| Pengajar dan siswa PAUD Nusa Indah |
Jakarta-Sebagai
bentuk mendidik anak mencintai lingkungan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Nusa Indah yang berada di RW 09, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara mengajarkan
anak didiknya mengolah limbah yang tidak terpakai di lingkungan sekitarnya.
Pimpinan PAUD Nusa Indah, Lis Nur mengatakan bahwa dengan memberikan pemahaman kepada anak didiknya diharapkan siswa dapat mencintai lingkungan.
Pimpinan PAUD Nusa Indah, Lis Nur mengatakan bahwa dengan memberikan pemahaman kepada anak didiknya diharapkan siswa dapat mencintai lingkungan.
"Yang
terpenting kita bisa memberikan pemahaman bahwa banyak potensi disekeliling
kita yang bisa memberikan nilai tambah, seperti memanfaatkan kertas sebagai
alat edukasi dan jenis lainnya," kata Lis Nur.
Lebih jauh Lis Nur menuturkan, PAUD Nusa Indah berdiri sejak tahun 2002 yang lalu. Saat ini, PAUD Nusa Indah mempunyai 43 siswa dan 5 guru.
"Mudah-mudahan kita dapat melahirkan anak didik yang lebih baik," kata Lis Nur.
Lebih jauh Lis Nur menuturkan, PAUD Nusa Indah berdiri sejak tahun 2002 yang lalu. Saat ini, PAUD Nusa Indah mempunyai 43 siswa dan 5 guru.
"Mudah-mudahan kita dapat melahirkan anak didik yang lebih baik," kata Lis Nur.
Lebih jauh
Lis Nur menuturkan, PAUD Nusa Indah berdiri sejak tahun 2002 yang lalu. Saat
ini, PAUD Nusa Indah mempunyai 43 siswa dan 5 guru.
"Mudah-mudahan kita dapat melahirkan anak didik yang lebih baik," kata Lis Nur.
Lurah Koja, Suhadi memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan para pengajar lembaga pendidikan itu.
Ia pun berpesan kepada para pendidik untuk lebih inovatif sehingga nantinya anak-anak akan lebih tertarik, lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah disekitarnya sehingga kedepannya dapat lebih mencintai lingkungan.
"Harus dari dini anak-anak diajari untuk mencintai lingkungan," imbuh lurah.
"Mudah-mudahan kita dapat melahirkan anak didik yang lebih baik," kata Lis Nur.
Lurah Koja, Suhadi memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan para pengajar lembaga pendidikan itu.
Ia pun berpesan kepada para pendidik untuk lebih inovatif sehingga nantinya anak-anak akan lebih tertarik, lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah disekitarnya sehingga kedepannya dapat lebih mencintai lingkungan.
"Harus dari dini anak-anak diajari untuk mencintai lingkungan," imbuh lurah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar