Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara ( Jakut ) menggelar Dialog Interaktif
bertema Reposisi dan Kepemimpinan Perempuan kepada 250 peserta. Kegiatan ini
dilakukan dalam rangka peningkatan pelaksanaan kota ramah gender di wilayah Jakarta Utara.
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan ( Ka. KPMP ) Jakut, Ireni mengatakan, 250 peserta tersebut terdiri dari pengurus UP2K Kelurahan dan Kecamatan, pengurus PIKK (Pusat Informasi dan Konsultasi Keluarga), pengurus binaan dekranasda dan pelaku UP2K.
Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan ( Ka. KPMP ) Jakut, Ireni mengatakan, 250 peserta tersebut terdiri dari pengurus UP2K Kelurahan dan Kecamatan, pengurus PIKK (Pusat Informasi dan Konsultasi Keluarga), pengurus binaan dekranasda dan pelaku UP2K.
"Pembekalan digelar selama 3 hari, dari tanggal 17 sampai dengan 19
September 2013 di Hotel Delamar Palasari Indah, Cipanas, Cianjur Jawa
Barat," kata Ireni, di Ruang Pola Lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa
(17/09/2013).
Adapun materi dan narasumber yang akan disampaikan mengenai penguatan hak-hak anak dalam UU No.23/2002 dari Kementerian PP dan PA RI, menjaga dan melindungi anak dalam perspektif undang-undang perlindungan anak, peranan pengurus TP PKK dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Jakarta Utara ditinjau dari perspektif gender dari Aris Merdeka Sirait.
Materi lain yang akan diberikan adalah peranan PIK dalam penanganan dan pencegahan KDRT dan Traficking dalam mewujudkan KLA dari P2TP2A Provinsi, Kepemimpinan perempuan dan globalisasi dan wanita diantara idealitas dan realitas dari DPRD Provinsi DKI.
Adapun materi dan narasumber yang akan disampaikan mengenai penguatan hak-hak anak dalam UU No.23/2002 dari Kementerian PP dan PA RI, menjaga dan melindungi anak dalam perspektif undang-undang perlindungan anak, peranan pengurus TP PKK dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Jakarta Utara ditinjau dari perspektif gender dari Aris Merdeka Sirait.
Materi lain yang akan diberikan adalah peranan PIK dalam penanganan dan pencegahan KDRT dan Traficking dalam mewujudkan KLA dari P2TP2A Provinsi, Kepemimpinan perempuan dan globalisasi dan wanita diantara idealitas dan realitas dari DPRD Provinsi DKI.
Sementara itu, Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono yang turut hadir
dalam pembukaan kegiatan tersebut. Bambang Sugiyono, meminta kepada para
perempuan tidak hanya sebagai objek pembangunan melainkan sebagai subjek
pembangunan.
"Perempuan harus sebagai subjek pembangunan, bagaimana membentuk rumah tangga yang baik dengan memberikan masukan dan saran kepada suami. Dan membangun sumber keluarga, sumber penghasilan, kita harus bisa membangun itu tetapi tetap dalam bingkai kodrat sebagai perempuan," ujar Walikota.
Ditambahkan Walikota, tanpa kaum perempuan, pemerintah tidak akan bisa
berjalan sendiri.
"Saya berharap kaum perempuan dapat bersama-sama membangun kota menjadi semakin baik dan tentram serta kembali membangkitkan semangat masyarakat dalam berkarya," terang Walikota.
"Saya berharap kaum perempuan dapat bersama-sama membangun kota menjadi semakin baik dan tentram serta kembali membangkitkan semangat masyarakat dalam berkarya," terang Walikota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar