Jakarta-Untuk mengantisipasi tawuran antar pelajar dan tawuran antar masyarakata di wilayah Kota Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Muhammad Iqbal punya cara khususnya dengan cara penguatan tiga pilar (3-P) yakni pilar lurah, babinsa dan babinkambitmnas.
"Penguatan tiga pilar itu juga sebagai tonggak keutuhan bangsa. Keberadaanya pun sangat menentukan aman-tidaknya suatu wilayah, sehingga diperlukan penguatan dan keutuhan," katanya, seusai rapat koordinasi dalam rangka menguatkan peran tiga pilar, di Kantor Walikota Jakarta Utara, Jumat (12/09/2014).
Terkait potensi tawuran antarpelajar di wilayah Jakarta Utara, Iqbal mengaku hingga kini masih belum ada kasus yang terjadi, karena pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat.
Lebih jauh dijelaskan olehnya, lurah adalah kekuatan di sektor masyarakat, sedangkan babinsa merupakan bintara pembina desa dari sektor TNI, dan babinkamtibnas adalah bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat dari sektor Polri.
"Penguatan tiga pilar harus disertai dengan penghargaan dari pemerintah daerah apabila ketiganya mampu bekerja dengan baik dalam menjalin keamanan masyarakat," katanya.
Namun, apabila tiga pilar itu tidak mampu bekerja sama dan menjalin koordinasi yang baik perlu diberikan hukuman dengan melakukan evaluasi secara rutin setiap bulan.
"Diperlukan evaluasi tiga pilar itu setiap bulan, namun apabila mereka mampu bekerja dengan baik ya sepatutnya pemerintah memberikan "reward", sedangkan apabila melakukan kesalahan tentunya juga harus diberikan "punishment"," katanya.
Ia mengatakan apabila tiga pilar itu mampu bekerja secara baik, secara tidak langsung akan menekan angka kriminalitas di wilayah paling bawah, yakni tingkat kelurahan hingga kecamatan, khususnya masalah seperti tawuran antarpelajar atau antarwarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar