
"Mereka lebih sering kumpul di sini, karena dekat dengan tempat biasa main futsal, " tambahnya.

Sebelumnya Dimas Dikita Handoko, mahasiswa STIP semester I diketahui meninggal dunia pada pukul 03.00 di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakut. Meski telah menetapkan beberapa tersangka, polisi masih mendalami kasus tersebut.    

Pejabat di Jakut Diminta Peduli Adipura


Jakarta-Pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot ) Jakarta Utara (Jakut) diminta harus all out untuk menyukseskan perolahan Adipura pada tahun ini. 

Demikan diungkapkan oleh Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, seusai kegiatan Hari Kartini bersama warga Rusunnawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. 
 
Lebih jauh dijelaskan Heru, bahwa sejak tahun 1996 lalu dirinya telah turut serta menyukseskan Jakarta Utara mendapatkan Adipura. 

Saya terus memonitor ke setiap lokasi, tanpa harus memberitahukan camat dan lurah, sehingga saya tidak bisa dibohongi, dan jika ada yang kurang maka hal itu segera saya sampaikan kepada camat dan lurah untuk segera dibenahi. 

Namun, apabila hal itu ( Adipura ) ternyata Jakut tidak  dapat, tentunya nantinya saya akan lihat dimana kekurangannya sebagai bahan masukan kedepan. 

“Tahun lalu memang Jakut tidak dapat, dan pada tahun itu juga saya tidak di Jakut. Untuk itu, pada tahun ini agar Jakut bisa meraih Adipura, dalam hal ini harus kita perjuangkan secara  bersama-sama,” kata Heru yang juga saat ini merangkap jabatan sebagai Kepala Biro Hubungan Luar Negeri Pemprov DKI Jakarta.

Untuk membenahi segala hal agar Jakut bisa merebut Adipura, dalam hal ini  bukan hanya tanggung jawab camat dan lurah semata, namun juga tanggung jawab seluruh jajaran di Pemkot Jakut.

“Jika ada pejabat di pemkot yang tidak peduli, atau tidak hafal apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal itu, Dalam hal ini dia tidak segan-segan mengeser pejabat atau kepala seksi di tingkat kota,” tegas Heru kepada wartawan.        

Warga Marunda Rayakan Hari Kartini



Jakarta-Hari Kartini, hari yang disimbolkan sebagai hari pembebasan dari keadaan anti emansipasi (persamaan hak), juga dirayakan oleh warga Rusunnawa Marunda Blok 9 Cluster B, Kelurahan  Marunda, Cilincing, Jakarta Utara ( Jakut ) , Minggu (27/04/2014). 

Kegiatan tersebut terwujud berkat kerja sama Pemerintah Kota ( Pemkot ) Jakut dengan menggandeng Yayasan Meek Nusantara.

Ketua Panitia dari Yayasan Meek Nusantara, Muria Hadi Pranama, menuturkan, kehadiran kami di Rusunawa ini bersama masyarakat Rusunnawa Marunda bukan hanya merayakan Hari Kartini semata. Namun, kami juga telah melakukan beberpa hal disini. Kegiatan itu berupa, pelatihan sampah, pemberian bantuan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ). 

Selain itu juga, turut melaksanakan bimbingan prilaku hidup bersih dan sehat, penyelenggaraan bursa kerja. Dimana, dalam kegiatan bursa kerja tersebut sebanyak 67 warga telah diterima kerja di PT. Kawasan Berikat Nusantara ( KBN ). 

Muria dalam kesempatan itu juga mengajak kepada seluruh warga yang Rusunnawa Marunda untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat ( PHBS ). 

“Semua program pemerintah maupun program kami dalam hal ini tidak akan terwuud tanpa adanya peran serta aktif dari masyarakat,”terang Mutia. 

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono yang hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Yayasan Meek Nusantara kepada warga Rusunnawa Marunda yang telah memberikan bimbingan bagi warga Rusunnawa Marunda untuk kehidupan yang lebih baik lagi. 

Dalam kesempatan itu juga, Heru juga mengajak warga untuk terus meningkatkan kebersiuhan lingkungan. Selain itu, Heru juga mengajak kepada seluruh warga untuk terus bangkit menyongsong kehidupoan yang lebih baik lagi di Rusunnawa Marunda. 

“Kedepan, pada tahun 2018 direncanakan PT., KBN berencana akan mengembangkan usaha di kawasan Marunda, dengan pengembangan usaha tersebut tentu akan membawa manfaat bagi warga Rusunnawa Marunda,” kata Heru. 

Dalam kesempatan itu juga, walikota didampingi Ketua Yayasan Meek Nusantara, Tati Santosa turut pula memberikan bantuan berupa alat kebersihan baik kepada warga maupun kepada bocah cilik peduli lingkungan, serta turut pula dilaksanakan pemberian bantuan bagi kaum lanjut lansia ( lansia), dan juga pemberian pengharaan kepada para pengurus RT di Rusunnawa Marunda yang dinilai mampu menjaga dan menciptakan kebersihan.                        

Sabtu, 26 April 2014

Guru Harus Awasi Jajanan di Sekolah



Jakarta-Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya, Pemerintah Kota( Pemkot ) Jakarta Utara ( Jakut )  memfokuskan diri pada pengawasan jajanan di sekitar sekolah. Untuk itu, pihak sekolah diharapkan menjadi garda terdepan untuk melakukan pengawasan kepada penjual jajanan yang ada di sekitar sekolahnya. 

Permintaan ini disampaikan oleh Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, dihadapan ratusan guru dan Kepala Sekolah Se-Kecamatan Kelapa Gading, di sekolah SMAN 45, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Lebih lanjut Walikota mengatakan, bahwa  saat ini dikhawatirkan banyak makanan yang setiap harinya dikonsumsi anak-anak pelajar,  diduga ada yang dicampur oleh zat kimia berbahaya,  seperti pewarna pakaian (wantek), formalin dan borak sehingga berdampak negatif pada kesehatan.

Zat kimia berbahaya diduga telah merambah  jajanan yang ada di lingkungan sekolah. Untuk itu, Walikota menegaskan agar  instansi terkait dapat melakukan antisipatif yakni dengan melakukan sampling terhadap jajanan yang ada di lingkungan sekolah.

Mari kita bekerjasama untuk mengawasi dan melakukan uji, serta supervisi agar jajanan yang dijual dapat aman, tidak mengandung bahan berbahaya. 

Ia juga menekankan langkah antisipatif dengan menerapkan gaya hidup sehat bagi siswa bisa dilakukan mulai sekarang. Untuk itu, diperlukan dukungan orang tua agar anaknya tidak gemar membeli jajan sembarangan di lingkungan sekolah. 

"Terus disosialisasikan kepada pihak sekolah, orang tua, dan juga siswa agar lebih baik membawa makanan dari rumah saja. Sebelum berangkat, diharuskan makan pagi di rumah. Ini untuk mencegah jajan di sekolah," ujar Heru.

Disampingin itu, ditambahkan oleh Heru, kami meminta kepada kepala sekolah untuk mewujudkan kantin sehat serta mengingatkan para pedagang di dalam sekolah untuk tidak menggunakan bahan berbahaya untuk dikonsumsi demi kesehatan para siswa yang mengkomsumsinya.