Jakarta-Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) milik Pegawai di Pemko Jakarta Utara langsung
dipotong untuk ZIS (Zakat Infaq Shadaqah) setiap bulannya. Pemotongan sebesar
2,5 persen atau sebesar Rp 100 ribu setelah Walikota Jakarta Utara memerintahkannya
dan di setujui oleh pegawai bersangkutan
menandatangani kesediaannya
.
Kepala Basis Pemkot Jakarta Utara, Muhammad Alwi menyampaikan hal itu saat
sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shadaqoh
(ZIS) serta amal sosial, di aula kantor Kecamatan
Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2014).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, Camat Kelapa Gading, Achmat Ya’ala, dan
peserta sosialisasi perwakilan dari PNS, pengusaha serta pengurus RT dan RW di
Kecamatan Kelapa Gading.
Dalam kesempatan itu, dia
juga turut menjelaskan, bentuk pengumpulan dana bazis dalam hal ini, dilakukan lewat
kupon yang kami siapkan di setiap kelurahan dan kecamatan dan pada saat bulan
ramadhan lewat Mafgar.
“Dana yang kami kumpulkan tersebut di
kembalikan lagi kepada warga atau mereka yang berhak menerimanya. Salah satu
bentuknya dengan memberikan beasiswa kepada peserta didik yang bersekolah di
sekolah swasta, santunan yatim, biaya berobat, guru ngaji, kegiatan siraman
rohani , serta bantuan beasiswa bagi guru PAUD,” katanya.
Di kesempatan itu, dia juga turut
menjelaskan, bahwa untuk target Bazis Jakarta Utara tahun ini sebesar Rp 9
miliar, sedangkan pada tahun lalu sebesar Rp 8,3 milar. Dimana dana yang dikumpulkan pada
tahun lalu, dalam hal ini kami salurkan untuk 73 program kegiatan yang telah
kami susun dan tinggal berapa kegiatan lagi yang belum dilaksanakan.
Wakil Walikota Jakarta Utara, Tri
Kurniadi, menuturkan selama ini ZIS, sangat bermanfaat untuk membantu kaum
dhuafa, masyarakat kurang mampu dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Jangan ragu untuk membayar ZIS melalui
BAZIS,” katanya.
Berkaitan dengan upaya penerima dana
bazis, Camat Kelapa Gading Jakarta Utara, Achmat Ya’ala menuturkan, bahwa untuk
tahun ini Kecamatan Kelapa Gading ditargertkan sebesar Rp 25 juta, dan saat ini
telah mengumpulkan dana sebesar Rp 150 juta.
“Terlampui target dana bazis, dalam hal ini tak lepas dari upaya kami untuk
memberikan pemahaman dan himbuan baik kepada masyarakat dan pengusahaan tentang
pentingnya membayar dana Bazis. Dan alhamdullilah, upaya yang kami lakukan ini
mendapatkan tanggapan yang positif,”terang
Achmat Ya’ala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar