Jakarta-Guna mengendalikan jumlah populasi kucing lokal di wilayah Jakarta Utara ( Jakut
), sekaligus mendukung Jakarta Bebas Rabies, Suku Dinas Peternakan Perikanan
dan Kelautan ( Sudin P2K) Jakarta Utara, Kamis ( 14/11/2013), melaksanakan kegiatan sterilisasi terhadap
binatang tersebut.
Kepala Sudin P2K Jakarta Utara, Liliek Listasari, menuturkan kucing yang di steriliasi
tersebut berasal dari perkantoran, rumah sakit, serta yang dipelihara oleh
masyarakat.
“Sebelum dilaksanakannya kegiatan ini (steriliasi) pada bulan Mei lalu, kami
telah melakukan sterilisasi sebanyak 50 kucing, dan pada hari ini kami
mentargertkan steriliasi sebayak 50 kucing. Dengan melakukan sterilisasi kucing
lokal, sebanyak 100 ekor dapat menekan pertumbuhan populasi kucing sebanyak
1200 ekor/thn, “ ujarnya, Kamis ( 14/11/2013 ).
Pada sterilisasi itu, dia kembali menjelaskan, kami menerjunkan sekitar, 12 dokter hewan. Untuk
sementara sasarannya difokuskan pada kucing lokal. Jika hal ini berhasil tidak
menutup kemungkinan kucing-kucing lain akan menjadi sasarannya.
Diakui oleh Kasudin, memang populasi kucing tergolong cepat. Ini disebabkan
karena setiap ekor kucing betina rata-rata melahirkan anak antara 3-4 kali/tahun.
Dan jumlah anak yang dilahirkan 3-4 ekor/kelahiran. Jadi jika hal ini tidak
segera dikhawatirkan dengan makin banyaknya pertumbuhan kucing itu akan
menyebabkan resiko penyakit bagi masyarakat.
“Kucing yang telah disterisasi, oleh kami diberikan tanda di telinga,
setelah dirawat satu hari dan telah sehat, kucing tersebut kami kembalikan ke
lingkungannya,” tambah dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar