Selasa, 02 April 2013

Kecamatan Kelapa Gading Miniaturnya Singapura

Jakarta-12 Desinasi Wisata Pesisir Kota Administrasi Jakarta Utara yang menjadi kebanggan Pemerintah Kota dan Masyarakat Jakarta Utara terus disosialisasikan, salah satunya saat kunjungan kerja ( Kunker ) DPRD dan Perwakilan Pemerintah Kota Surakarta ke Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa ( 02/04/2013).

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono yang diwakili oleh Asisten Tata Pemerintahan, Suroto menjelaskan bahwa potensi wisata di Jakarta Utara lengkap yang tergabung dalam 12 Destinasi Wisata, yang tersebar di enam kecamatan di Jakarta Utara, yakni Taman Suaka Margasatwa Muara Angke, Sentra Perikanan Muara Angke, Kawasan Sunda Kelapa, Kampung Luar Batang, Sentra Belanja Mangga Dua, Taman Impian Jaya Ancol, Bahtera Jaya Ancol, Stasiun Tanjung Priok, Masjid Jakarta Islamic Center, Gerreja Tugu, Rumah Si Pitung, serta Sentra Belanja Kelapa Gading.

Sentra Belanja Kelapa Gading yang berada di kawasan Kecamatan Kelapa Gading sudah sangat terkenal. Di sini wisatawan bisa memuaskan diri dengan berbagai destinasi wisata belanja. Karena memang kawasan Kelapa Gading dipenuhi dengan jajaran toko-toko dan mall-mall besar yang sangat terkenal dan banyak mengundang para penggila belanja.Kawasan Kelapa Gading sendiri adalah merupakan miniaturnya Singapura.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Surakarta, Basuki Anggoro menjelaskan tujuan kunker Anggota DPRD tersebut untuk sharing dan hearing masalah kondisi umum di Utara, dikarenakan Jakarta Utara dekat dengan pusat pemerintahan.

( Amin Hidayat )

Teks Foto : Kepala Bagian Tata Pemerintah Kota Surakarta, Basuki Anggoro atas nama pemerintah dan masyarakat Surakarta memberikan cindermata kepada Asisten Tata Pemerintahan Jakarta Utara Suroto    

Astra Bantuan Korban Kebakaran Di Papanggo


Jakarta-PASCA terbakarnya empat rumah milik Halomoan Aritonang (68) yang dihuni oleh 49 jiwa, di Jalan Papanggo III C RT 006/005, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (02/04/2013). PT. Astra Internasional Tbk langsung memberikan bantuan.

 “Bantuan dari PT. Astra Internasional Tbk, secara simbolis diserahkan langsung oleh pihak manajemen PT. Astra Internasional Tbk, yang diwakili oleh Wiwik Setyowati,” terang Sutarjo, disela-sela pemberian bantuan dari PT. Astra Internasional Tbk, di Balai Warga RW 05, Selasa (02/04/2013).

Berkaitan dengan asal api, Sutarjo kembali menjelaskan, berasal dari konsleting listrik., untuk memadamkan api sebanyak 20 unit Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara dan PT. Astra Internasional diterjunkan. Berkat kesiagapan petugas dibantu masyarakat, api dengan cepat dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Adapun korban kebakaran, saat ini telah ditampung sementara di Balai Warga RW 05, dan pihaknya telah berkordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara agar para korban kebakaran dapat segera mendapatkan bantuan, seperti nasi bungkus, mie instan, selimut dan juga matras. Kasus kebakaran ini selanjutnya ditangani oleh Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, tambah Sutarjo.

( Amin Hidayat )

Teks Foto; Manajemen PT. Astra Internasional Tbk yang diwakili oleh Wiwiek Setyowati menyerahkan secara simbolis bantuan bagi korban kebakaran kepada Lurah Papanggo di Balai Warga RW 05, dimana bantuan tersebut selanjutnya di serahkan kembali kepada para korban kebakaran di Papanggo, Jakarta Utara.

Januari-Maret 2013, 440 Kucing Dan Anjing Di Jaring


Jakarta-Guna mengantisipasi sekaligus  mencegah penyebaran penyakit rabies, Sudin Peternakan Perikanan dan Kelautan (Sudin P2K) Kota Administrasi Jakarta Utara, sejak Januari hingga  akhir Maret 2013  berhasil menangkap  440 hewan kucing dan anjing.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Utara Moch Mikron menuturkan, pelaksanaan razia atau penangkapan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing dan kera merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap bulannya.

Hal ini dilakukan dalam mengantisipasi penularan rabies dan ini sesuai Perda 11 tahun 1995 tentang Penertiban Hewan-hewan Rentan Rabies di Jakarta Utara khusunya. " Pihak Sudin P2K Jakarta Utara akan terus memantau dan merazia apabila ditemukan hewan penular rabies di sejumlah lokasi yang diliarkan. Karena, keberadaan hewan tersebut dapat membahayakan keselamatan manusia bila menggigit,” ujar Mikron, Senin (2/4) di ruang kerjanya.

Pelaksanaan penangkapan, masih katanya dilakukan secara bertahap di beberapa kelurahan , untuk bulan Januari 2013,  di kelurahan Rorotan, tepatanya berada di  komplek Perumahan Green Garden  sebanyak 47 ekor kucing dijaring, dan langsung diserahkan ke rumah observasi hewan rabies di Ragunan.

Bulan berikutnya, Februari 2013,  penangkapan HPR di laksanakan di 5 lokasi, dengan  enam kali kegiatan, antara lain di RW 03 Kelurahan Penjaringan dengan menjaring 155 ekor, 118 kucing dan anjing 37 ekor.

Selanjutnya, masih pada bulan Febuari 2013, juga dilaksanakan di RW 011 Kelurahan Ancol dengan menjaring  35 ekor kucing, Gelanggang Samudra Ancol berhasil menjaring  62 ekor dengan dua kali melakukan penangkapan, sedangkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizamzaman Jakarta sebanyak 14 ekor kucing di jarring, kata Mikro.

Untuk penangkapan di bulan Maret 2013 lalu, tercatat 127 ekor anjing dan kucing berhasil dijaring dengan tiga kali kegiatan penangkapan. Dengan lokasinya  di Kawasan PLN Tanjung Priok, Jakarta Utara berhasil menangkap 63 kucing, di Kawasan Pelabuhan Perikanan  Muara Angke, dilakukan dua kali penangkapan dengan hasil  32 kucing dan 32 anjing terjaring, jelas Mikro.
 
Dalam kesempatan itu juga, ia meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan terjangkitnya virus rabies dari hewan-hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, dan kera. Cara untuk mengatasi virus rabies, diharapakan masyarakat  dengan rutin memberikan vaksinasi dan mendaftarkan hewan itu untuk disertifikasi kesehatannya.

Dilakukannya vaksinasi bagi ke tiga jenis hewan tersebut untuk keamanan kita semua. Sedangkan bagi hewan yang ditangkap dalam razia langsung dibawa ke Badan Karantina Ikan dan Hewan, Ragunan, Jakarta Selatan. Namun apabila terbukti mengidap rabies, hewan tersebut langsung dimusnahkan, kata Mikro.

Adapun target  hasil razia  untuk tahun ini, anjing  1000 ekor dan kucing 5000 ekor, mudah – mudahan masyarakat bisa memahami, dan berharap kepada pengurus RT / RW bisa membantu memberikan pemahaman bahwa HPR  itu harus dirawat dan jangan diliarkan, tambah Mikro.

Warga Papanggo Olah Sampah Jadi Kompos


Jakarta-Sejak tahun 2012, pupuk kompos buatan Mursid menyuburkan tanaman di Kelurahan Papanggo ,Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara. 

Mursid bersama temannya mengolah pupuk kompos. ”Saya yakin pupuk kompos ini yang terbaik di DKI Jakarta,”  kata Marzuki yakin saat ditemui di areal pembuatan kompos , di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (02/04/2013).

Ia menjelaskan, pupuk kompos produksinya berasal dari sampah-sampah di sekitar Kelurahan Papanggo,   seperti dedaunan, kemudian dicacah di mesin pencacah kemudian dimasukkan di bak yang telah disediakan ada 4 bak khususnya di belakang kelurahan papanggo.

Setelah siap di bak kemudian di siram dengan cairan /obat  M4. Untuk satu tutup botol cairan itu dicampur dengan air satu liter untuk menyiram, kemudian dibolak balik agar rata, terang Mursid.

Setelah disiram, setiap hari kompos tersebut disemprot dengan cairan M4 yang telah di campur air, penyemprotan selama satu minggu, setelah satu minggu dipindah ke bak no dua, dan kemudian membuat lagi kompos  untuk bak pertama yang telah dipindah dan begitu seterusnya, setelah sampai ke bak yang ke empat / empat minggu baru jadi kompos yang kemudian bisa dimanfaatkan, tambah Mursid.

Terkait pengolahan sampah organik menjadi kompos, Lurah Papanggo, Sutarjo menjelaskan, selain di kantor kelurahan, pengolahan sampah menjadi kompos, juga telah dilakukan di 7 RW dari 13 RW se-Kelurahan Papanggo, dimana intensitasnya berbeda-beda.

Mudah-mudahan dengan pembinaan yang rutin ini, dapat membuat lingkungan Papanggo bisa hijau, dengan menggunakan produk pupuk asli hasil karya masyarakat Papanggo, tambah Sutarjo.

Senin, 01 April 2013

Warga Koja Minta Pembangunan Kantor Kelurahan



Jakarta-SALAH satu tugas konstitusional anggota DPRD adalah melaksanakan kunjungan kerja dalam masa reses Anggota DPRD DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk menyerap, menghimpun dan menerima masukan dari masyarakat terkait dengan pelaksanaan pembangunan di DKI Jakarta.

Seperti yang dilaksanakan oleh H. Maman Firmansyah, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, saat mengelar reses, di Halaman Balai Warga RW 11 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (01/04/2013) malam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Koja Muhammad Andri, 13 Ketua RW se-Kelurahan Koja, PKK, para ketua RT di RW 11 Koja, serta tokoh masyarakat dan warga. Dengan tema yang diangkat yakni menyambung silahturahmi, menyerap informasi dan aspirasi masyarakat.

Dalam dialog dengan masyarakat, berbagai saran dan informasi disampaikan, diantaranya seputar permintaan pembangunan Kantor Kelurahan Koja yang lebih representatif, banjir, dan lingkungan masih mendominasi aspirasi masyarakat untuk ditindak lanjuti oleh DPRD.

H. Maman Firmansyah dalam sambutannya, menuturkan  bahwa kunjungan ke wilayah ini dimaksudkan untuk mendengar serta menyerap aspirasi masyarakat, dimana kegiatan reses DPRD DKI Jakarta dilaksanakan setiap 3-4 bulan seklai secara berkala.

Untuk keseninambungan pembangunan masyarakat diharapkan berperan aktif, diantaranya lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) maupun menyampaikan usulan dan masukan tentang pembangunan pada saat reses anggota DPRD DKI Jakarta, ujar Maman Firmasyah.    

Dengan semakin banyaknya informasi yang didapat, tambah Maman, harapannya pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. .

Rahmat, tokoh masyarakat RW 11 Kelurahan Koja, berharap agar DPRD dapat mendorong pembangunan Kantor Kelurahan Koja yang lebih representatif. Dimana rencananya pembangunan kantor kelurahan berada di area rusun  susun ( rusun ) Sindang RW 09 Kelurahan Koja.

“Terkait dengan aspirasi masyarakat ini, saya akan menyampaikan hal ini kepada mitra kerja Komisi C DPRD DKI Jakarta, “ terang Maman. 

Lurah Koja, Muhammad Andri, dalam penjelasannya menyatakan bahwa Kelurahan Koja memiliki 13 RW dengan 146 RT. Dimana RW 11 menjadi juara Lomba Kinerja RW Tingkat DKI Jakarta tahun 2011 lalu.

( Amin Hidayat ) 

( Teks Foto : H. Maman Firmansyah, bersama Lurah Koja Muhammad Andri, serta Para Ketua RW dan RT, dan PKK berfoto bersama)

BLK Jakut Ajarkan Remaja Membatik


Jakarta-Untuk melestarikan budaya batik, Balai Latihan Kesenian Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan terobosan dengan mengajak remaja-remaja di Jakarta Utara untuk  belajar dan mengembangkan batik tulis.

Remaja maupun generasi muda yang sudah mendapatkan pelatihan batik ini bisa langsung mempraktekannya, bahkan hasilnya dapat dijual ke masyarakat.

Agus Sriyanto, Kepala Balai Latihan Kesenian Jakarta Utara menuturkan, pelatihan batik tulis kepada anak-anak muda dan remaja ini diharapkan menjadi generasi penerus budaya batik yang kian hari kian punah. Dengan corak baru batik destinasi pesisir ini kreasi batik Jakarta Utara bisa dikenal di Nusantara.

"Ada 40 anak-anak muda yang saat ini dilatih untuk membatik. Mereka juga sudah memiliki 4 corak batik pesisir yang sudah dipatenkan" kata Agus Sriyanto disela-sela pagelaran Seni Budaya Betawi di Rumah Si Pitung, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Keempat corak batik itulah ada batik 12 Destinasi Pesisir, Batik Sunda Kelapa, Batik Ombak Marunda dan Bebek Muare. Bahkan berkat ketelitian maupun keseriusan anak-anak muda ini dalam waktu 12 hari sudah bisa membatik sendiri, tambah Agus Sriyanto. 

Sementara itru Roy, salah seorang guru pembatik menuturkan selama berlatih mereka diajarkan dasar membatik serta penggunaan canting untuk menulis di kain. Begitupun diberikan cara membuat bahan dasar pengecatan seperti penggunaan getah dan lainnya.

( Amin Hidayat )

Mudahkan Akses Internet, Pemkot Jakut Pasang Wifi


Jakarta-Untuk memberikan kemudahan warganya dalam mengakses internet secara gratis, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan bekerja sama dengan PT Telkom untuk memasang wifi di 1.000 titik yang tersebar di sejumlah tempat pelayanan publik di Jakarta Utara. Diharapkan pada 20 April mendatang, layanan internet gratis tersebut sudah dapat dinikmati warga setempat.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, mengatakan dalam rangka memberikan informasi yang semakin cepat dan mudah kepada masyarakat, pihaknya akan bekerjasama dengan PT Telkom untuk memasang wifi di sejumlah tempat-tempat umum, seperti rumah sakit, pasar, mal, puskesmas, pelayanan terpadu, pelayanan satu pintu, kantor kelurahan, kecamatan, dan walikota.

"Dengan adanya jaringan wifi ini masyarakat bisa mengakses internet dengan mudah dan juga aparat juga langsung mengirim informasi kepada masyarakat. Ini yang kita sedang bicarakan dengan PT Telkom dan tadi sudah paparan. Meskipun selama ini sebagian sudah ada, tapi kami ingin luas lagi jangkauannya," ujar Bambang Sugiyono, kepada wartawan usai memimpin rapat pimpinan (Rapim) di Lantai II, Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (01/04/2013).

Program ini, kata Bambang, merupakan program Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo agar Jakarta bebas wifi, dan juga supaya masyarakat mudah mengakses melalui internet tentang pembangunan di Jakarta maupun di Jakarta Utara. "Secepatnya akan dipasang, dan diharapkan bulan ini. Yang jelas Kantor Walikota, Kelurahan dan Kecamatan, puskmesmas, 12 jalur destinasi wisata pesisir, pelayanan satu pintu. Awalnya akan dipasang 1.000 titik wifi. Pemasangan wifi ini tidak membutuhkan lahan, hanya memakai alat modem saja," katanya.

Mengenai anggaran untuk pemasangan wifi ini, sambung Bambang, pihaknya masih mengkajinya. Sebab, pihaknya masih membahas mengenai biaya pemasangan wifi tersebut, apakah Pemkot Jakarta Utara membayarnya atau pihak PT Telkom yang memiliki program tersebut.

Kepala Suku Dinas Kominfomas Jakarta Utara, Chasmi Chalid menuturkan, sejauh ini sudah ada 300 titik wifi yang sudah terpasang di sekolah-sekolah. Nantinya, akan ditambah menjadi 1.000 titik wifi di rumah sakit, sekolah, pasar, mal, kantor Walikota, Kelurahan, Kecamatan, stasiun, dan lain-lain.

( Amin Hidayat )

( Teks foto : Walikota memberikan keterangan kepada wartawan, seusai rapim tingkat Kota, Senin (01/04/2013).