Kepala Dinas Kebersihan DKI
Jakarta, Unu Nurdin, mengatakan, Lomba Bersih Kampung merupakan salah satu
penyemangat warga untuk sama-sama menjaga kebersihan.
“Masalah sampah di Jakarta berbeda dengan
dahulu, karena jumlah penduduk yang semakin banyak. Sebagai informasi saja,
dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, yaitu, 10 juta jiwa pada malam
hari dan 14 juta jiwa pada siang hari, tentunya turut meningkatkan jumlah
sampah di Jakarta,” kata Unu dalam acara pembukaan Lomba Bersih Kampung 2013,
di Aula Gedung Dinas Kebersihan, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.
Lebih jauh Unu memberi contoh
perbandingan. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam sehari hanya terdapat 47
ton sampah. Sementara di Jakarta, untuk satu kecamatan saja perharinya mencapai
140 ton sampah. Total wilayah Jakarta
per hari menghasilkan 6.000 ton sampah, sebanyak 2.000 ton di antaranya dibuang
sembaranagn seperti di sungai dan selokan.
“Untuk itu perlu kesadaran
masyarakat yang harus kita bangun. Untuk itu bapak dan ibu di sini yang
mengikuti lomba bisa menjadi agen-agen untuk menjaga kebersihan di Jakarta kita bersama,”
terang Unu.
Sementara itu, Ridwan, dari RT
15/05 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang mengaku
bersyukur dengan adanya lomba ini, kami kami menjadi semangat. Dan kami siap
bersama-sam berusaha untuk menjaga lingkungan sehingga bisa keluar sebagai
juara.
Hal senada juga dikatakan oleh
Suranta, Lurah Penjaringan menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, acara
Lomba Bersih Kampung tersebut bisa merangsang warga untuk terus meningkatkan
kebersihan.
Adapun untuk Kelurahan
Penjaringan, Jakarta Utara yang ikut lomba dalam kegiatan ini yaitu RW 05 dan
13, terang Suranta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar