| Suroto |
Jakarta-Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbang dan Pol ) Jakarta Utara menggelar workshop untuk peningkatan kebangsaan bagi masyarakat selama tiga hari, di Hotel Poeuncer Puncak, Jawa Barat, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Tata Pemerintahan Suroto didampingi Kepala Kantor Kesbang dan Pol Pasifik Abeto.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Tata Pemerintahan Suroto didampingi Kepala Kantor Kesbang dan Pol Pasifik Abeto.
Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, Danang Sasongko dengan materi yang disampaikan Disparitas Sosial Ekonomi yang mempengaruhi Kebangsaan pada masyarakat, JF Warow dengan materi pembangunan karakter bangsa pada masyarakat dalam era globalisasi dan demokrasi, Dr. Lili Romli dengan materi peran masyarakat dalam pemahaman wawasan kebangsaaan guna menjaga NKRI, serta Dr. Susi Sulowati dengan materi masalah wawasan kebangsaan pada masyarakat dalam paradigma baru.
Kepala Kantor Kesbang dan Pol Pasifik Abeto berharap apa yang didapat oleh peserta workshop tentang makna kebangsaan ini dapat di informasi lebih luas lagi kepada masyarakat luas, sehingga subtansi dari kegiatan ini dapat terimplemasikan di masyarakat, dan dapat membawa pengaruh yang positif dalam kehidupan sosial di masyarakat, terlebih di Jakarta yang multi etnis dan sangat hetrogen.
“Kegiatan ini diikuti 150 peserta, yang merupakan unsure masyarakat seperti pengurus RTRW, dan karang taruna se-Jakarta Utara serta para staf di 31 kelurahan dari enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara,”terang Pasifik Abeto.
Asisten Tata Pemerintahan Suroto menuturkan, dengan adanya kegiatan ini peserta dapat mengambil makna serta memperdalam lagi akan makna kebangsaan
Kepala Kantor Kesbang dan Pol Pasifik Abeto berharap apa yang didapat oleh peserta workshop tentang makna kebangsaan ini dapat di informasi lebih luas lagi kepada masyarakat luas, sehingga subtansi dari kegiatan ini dapat terimplemasikan di masyarakat, dan dapat membawa pengaruh yang positif dalam kehidupan sosial di masyarakat, terlebih di Jakarta yang multi etnis dan sangat hetrogen.
“Kegiatan ini diikuti 150 peserta, yang merupakan unsure masyarakat seperti pengurus RTRW, dan karang taruna se-Jakarta Utara serta para staf di 31 kelurahan dari enam kecamatan di wilayah Jakarta Utara,”terang Pasifik Abeto.
Asisten Tata Pemerintahan Suroto menuturkan, dengan adanya kegiatan ini peserta dapat mengambil makna serta memperdalam lagi akan makna kebangsaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar