| Suyono |
“Ini adalah instruksi dari Pak Wali Kota yang
diteruskan ke bawahnya. Pak Wali menyebutnya kegiatan turun ke bawah atau turba,”ungkap
Suyono, Lurah Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, saat ditemui di
kantornya, Selasa ( 17/09/2013).
Suyono menjelaskan, kegiatan ‘turba’ ini juga
dimaksudkan untuk mengkomunikasikan segala persoalan di masyarakat khususnya
warga kelurahan Tanjung Priok. Secara formal ‘turba’ ini dilakukan setiap hari
Jumat. “Namun, teknisnya, menggali persoalan di masyarakat dilakukan setiap
hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suyono menjelaskan, lurah bersama
Babinkamtibmas, dan Babinsa, dituntut memahami setiap persoalan di masyarakat.
“Temuan-temuan itu nantinya dilaporkan ke Pak
Wali Kota untuk dikemudian dicarikan solusinya. Masalah itu diverifikasi, untuk
diselesaikan ditingkat kelurahan, kecamatan, atau ditingkat kota,”kata mantan Sekretaris Kelurahan
Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Seperti di RW 14, kata Suyono, selain mempererat
komunikasi dengan warga, beberapa persoalan yang ditemukan dibidang lingkungan diantaranya,
saluran / got pada umumnya kurang lancar, yang disebabakan adanya saluran besar
yang terletak di Pt. KAI tidak berfungsi dengan baik, disebabkan saluran
tersebut dipenuhi dengan lumpur dan tertutup serta diatasnya berdiri bangunan-bangunan
warga.
Disamping itu juga, Taman Karapan Sapi tidak
terpelihara dengan baik, serta banyak sampah menumpuk dibeberapa jalur Kereta
Api. Selain persoalan lingkungan yang ditemukan dalam turba, juga ditemukan 3
rumah tidak layak huni dengan kondisi sangat memperihatikan.
“Semua temuan tersebut telah kami laporkan kepada
Pak Wali Kota Jakarta Utara,”kata Suyono.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar