Senin, 23 Februari 2015

Kedisplinan Sebagai Modal Utama Melayani Warga

Jakarta-Acara Apel Bendera Senin pagi (23/02/2015) di Halaman Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara bertindak sebagai Pembina Upacara Wakil Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi, dan pemimpin apel, Budi Santoso, Wakil Camat Koja.

Wakil Walikota, Wahyu Haryadi menuturkan, kegiatan apel ini dilaksanakan dalam rangka mengeratkan silaturahmi antar pegawai di Kecamatan dan Kelurahan.

“Kegiatan apel Senin pagi ini bagi aparatur pemerintah merupakan rutinitas yang harus dilaksanakan. Kita bisa mengambil nilai positif dari kebersamaan melalui kegiatan apel yang dilaksanakan,” terangnya.
Kedisiplinan mengikuti apel pagi, merupakan awal kedisiplinan pegawai sebelum melakukan suatu pekerjaan.

“Momen apel pagi juga menjadi bentuk silaturahmi antara pembina apel seperti Camat dan Lurah dengan staf. Dalam apel juga banyak informasi yang disampaikan, jadi harus bisa tepat waktu untuk mengikuti apel pagi,”tambah Wahyu Haryadi.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mengatakan berdasarkan apa yang disampikan pemimpin apel bahwa masih ada 32 pegawai yang tak ikut upacara termasuk di dalamnya ada dua lurah yang tak ikut apel upacara. Atas hal itu, Wahyu,  menginstruksikan kepada Camat dan Lurah untuk dapat memantau tingkat kedisplinan pegawai/ kasie dilingkungan kerjanya.

"Kedisiplinan menjadi modal utama dalam bagi aparat, dengan displin maka kita bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,"ujar Wahyu.  

Seusia memimpin apel upcara, Wakil Walikota beserta rombongan melaksanakan pembinaan bagi perangkat Kecamatan dan Kelurahan di wilayah Kecamatan Koja.

Dalam penjelasannya, Wahyu Haryadi menjelaskan, menuturkan roadshow pembinaan bagi aparatur kecamatan dan kelurahan yang dilaksanakan ini adalah merupakan kedua kalinya dilakukan oleh Pemerintah Jakarta Utara pasca pelantikan bersama-sama yang dilaksanakan oleh Bapak Gubernur DKI pada 2 Januari 2015 lalu.Kegiatan roadshow kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Cilincing.  

“Pembinaan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas keseharian yang dilaksanakan oleh aparat kecamatan dan kelurahan. Selain itu, pembinaan ini juga diharapakan dapat menampung informasi, saran, serta masukan dalam rangka memecahkan permasalahan yang sering dihadapi oleh aparat kecamatan dan kelurahan.

Dalam hal permasalahan, seperti apa yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur DKI, dimana permasalah itu harus dapat diselesaikan ditingkat kelurahan, namun apabila permasalahan tersebut tak bisa dipecahkan di tingkat kelurahan bisa di bawag ke tingkat kecamatan, kota hingga tingkat provinsi.

“Dengan selesainya permasalahan sampai ditingkat kelurahan maka program kerja bisa segerra dilaksanakan,”ujar  Wahyu.

Lebih jauh dikatakan Wahyu, berkaitan dengan permasalahan yang sering ditemukan oleh aparat, dalam hal ini permasalahan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu, eksternal dan internal.

“Permasalah eksternal dapat diselesaikan dengan cara rajin mengunjungi wilayah sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat dapat diserap dan segera dicarikan solusi. Khusus tentang belum adanya kepala seksi termasuk kepala seksi yang tidak punya staf pasca dilantik, maka dalam hal ini dapat disikapi dengan mengoptimalkan potensi yang ada sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,”pungkas dia.

Disampingi itu, Wahyu juga tak lupa menyampikan pesan Gubernur DKI tentang 5 tertib eksternal yaitu, tertib hunian, tertib pembuangan sampah, tertib pedagang kaki lima, tertib lalu lintas dan tertib demo.

“Selain tertib internal, aparat juga harus memahami dan menjalankan tertib internal yakni, tertib tata ruang, penataan pasca banjir, serta tertib anggaran,”terang Wahyu.      

Sementara itu, Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis dalam kesempatan memaparkan secara singkat tentang kondisi Kecamatan Koja. Salah satu penjelasan Camat Koja, bahwa di Kecamatan Koja tidak mempunyai sentral ekonomi dan pada saat banjir lalu seluruh kelurahan wilayah di Kecamatan Koja semua terkena dampak banjiir.

"Daerah atau kelurahan yang pada saat banjir berapa waktu lalu, Kelurahan Rawa Badak Utara yang termasuk sempat surut genangan airnya. Untuk penanganan pengungsi banjir dan bantuan dalam hal ini tidak ada kendala dilapangan, dan pada saat banjir lalu, kami mampu menggalang kebersamaan di tengah masyarakat serta potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat,"tegas Rahmat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar