| Posko banjir di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara ( dok AR1) |
Jakarta-Musim hujan mulai tiba, meski instensitasnya masih rendah. Namun tak
menyurutkan aparat untuk terus melakukan berbagai persiapan untuk
mengantisipasi datangnya banjir. Seperti yang dilakukan oleh aparat Pemkot Jakarta
Utara dengan menggelar rapat koordinasi persiapan banjir dengan jajaran
terkait.
“Jajaran pemkot juga telah menyediakan sejumlah posko terpadu siaga bencana atau banjir yang tersebar di wilayah Jakut. Untuk di kantor Walikota, terletak di lantai dasar ruang serbaguna kantor Walikota, Yos Sudarso Tanjung Priok. Sedangkan posko lainnya terletak di masing-masing kantor pemerintahan baik di tingkat Kecamatan dan Kelurahan, serta di Kodim, Polri, Lantamal dan sebagainya.
"Posko tersebut siaga 24 jam, jika mulai ada laporan banjir yang melanda permukiman warga," ujar Suroto, Kamis (14/11/2013).
Posko banjir tersebut, tambah Suroto, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan korban banjir tetapi juga sebagai posko sanitasi penyakit yang ditimbulkan oleh genangan air. Karena itu, selain menggandeng pihak Puskesman, pihak Pemkot juga menggandeng pihak lain seperti PMI.
“Jajaran pemkot juga telah menyediakan sejumlah posko terpadu siaga bencana atau banjir yang tersebar di wilayah Jakut. Untuk di kantor Walikota, terletak di lantai dasar ruang serbaguna kantor Walikota, Yos Sudarso Tanjung Priok. Sedangkan posko lainnya terletak di masing-masing kantor pemerintahan baik di tingkat Kecamatan dan Kelurahan, serta di Kodim, Polri, Lantamal dan sebagainya.
"Posko tersebut siaga 24 jam, jika mulai ada laporan banjir yang melanda permukiman warga," ujar Suroto, Kamis (14/11/2013).
Posko banjir tersebut, tambah Suroto, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan korban banjir tetapi juga sebagai posko sanitasi penyakit yang ditimbulkan oleh genangan air. Karena itu, selain menggandeng pihak Puskesman, pihak Pemkot juga menggandeng pihak lain seperti PMI.
Tempat terpisah, Lurah Pademangan Timur, Kelik Sutanto, menjelaskan berbagai
persiapan telah dilakukan pihkanya. Salah satunya, sedang menyusun kontigensi
rukun warga ( RW ) rawan banjir atau genangan.
“Ada 3 RW yang termasuk rawan banjir diwilayahnya, yaitu di RW 01,02, dan 10,” kata Kelik, Jumat
( 15/11/2013).
Sekedar diketahui, dalam upaya peningkatan dan percepatan penanganan bencana
banjir di Ibu Kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta
telah melakukan pemetaan kawasan rawan banjir. Dari hasil pemetaan tersebut
tercatat ada 62 kawasan rawan banjir di lima wilayah DKI Jakarta.
Kepala Bidang Pencegahaan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Danang Susanto mengatakan
BPBD sudah melakukan open street mapping untuk mengetahui kawasan
rawan banjir di Jakarta. Paling tidak dengan pemetaan tersebut, pihaknya bisa
bergerak cepat melakukan penanganan dan antisipasi bencana banjir.
“Kami melakukan mapping yang berbasis masyarakat. Kami petakan titik-titik
rawan banjir. Hasilnya ada 62 kawasan yang rawan banjir. Dengan mengetahui
titik-titik rawan banjir, kami bisa lakukan pencegahan bencana banjir. Artinya,
nanti kalau datang banjir, SDM, logistik dan sarana sudah siap,” kata Danang di
Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (14/11).
Adapun 62 kawasan rawan banjir, terdiri dari sembilan kawasan rawan banjir
di Jakarta Pusat. Yaitu, kawasan Kali Pasir (Kelurahan Kwitang), Bunderan HI
(Kelurahan Kebon Kacang), Pejompongan (Kelurahan Bendungan Hilir), Jati Pinggir
(Kelurahan Petamburan), Mangga Dua (Kelurahan Mangga Dua Selatan), Kartini
(Kelurahan Kartini), Serdang (Kelurahan Serdang), Gunung Sahari (Kelurahan
Gunung Sahari Utara) dan Cempaka Putih (Kelurahan Cempaka Putih).
Lalu ada 19 kawasan rawan banjir di Jakarta Utara. Terdiri dari kawasan
Kapuk Kamal atau Kampung Baru (Kelurahan Kapuk Muara), Pantai Indah Kapuk
(Kelurahan Kapuk Muara), Kampung Gusti atau Telung Gong atau Jelambar
(Kelurahan Pejagalan), Muara Angke, Pluit (Kelurahan Pluit), Pademangan Barat
(Kelurahan Pademangan Barat), dan Pademangan Timur (Kelurahan Pademangan
Timur).
Selanjutnya, Sunter Agung (Kelurahan Sunter Agung), Sunter Jaya (Kelurahan
Sunter Jaya), Lagoa Buntu-Tanjung Priok, Kebon Bawang (Kelurahan Kebon Bawang),
Warakas (Kelurahan Sungai Bambu), Sungai Bambu (Kelurahan Sungai Bambu),
Papanggo (Kelurahan Papanggo), Pegangsaan Dua (Kelurahan Pegangsaan Dua),
Kelapa Gading Timur (Kelurahan Kelapa Gading), Rawa Badak Utara dan Selatan,
Tugu Selatan, Lagoa –(Kelurahan Rawa Badak Utara danSelatan, Tugu Selatan,
Lagoa), Semper Barat (Kelurahan Semper Barat), Dewa Kembar (Kelurahan Semper
Timur) dan Rorotan/Babek ABRI (Kelruahan Rorotan).
Ada sebanyak 17 kawasan rawan banjir di Jakarta Barat. Antara lain, Rawa
Buaya (Kelurahan Rawa Buaya), Duri Kosambi (Kelurahan Duri Kosambi), Tegal Alur
(Kelurahan Tegal Alur), Kapuk Kedaung Poglar (Kelurahan Kedaung Kaliangke),
Kapuk (Kelurahan Cengkareng, Kembangan (Kelurahan Kembangan Utara).
Lalu, Meruya/Pengampuan, Meruya Indah (Kelurahan Meruya Selatan), Pesing,
Green Garden (Kelurahan Kedoya Utara), Krendang (Kelurahan Krendang), Duri
Utara (Kelurahan Duri Utara), Jelambar Baru (Keluahan Jelambar Baru), Pinangsia
(Kelurahan Pinangsia), Mangga Besar (Kelurahan Mangga Besar), Tanjung Duren
Raya (Kelurahan Tanjung Duren), Grogol (Kelurahan Grogol), Sukabumi Utara
(Kelurahan Sukabumi Utara), Kelapa Dua (Kelurahan Kelapa Dua) dan Duri Kepa
(Kelurahan Duri Kepa).
Sedangkan di Jakarta Selatan terdapat 12 kawasan rawan banjir. Yakni, IKPN
(Kelurahan Bintaro) dan Ulujami (Kelurahan Ulujami), Pondok Pinang (Kelurahan
Bintaro), Cireundeu Permai (Kelurahan Lebak Bulus), Kebalen, Mampang
Prapatan(Rengas) (Kelurahan Kuningan), Tegal Parang (Kelurahan Mampang),
Petogogan (Kelurahan Petogogan), Pondok Karya (Kelurahan Pela Mampang), Darma
Jaya (Kelurahan Bangka), Pulo Raya (Kelurahan Pela Mampang), Kampung Pulo
(Kelurahan Pondok Labu), Bukit Duri, Kebon Baru (Kelurahan Kebon Baru),
Pengadegan (Kelurahan Pengadegan), Rawa Jati (Kelurahan Rawajati), Cipulir,
Ciledug Raya (Kelurahan Cipulir).
Sementara di kawasan Jakarta Timur terdapat delapan kawasan rawan banjir.
Terdiri dari Kebon Nanas (Kelurahan Cipinang Besar Selatan), Bidara Cina
(Kelurahan Bidara Cina). Selanjutnya, Kampung Melayu (Kelurahan Kampung
Melayu), Cipinang Indah (Kelurahan Pondok Bambu); Malaka Selatan (Kelurahan
Malaka Sari, Pondok Kelapa (Kelurahan Kelapa), Tegal Amba (Kelurahan Duren
Sawit).
Selanjutnya, Halim Perdana Kusumah (Kelurahan Halim Perdana Kusumah),
Cipinang Melayu (Kelurahan Cipinang Melayu), Kampung Makasar (Kelurahan
Makasar). Kemudian kawasan Kramatjati (Kelurahan Kramatjati), Al Hawi
(Kelurahan Cililitan), Perumahan BHP (Kelurahan Dukuh).
Kawasan rawan banjir juga ada di Kampung Rambutan (Kelurahan Kampung
Rambutan), Ciracas (Kelurahan Ciracas), Cibubur (Kelurahan Cibubur), Kelapa Dua
Wetan (Kelurahan Kelapa Dua Wetan). Serta kawasan depan Pasar Cibubur
(Kelurahan Pekayon), dan Gandaria (Kelurahan Kalisari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar