Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta terus menata kawasan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Selain Waduk Pluit, sejumlah sungai dan saluran air di wilayah terparah akibat
banjir awal 2013 lalu , juga dikeruk dan diperkuat tanggulnya.
Pemprov DKI Jakarta langsung mengeruk Kali Opak, Jelangkeng,
dan Pakin yang mengalir ke Waduk Pluit di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Pemprov DKI Jakarta
juga merelokasi warga di sisi selatan dan barat Waduk Pluit ke rumah susun
(rusun). Untuk lahan tempat warga selanjutnya di jadikan taman kota dan tempat
pengelolaan air.
Endapan waduk seluas 60
hektar dikeruk sehingga kedalaman bertambah dari 2-3 meter menjadi 3-7 meter.
Pengosongan lahan
pinggiran waduk yang diokupasi warga berlanjut. Pemerintah Kota Jakarta Utara
berkonsentarsi memindahkan 200 keluarga yang tinggal di sisi barat-utara waduk,
aparat pun mulai menyosialisasikan peneriban pinggiranm Kali Karang di Jalan
Pluit Karang.
Walikota Jakarta Utara,
Heru Budi Hartono menuturkan, pengosongan lahan di p;inggir Kali karang menjadi
prioritas selain relokasi penghuni sisi utara Waduk Pluit.
“Kami telah mendata
warga. Setelah itu, segera dilaksanakan sosialisasi , lalu penertiban
bangunan,”kata Heru.
Sementara itu, Kepala
Suku Dinas (Kasudin) Pekerjaan Umum (PU) Tata Air Pemerintah Kota (Pemkot)
Jakarta Utara, Wagiman Silalahi menambahkan, normalisasi sungai dan saluran
tengah berlangsung, antara lain di Saluran Penghubung Sunter dan Pegangsaan
Dua.
“Saat ini delapan puluh
lokasi pengerukan dalam proses lelang,”kata Wagiman.
Ditambahkan Wagiman,
selain dua lokasi pengerukan itu, pompa dan pintu air juga akan dibangun di
wilayah Jakarta Utara untuk mengurangi resiko banjir dan genangan rob.
Sebanyak lima pompa dan
pintu air akan dibangun di Kali Sentiong, Kali Kamal Muara, Kali Angke, Kali
Karang, dan Ciliwung Marina.
“Pembangunan
infrastruktur baru serta normalisasi sungai dan waduk diperlukan untuk
mengatasi banjir,”kata Wagiman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar