Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
( Ahok ) menghadiri acara serah terima fasilitas pemanen air hujan atau Rain Water
Harvesting (RWH), di SDN 03/04 dan 05/06 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara,
Sabtu (22/03/2014).
Saat ini sebanyak 16 sekolah di Jakarta Utara sudah
membangun fasilitas pemanen air hujan yang diolah menjadi air bersih.
Fasilitas
tersebut merupakan hasil kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Yayasan
Unika Atma Jaya dalam program Coorporate Social Responsibility (CSR). Dengan
memanfaatkan fasilitas Pemanen Air Hujan, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan
siswa akan air bersih di sekolah-sekolah yang ada di pesisir Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
yang hadir sebagai perwakilan dari pemerintah daerah berharap air bersih
tersebut dapat menghidupi warga di Jakarta Utara. Ahok juga mengapresiasi
adanya program ini.
"Nyumbang di Jakarta itu susah. Di Pemprov itu lebih gampang nyolong daripada minta izin. Mau nyumbang saja ribet. Sebenarnya program ini sangat bagus, memanfaatkan air hujan," ujar Ahok, saat prosesi di SD Pluit 03 dan 04, Muara Angke, Jakarta Utara.
"Nyumbang di Jakarta itu susah. Di Pemprov itu lebih gampang nyolong daripada minta izin. Mau nyumbang saja ribet. Sebenarnya program ini sangat bagus, memanfaatkan air hujan," ujar Ahok, saat prosesi di SD Pluit 03 dan 04, Muara Angke, Jakarta Utara.
Program ini dikenal dengan nama Rain Water Harvesting yang mengubah air hujan
menjadi air bersih yang layak digunakan. Sebanyak 6 sekolah dasar di kawasan
Jakarta Utara dipilih sebagai tempat pelaksanaan program. Enam sekolah tersebut
yaitu SDN Pluit 03 dan 04, SDN Kapuk Muara 01-02, serta SDN Penjaringan 01-02.
Berkiatan dengan program RWH disini adalah suaru program yang memanfaatkan air hujan yang jatuh di atap sekolah untuk diproses menjadi air layak guna.
Teknologi yang digunakan adalah sistem penyaringan sederhana yang terdiri dari ijuk, carbon aktif, dan zeolite. Tak ada nama khusus terkait alat yang digunakan dalam program 'Rain Water Harvesting' ini.
Air hujan yang jatuh ke pipa di atas atap sekolah akan mengalir melalui penyaringan sederhana tersebut. Air hasil penyaringan menjadi air bersih yang layak guna. Selanjutnya air tersebut disimpan di bak penampungan seluas 42 m3.
Output dari program ini dapat dikeluarkan melalui kran air yang terpasang di sudut-sudut sekolah. Selain itu, ada pula tempat mencuci tangan bagi murid-murid sekolah.
Berkiatan dengan program RWH disini adalah suaru program yang memanfaatkan air hujan yang jatuh di atap sekolah untuk diproses menjadi air layak guna.
Teknologi yang digunakan adalah sistem penyaringan sederhana yang terdiri dari ijuk, carbon aktif, dan zeolite. Tak ada nama khusus terkait alat yang digunakan dalam program 'Rain Water Harvesting' ini.
Air hujan yang jatuh ke pipa di atas atap sekolah akan mengalir melalui penyaringan sederhana tersebut. Air hasil penyaringan menjadi air bersih yang layak guna. Selanjutnya air tersebut disimpan di bak penampungan seluas 42 m3.
Output dari program ini dapat dikeluarkan melalui kran air yang terpasang di sudut-sudut sekolah. Selain itu, ada pula tempat mencuci tangan bagi murid-murid sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar